Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Seniman Denpasar dan Bangli kolaborasi tampilkan gong kebyar di PKB

Published 01/07/2026 · Updated 01/07/2026 · By Ayu Saraswati

Seniman Denpasar dan Bangli Kolaborasi Tampilkan Gong Kebyar di PKB

Historic Moment - Denpasar, Bali—Sejumlah seniman dari Kota Denpasar dan Kabupaten Bangli membawa kejutan dalam acara Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa, yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kolaborasi ini dihadirkan di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, sebagai upaya memperkaya kreativitas seni tradisional Bali. Dalam kesempatan tersebut, para seniman dari dua daerah yang berbeda berhasil menciptakan harmonisasi musik yang unik, menggabungkan kekhasan masing-masing budaya dalam satu pertunjukan.

Kolaborasi yang Menghadirkan Kekompakan dan Dinamika

Pertunjukan Gong Kebyar Dewasa menjadi momen istimewa bagi para seniman yang turut serta. Sebagai bagian dari komunitas Sanggar Seni Semara Budaya Kota Denpasar, I Gede Adi Surya mengatakan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman luar biasa. "Kami berlatih bersama seniman dari daerah lain, sehingga saling memperkaya pengetahuan dan membangun kebersamaan," ujarnya dalam wawancara dengan media pada Rabu, yang menghadirkan kelompok seni dari Bangli dan Denpasar dalam satu panggung.

"Pada proses latihan itu kita beradaptasi, saling memahami satu sama lain untuk menjalin suatu chemistry agar bisa satu rasa dalam pergelaran ini," tambah Gede Adi.

Dalam parade tersebut, dua kelompok seni—Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur dari Desa Adat Songan, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, serta Sanggar Seni Semara Budaya yang diwakili oleh Banjar Badak Sari dari Desa Sumerta Klod, Kecamatan Denpasar Timur—berhasil memperlihatkan keharmonisan permainan Gong Kebyar. Pertunjukan ini menekankan pentingnya kekompakan, dinamika musikal, serta semangat kebersamaan antar-seniman. Gede Adi menjelaskan bahwa latihan bersama tidak hanya fokus pada penguasaan teknik tabuh, tetapi juga pada pembentukan ikatan emosional di antara para penabuh agar tampilan di atas panggung bisa selaras dan menawan.

Kolaborasi antara Denpasar dan Bangli ini menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang daerah tidak menghalangi upaya untuk bersatu dalam menyampaikan pesan budaya. "Kami ingin menunjukkan bahwa walaupun berasal dari wilayah yang berbeda, kita tetap memiliki satu rasa dan semangat yang sama dalam menjaga seni tradisi Bali," kata Adi Surya. Pesan tersebut, menurutnya, bertujuan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keunikan Gong Kebyar dalam Rangkaian PKB

Parade Gong Kebyar Dewasa merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian PKB 2026. Acara ini menjadi platform bagi para seniman dari berbagai kabupaten dan kota di Bali untuk menampilkan kreativitasnya. Dengan adanya kolaborasi antara Denpasar dan Bangli, PKB kali ini diharapkan menjadi lebih dinamis dan menunjukkan peran penting dari kerja sama lintas daerah dalam pelestarian seni.

Pertunjukan Gong Kebyar Dewasa di Ardha Candra juga menggambarkan evolusi seni tradisional yang tidak ketinggalan zaman. Dengan memadukan teknik tabuh dari kedua daerah, para seniman menciptakan interpretasi baru yang tetap mempertahankan esensi budaya. Adi Surya menegaskan bahwa keharmonisan ini tidak tercapai begitu saja, melainkan melalui proses yang membutuhkan kesabaran dan komunikasi intensif. "Latihan bersama adalah kunci, karena hanya dengan saling mengerti, kita bisa menciptakan alunan musik yang seimbang dan berkesan," katanya.

"Kolaborasi ini mengajarkan kita bahwa perbedaan bisa menjadi kekuatan, bukan penghalang. Dengan berbagi pengalaman, kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih baik," ujarnya.

PKB XLVIII Tahun 2026 sendiri diperkirakan menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Bali. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama. Gede Adi menyebut bahwa kesuksesan pertunjukan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seniman lainnya untuk terus melakukan kolaborasi.

Langkah Awal untuk Melestarikan Budaya Tradisional

Kolaborasi Denpasar-Bangli dalam Gong Kebyar Dewasa dianggap sebagai langkah awal dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional Bali. Pesta Kesenian Bali, sebagai acara tahunan yang telah diadakan sejak tahun 1970-an, dikenal sebagai ajang utama untuk menampilkan kekayaan seni Nusantara. Dalam kesempatan ini, pertunjukan Gong Kebyar dianggap sebagai bagian penting dari identitas budaya Bali, yang selama ini dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Dalam konteks globalisasi, upaya seperti ini menjadi semakin relevan. Tantangan yang dihadapi oleh seni tradisional, seperti kurangnya minat generasi muda dan perubahan pola hidup, semakin mengharuskan para seniman membangun inovasi. Adi Surya menegaskan bahwa kolaborasi antar-daerah bisa menjadi cara untuk menarik perhatian lebih luas dan menunjukkan bahwa seni tradisional tetap hidup dalam konteks modern.

"Melalui kolaborasi, kita tidak hanya menjaga seni, tetapi juga membangun keakraban antar-tingkat wilayah. Ini adalah langkah kecil yang bisa menghasilkan dampak besar untuk budaya Bali," kata Gede Adi.

Dengan melibatkan seniman dari berbagai daerah, PKB 2026 dianggap sebagai wadah yang inklusif. Acara ini menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan lokal, tetapi juga bisa menjadi jembatan antar-wilayah. Gede Adi berharap kolaborasi semacam ini bisa terus berlanjut, tidak hanya dalam acara sejenis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Sementara itu, para penabuh dari Denpasar dan Bangli mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh PKB. Mereka menilai pertunjukan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan, sekaligus membuka peluang untuk bekerja sama lebih lanjut. "Ini bukan hanya pertunjukan, tetapi juga pembelajaran. Kami saling memperkaya satu sama lain dan memperkuat semangat kebersamaan," pungkas Gede Adi, yang menjadi representasi dari Sanggar Seni Semara Budaya Kota Denpasar dalam kolaborasi ini.

Dengan semua yang telah dilakukan, PKB 2026 dianggap sebagai momentum penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional. Tidak hanya memperlihatkan keahlian, tetapi juga membuktikan bahwa seni bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar-wilayah. Gong Kebyar Dewasa menjadi contoh nyata, bahwa perbedaan tidak selalu menjadi penghalang, selama ada komitmen untuk saling belajar dan berkarya bersama.