Kemenhaj: Tujuh haji Sumbar masih jalani perawatan di Arab Saudi
Kemenhaj: Tujuh Jamaah Haji Sumbar Masih Jalani Perawatan di Arab Saudi
Kemenhaj - Kota Padang, Minggu – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada tujuh jamaah haji dari Debarkasi Padang yang menjalani perawatan intensif di Arab Saudi. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengatakan bahwa seluruh jamaah yang sedang dirawat didoakan agar segera sembuh dan bisa kembali ke Tanah Air untuk berkumpul dengan keluarga. Pernyataan itu disampaikan Rifki saat memberikan keterangan di Kota Padang.
Dua Kelompok Jamaah Haji yang Terdaftar
Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), tujuh jamaah haji tersebut terdiri dari Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas dari Kota Padang. Kemudian Emma Yuliati serta Stafruddin Sutan Badarun berasal dari Kota Padang Panjang. Selain itu, Syaifuddin Wirdas Tompek dari Kabupaten Pasaman Barat dan Jasri Abu Nawas dari Kabupaten Limapuluh Kota turut dalam daftar jamaah yang sedang menjalani perawatan. Mereka dinyatakan membutuhkan pengawasan medis lebih lanjut setelah menjalani perjalanan haji yang berat.
"Kita doakan seluruh jamaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air," kata Rifki.
Dalam perjalanan haji, terdapat berbagai tantangan kesehatan yang mungkin dihadapi jamaah. Dengan kondisi yang mengharuskan mereka melakukan berbagai aktivitas fisik intensif, seperti naik turun gunung dan beribadah di Mekah serta Madinah, tidak semua jamaah bisa pulang dalam kondisi sempurna. Rifki menegaskan bahwa tujuh jamaah tersebut akan diterbangkan atau dipulangkan ke Tanah Air setelah dinyatakan sehat dan memenuhi persyaratan kelayakan terbang. Persyaratan ini mencakup hasil pemeriksaan medis serta kepastian kondisi fisik yang stabil.
Haji yang Meninggal: Total 10 Jamaah Tewas di Tanah Suci
Dalam periode operasional haji tahun ini, Kemenhaj mencatat bahwa terdapat 10 jamaah haji asal Debarkasi Padang yang meninggal di Tanah Suci. Jumlah ini mencakup tujuh jamaah dari Sumbar dan tiga jamaah dari Provinsi Bengkulu. Rifki menjelaskan bahwa keberadaan jamaah yang wafat berdampak signifikan pada program haji, terutama dalam hal pemantauan kesehatan sebelum dan selama perjalanan.
"Hingga akhir operasional haji tahun ini tercatat 10 haji Embarkasi Padang wafat di Tanah Suci," kata Rifki.
Jamaah yang meninggal tersebut dimakamkan di beberapa lokasi, antara lain Baqi, Sharaya, dan Dahban. Lokasi ini merupakan tempat pemakaman umum yang sering digunakan untuk mengentengkan proses pemakaman jamaah haji. Dalam upacara pemakaman, keluarga jamaah yang wafat turut hadir untuk memberikan penghormatan sebelum mereka diterbangkan ke Tanah Air. Rifki menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi untuk memastikan proses pemakaman berjalan lancar dan sesuai protokol yang berlaku.
Total Peserta Haji dari Embarkasi Padang
Secara umum, Embarkasi Haji Padang memberangkatkan total 5.374 peserta haji. Angka ini terdiri dari 3.989 jamaah yang berasal dari wilayah Ranah Minang, 1.331 jamaah dari Provinsi Bengkulu, 41 petugas kloter dari Sumbar, serta 13 petugas kloter asal Bengkulu. Angka total ini mencerminkan keberagaman peserta haji yang berangkat dari Padang, baik dari kalangan umum maupun tenaga khusus yang mendampingi selama perjalanan.
Jumlah peserta haji yang berangkat menunjukkan komitmen provinsi Sumbar dalam menjalankan program ibadah haji tahunan. Meski terdapat sejumlah jamaah yang meninggal, pihak Kemenhaj tetap berupaya memastikan keberhasilan pelaksanaan haji secara keseluruhan. Rifki mengatakan bahwa selama perjalanan haji, terdapat berbagai upaya untuk meminimalkan risiko kesehatan, termasuk penambahan fasilitas medis dan pengawasan yang ketat terhadap kondisi jamaah.
Sebagai penjelasan lebih lanjut, tujuh jamaah yang sedang menjalani perawatan mencakup perbedaan usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas merupakan warga Kota Padang yang mengalami kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan intensif. Sementara itu, Emma Yuliati dan Stafruddin Sutan Badarun berasal dari Kota Padang Panjang. Mereka dinyatakan masih membutuhkan pemulihan sebelum bisa kembali ke Indonesia.
Rifki menambahkan bahwa pemantauan kesehatan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada jamaah yang terlewat dari perawatan. Dengan dukungan tim medis di Arab Saudi, pihaknya optimis bahwa jamaah yang sedang dirawat akan pulih dalam waktu dekat. Angka 10 jamaah yang wafat juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan haji di masa mendatang, terutama dalam hal perlindungan kesehatan bagi jamaah.
Daftar Jamaah Haji yang Meninggal
Menurut Rifki, dari 10 jamaah yang wafat, tujuh di antaranya berasal dari Sumbar, sementara tiga lainnya dari Bengkulu. Berikut nama-nama jamaah haji yang meninggal: Tukiman Sandy Kromo Karso (54 tahun), Mustina Abdul Basir (66 tahun), dan Umi Kasnini Rasyid (61 tahun) berasal dari Bengkulu. Sementara itu, Yunilis Muin (74 tahun), Sofian Arbi (41 tahun), Imam Kanapi Qodir (81 tahun), Syamsu Kari Sudin (59 tahun), Mainusni Marukun (75 tahun), Nurjasmi Tamar Hamzah (70 tahun), dan Hizbullah Sulan Sulan (78 tahun) adalah jamaah haji yang meninggal dari Provinsi Sumbar.
Dengan jumlah jamaah yang wafat, Kemenhaj Sumbar menegaskan bahwa semua prosedur dijalani dengan baik, termasuk pemantauan kesehatan sebelum keberangkatan dan pemulihan setelah tiba di Tanah Suci. Rifki juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengumumkan hasil evaluasi terkait kejadian tersebut dalam waktu dekat. Evaluasi ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan bahwa jumlah jamaah yang wafat dapat diminimalkan pada musim haji berikutnya.
Dalam konteks keseluruhan, jumlah jamaah haji yang berangkat dari Padang mencerminkan kontribusi daerah dalam menjalankan ibadah haji. Meski terdapat beberapa jamaah yang tidak bisa pulang, Kemenhaj tetap berupaya memastikan bahwa ribuan jamaah lainnya berhasil menyelesaikan perjalanan haji mereka dengan aman dan sesuai rencana. Proses pemulangan jamaah yang sedang dirawat atau meninggal dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko tambahan saat perjalanan kembali ke Indonesia.
Dengan kondisi terkini, Kemenhaj Sumbar terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengurus embarkasi di Arab Saudi, untuk memastikan kesehatan jamaah haji tetap terjaga. Rifki menyebut bahwa persiapan haji tahun depan akan lebih matang, terutama dalam hal fasilitas kesehatan dan perlindungan jamaah. Semangat serta doa dari masyarakat juga menjadi penopang utama bagi jamaah yang sedang dalam perawatan, yang diharapkan bisa segera pulih dan kembali ke keluarga.