BMKG: Benda langit bercahaya di Malang bukan rudal
BMKG: Benda Langit Bercahaya di Malang Bukan Rudal
Pada Sabtu (11/4) lalu, warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, merekam objek bercahaya yang muncul di langit. Video tersebut diunggah ke akun Instagram @malang_kidulan dan menunjukkan benda tersebut bergerak cepat secara horizontal serta terlihat jauh. BMKG Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa fenomena ini bukanlah rudal, melainkan sampah antariksa atau tahap roket yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
Analisis BMKG
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengonfirmasi bahwa objek bercahaya tersebut bukan rudal. “Analisis awal menunjukkan objek tersebut kemungkinan besar adalah sampah antariksa atau tahap roket yang terbakar saat menghantam atmosfer,” jelas Ricko, yang memberikan pernyataan dari Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Minggu.
“Fenomena ini disebut sebagai space jellyfish, dimana cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar. Efek tersebut diakibatkan oleh pantulan sinar matahari pada gas buang roket,” tambah Ricko.
Ricko menambahkan bahwa space jellyfish sering kali muncul akibat roket Tiongkok, seperti Long March CZ-3B, yang memantulkan cahaya di ketinggian saat langit gelap. Fenomena serupa juga terjadi di wilayah lain di Indonesia, seperti Lampung pada 4 April 2026 dan Natuna pada 9 April 2026.
Penjelasan Ricko
Dalam penjelasannya, Ricko menyatakan bahwa kejadian tersebut kerap terjadi di daerah khatulistiwa, karena menjadi jalur utama orbit satelit dan debris antariksa yang terbakar. “Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fenomena ini,” kata dia, menegaskan bahwa objek bercahaya tersebut adalah hal yang wajar.
Berdasarkan lokasi video, objek terekam di Kecamatan Slorok dan Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa fenomena terjadi pada pukul 18.46 WIB, mengguncang warga Malang Selatan yang awalnya menduga itu adalah rudal.
