Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: Kodam Tanjungpura musnahkan barang bukti operasi satgas pamtas

Published 07/07/2026 · Updated 07/07/2026 · By Sinta Kurniawan

Kodam Tanjungpura Musnahkan Barang Bukti Operasi Satgas Pamtas

Facing Challenges - Pemusnahan barang bukti dari operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat, yang dilakukan oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura, berlangsung di Lapangan Tidayu, Markas Kodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, jajaran TNI Angkatan Darat, Lautan, dan Udara, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, Imigrasi, Balai POM Pontianak, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat. Pemusnahan ini dilakukan pada Senin, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan dan pencegahan kejahatan di jalur perbatasan.

Barang Bukti yang Dimusnahkan

Barang bukti yang dibakar mencakup berbagai jenis barang ilegal yang berhasil disita selama operasi Satgas Pamtas periode 2025–2026. Total barang yang dimusnahkan mencapai 20 pucuk senjata lantak, 30 pucuk senjata bowman, 5 pucuk pistol, 55.355,5 gram sabu-sabu, 12.169,5 gram ganja, 30 butir pil ekstasi, 312 botol minuman keras ilegal, serta 1.586 gram sisik trenggiling. Pemusnahan ini dilakukan untuk memberikan sinyal bahwa wilayah perbatasan Kalimantan Barat tetap dalam pengawasan ketat dan komitmen bersama dalam menegakkan hukum.

“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil operasi Satgas Pamtas di sepanjang jalur perbatasan darat RI–Malaysia. Wilayah ini selama ini menjadi tempat rawan penyelundupan dan kejahatan lintas negara,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Dalam acara tersebut, para peserta juga melakukan penandatanganan berita acara serta foto bersama sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kemitraan dalam menjaga keamanan perbatasan. Pemusnahan barang bukti ini tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan barang-barang yang bisa berdampak negatif, tetapi juga sebagai bentuk pengingkatan kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dan institusi terkait.

Kehadiran Instansi Lintas SeKTOR

Kehadiran berbagai instansi seperti KemenkumHAM Kalbar menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara. Jonny Pesta Simamora, Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Kalbar, menyatakan bahwa partisipasi pihaknya dalam pemusnahan barang bukti adalah bentuk dukungan untuk upaya pemberantasan tindak pidana yang memengaruhi stabilitas wilayah perbatasan.

“Kanwil Kemenkum Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, dan seluruh pemangku kepentingan agar langkah pencegahan dan penegakan hukum di perbatasan berjalan lebih efektif dan komprehensif,” tambah Jonny Pesta Simamora.

Kalimantan Barat, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memiliki tantangan besar dalam mengendalikan aliran narkotika, senjata ilegal, serta barang-barang selundupan lainnya. Tantangan ini terus meningkat karena akses yang mudah ke jalur perbatasan dan keberadaan pengusaha serta pelaku kejahatan yang aktif di daerah tersebut. Pemusnahan barang bukti menjadi bentuk tindakan tegas untuk menekan aktivitas penyelundupan dan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah.

Penguatan Sinergi dan Koordinasi

Jonny menegaskan bahwa langkah pemusnahan ini adalah indikator keberhasilan penguatan sinergi antarinstansi. “Melalui kerja sama yang terus diperkuat, kita bisa memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap wilayah perbatasan,” ujarnya. Pemusnahan barang bukti bukan hanya simbolis, tetapi juga memberikan pengaruh nyata dalam mengurangi jumlah barang ilegal yang masuk ke Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan mendorong koordinasi yang lebih intensif antara TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, serta instansi lainnya. Pemusnahan barang bukti juga menjadi kesempatan untuk evaluasi dan pengembangan strategi pencegahan kejahatan lintas negara. Dengan adanya kegiatan seperti ini, institusi terkait bisa mengidentifikasi celah-celah yang masih ada dan memperbaikinya secara bersama-sama.

Pengaruh Kejahatan Lintas Negara

Kalimantan Barat sering menjadi sasaran tindak pidana lintas negara karena lokasinya yang strategis dan akses yang mudah ke wilayah Malaysia. Jonny menyoroti bahwa narkotika dan senjata ilegal menjadi ancaman utama bagi keamanan dan stabilitas daerah. “Dengan adanya barang bukti yang dimusnahkan, kita menegaskan bahwa perbatasan Kalimantan Barat tidak mudah dikuasai oleh aktor-aktor negatif,” tambahnya.

Jumlah barang ilegal yang berhasil disita selama operasi menunjukkan tingkat aktivitas penyelundupan yang signifikan. Sabu-sabu dan ganja yang dimusnahkan menunjukkan bahwa narkotika tetap menjadi masalah utama di wilayah perbatasan. Sementara itu, minuman keras ilegal dan senjata api juga menjadi bagian dari upaya menyelundupkan barang-barang yang berpotensi merusak keamanan masyarakat.

Jonny menekankan bahwa Kanwil KemenkumHAM Kalbar akan terus berupaya meningkatkan sinergi dengan seluruh pihak terkait. “Kita perlu langkah-langkah preventif yang berkelanjutan dan terukur untuk meminimalisasi tindak kejahatan lintas negara,” ujarnya. Upaya ini diharapkan bisa membangun sistem pengawasan yang lebih solid dan mempercepat proses penegakan hukum di daerah perbatasan.

Signifikansi Pemusnahan Barang Bukti

Pemusnahan barang bukti tidak hanya memberikan kesan bahwa kejahatan lintas negara berhasil dicegah, tetapi juga menegaskan bahwa institusi pemerintah dan keamanan tetap waspada. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan daerah dan memperkuat hubungan antarinstansi dalam pemberantasan kejahatan.

Sebagai bagian dari operasi Satgas Pamtas, pemusnahan barang bukti ini dianggap penting dalam menegakkan hukum dan menjaga keterbukaan informasi. Jonny menambahkan bahwa langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa wilayah perbatasan Kalimantan Barat dikelola secara terpadu dan tidak mudah dijangkau oleh aktor-aktor kejahatan yang beroperasi di luar batas negara.

Upaya Kodam Tanjungpura dalam menggelar pemusnahan barang bukti ini juga menunjukkan tanggung jawab dalam menjaga keamanan nasional. Melalui sinergi dengan instansi lain, mereka mampu mengidentifikasi barang-barang yang berpotensi merusak ketertiban umum dan memusnahkannya secara langsung. Dengan begitu, Kalimantan Barat tetap menjadi lokasi yang aman dan diawasi secara ketat.