Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Official Announcement: BNN dalami narkotika internasional yang libatkan WNA Rusia di Bali

Published 08/06/2026 · Updated 08/06/2026 · By Rizki Hakim

BNN Dalami Jaringan Narkotika Internasional dengan WNA Rusia di Bali

Official Announcement - Denpasar, Bali – Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang memperdalam penyelidikan terhadap jaringan perdagangan narkotika internasional yang mencurigakan. Jaringan tersebut diduga melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) Rusia yang berhasil ditangkap di Kabupaten Bangli, Bali, pada Jumat (5/6). Petugas mengamankan narkotika berupa hashish dengan berat sekitar 7,8 kilogram bruto, yang menjadi bukti utama keberadaan jaringan gelap ini. Penangkapan terjadi di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, dan merupakan hasil kerja sama antara BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Komjen Pol. Putu Putera Sadana, menjelaskan bahwa penangkapan dua WNA Rusia ini hanya awal dari investigasi lebih besar. Menurutnya, penyidik masih menyelidungi kemungkinan keterlibatan pelaku lain, termasuk jaringan distribusi narkotika yang beroperasi di Bali dan menghubungkan ke negara-negara lain. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan kami terus mengembangkannya. Jika ditemukan tersangka tambahan atau barang bukti lainnya, akan kami umumkan dalam penyelidikan berikutnya,” kata Putu Sadana dalam wawancara di Denpasar, Bali, hari Minggu.

Kami ingin pastikan setiap temuan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Proses penyelidikan ini harus berdasarkan data, fakta, dan pendekatan ilmiah,” tambahnya.

Kegiatan penyelidikan ini dimulai dari informasi yang diperoleh oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait tas koper yang berisi ganja dari Thailand. Tas tersebut dibawa oleh seorang WNA Rusia berinisial KK (52 tahun) dan diduga akan dibawa ke Bali untuk dijual. Setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, KK langsung melanjutkan perjalanan dengan mobil rental menuju Pelabuhan Ketapang. Ia menyusuri laut dan tiba di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 03.00 WITA. Di sana, KK dijemput oleh SK (40 tahun), WNA Rusia lainnya, yang kemudian membawa barang tersebut ke wilayah Bali.

Petugas BNN melakukan kejar-kejaran sejak kedua pelaku tiba di area Bangli. Kedua WNA Rusia ini akhirnya ditangkap setelah berhasil menyusuri jalur distribusi yang tersembunyi. Barang bukti narkotika yang disita berupa hashish, yang merupakan bentuk konsentrat ganja. Hashish dihasilkan dari resin tanaman ganja (trikoma) yang dikumpulkan dan dipadatkan, sehingga memiliki kadar tetrahydrocannabinol (THC) lebih tinggi dibandingkan ganja biasa. Zat ini biasanya berwarna cokelat dan berbentuk padat seperti bola, stik, atau balok.

Proses Penyelidikan yang Terpadu

Koordinasi antarlembaga menjadi kunci sukses pengungkapan jaringan ini. BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai serta Polda Bali untuk mengawasi aktivitas penyelundupan. Selama perjalanan, KK menggunakan mobil rental untuk menghindari pengawasan ketat. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, ia segera bertemu dengan SK, yang kemungkinan besar merupakan partner dalam pengiriman barang ilegal. Keberhasilan penangkapan menunjukkan bahwa jaringan ini beroperasi dengan rencana matang dan alur distribusi yang terencana.

Putu Putera Sadana menegaskan bahwa operasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan penyebaran narkotika yang melibatkan jaringan internasional. Penyelidikan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang memberikan kerangka hukum lengkap untuk menangani kasus penyelundupan. “Ini bukti bahwa BNN tidak hanya fokus pada narkoba lokal, tetapi juga memperluas cakupan penyelidikan ke jaringan internasional,” ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, BNN menyoroti intensitas peredaran narkotika di Bali. Laporan terbaru menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi titik transit untuk narkoba yang berasal dari luar negeri. Dengan adanya dua WNA Rusia yang ditangkap, jaringan ini kemungkinan besar memiliki koneksi ke Eropa atau Asia Tenggara. Pendalaman terus dilakukan untuk mengidentifikasi jalur distribusi, asal barang bukti, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas ini.

Hashish menjadi produk utama dalam operasi ini karena sifatnya yang mudah dibawa dan memiliki nilai tinggi di pasar gelap. Konsentrasi THC pada hashish membuatnya lebih efektif dalam menyebabkan efek narkotika. Selain itu, hashish juga lebih mudah disimpan dan dipindahkan dibandingkan bentuk ganja segar. “Kasus ini menunjukkan bahwa narkoba internasional bisa mencapai wilayah Bali melalui jalur laut, yang memperlihatkan keberhasilan pengawasan terhadap pelabuhan,” kata Putu Sadana.

Penyidik BNN masih mencari informasi tambahan untuk memperkuat kasus. Termasuk menelusuri identitas pelaku lain yang mungkin terlibat dalam jaringan ini. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga aktif dalam memastikan bahwa WNA Rusia tersebut