Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pengamat politik nilai hasil survei Kompas cerminkan reformasi Polri

Published 28/06/2026 · Updated 28/06/2026 · By Budi Ananda

Latest Program: Survei Kompas sebagai Indikator Reformasi Polri

Latest Program - Jakarta, 18 April 2026 – Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas mencatatkan peningkatan signifikan dalam evaluasi kinerja Polri. Hasil penelitian ini menunjukkan 80,6 persen responden mengakui perbaikan prestasi institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Angka ini, menurut pengamat politik senior Boni Hargens, menjadi bukti bahwa reformasi yang dijalani Polri mulai terlihat dalam persepsi masyarakat.

Survei Menjadi Bukti Empiris Reformasi Polri

“Survei Litbang Kompas dianggap sebagai sumber informasi empiris yang dapat dipercaya dalam menilai arah transformasi Polri,” ujar Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (18/4).

Boni menekankan bahwa peningkatan kepercayaan publik tidak hanya mencerminkan efisiensi operasional, tetapi juga perubahan budaya organisasi Polri. Angka 80,6 persen tersebut menunjukkan kemajuan dalam meredam kritik yang selama ini menghiasi berbagai media. Survei ini, menurutnya, juga membantu masyarakat melihat Polri dengan sudut pandang yang lebih objektif, terutama dalam menjaga keseimbangan antara wewenang negara dan tanggung jawab sosial.

Reformasi Polri dan Implementasi PRESISI

Selain itu, Boni menyebutkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen, naik dari 76,2 persen pada 2025. Perubahan ini, menurutnya, terkait erat dengan komitmen Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam menerapkan konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Dengan keberhasilan implementasi PRESISI, Boni menilai reformasi kepolisian semakin terarah dan terukur.

“Kepercayaan publik yang meningkat terhadap Polri merupakan prasyarat bagi penguatan demokrasi dan keberhasilan pelaksanaan pemerintahan,” tambah Boni.

Boni juga menyoroti bahwa survei Litbang Kompas, yang dilakukan pada 9–18 April 2026 melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi, menjadi dasar penting untuk mengukur dampak reformasi. Metode pengambilan sampel sistematis bertingkat dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,83 persen menjamin akurasi data. Survei ini, menurutnya, berkontribusi pada peningkatan legitimasi pemerintahan dan mengurangi risiko konflik antara lembaga kepolisian dan masyarakat.

Konteks Kepemimpinan dan Tantangan Reformasi

Dalam konteks kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Boni menegaskan bahwa Polri memiliki peran kritis dalam menjaga stabilitas nasional. Peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kinerja internal Polri, tetapi juga membantu memperkuat pemerintahan yang lebih inklusif.

“Latest Program ini menunjukkan bahwa reformasi Polri tidak hanya tentang peningkatan efisiensi, tetapi juga tentang kepercayaan yang menjadi penggerak utama dalam proses demokratisasi,” jelas Boni.

Menurut Boni, keberhasilan reformasi Polri tidak bisa dipisahkan dari dinamika politik nasional. Ia menambahkan bahwa capaian survei ini menjadi momentum untuk menilai sejauh mana upaya transformasi berhasil mengubah citra Polri dari 'alat pemerintah' menjadi 'pelayan masyarakat.' "Latest Program ini membuktikan bahwa reformasi telah menjangkau masyarakat luas," pungkasnya.