Main Agenda: JAFF Market 2026 bidik penguatan ekosistem perfilman lewat kolaborasi
JAFF Market 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Perfilman Melalui Kolaborasi
Main Agenda - Jakarta, Jumat — Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2026 kembali hadir sebagai ajang kolaborasi yang membantu para pelaku industri perfilman mengembangkan ekosistem film nasional. Acara ini dirancang untuk menjadi wadah pertemuan antara kreator, investor, distributor, serta berbagai pihak terkait lainnya. Dalam konferensi pers penyelenggaraan tahun ini, Market Director JAFF, Linda Gozali, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri film tidak hanya diukur dari jumlah penonton, melainkan juga dari keberlanjutan dan kualitas kolaborasi yang terbangun.
Menyongsong Pertumbuhan Berkelanjutan
Linda Gozali menegaskan bahwa JAFF Market hadir untuk memperkuat struktur industri perfilman Indonesia, bukan sekadar mengejar angka penonton. "Setiap tahunnya, meski kondisi ekonomi tidak pasti, kita berupaya agar tidak hanya fokus pada statistik," ujarnya. Ia menambahkan, nilai di balik data penonton menjadi fondasi penting untuk memperluas sinergi dan membuka peluang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, acara ini diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih stabil.
“Yang paling penting adalah keberlangsungan, keberlanjutan, sustainability,” kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, saat menyambut konferensi pers JAFF Market 2026.
Dalam wawancara terpisah, Linda menyoroti bahwa industri film Indonesia tetap menunjukkan tren positif di paruh pertama tahun 2026. Tren ini tercermin dari peningkatan jumlah film yang mampu mencapai lebih dari satu juta penonton dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa optimisme ini perlu didukung oleh akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya lokal. "Film harus menemukan jalannya menuju pasar domestik yang paling besar dan potensial," tambahnya.
Dengan fokus pada pertumbuhan ekosistem, JAFF Market 2026 berupaya membangun jejaring antar pelaku industri, memperoleh pendanaan, hingga membantu ekspansi distribusi karya. Upaya ini diharapkan bisa menjadikan film-film Indonesia lebih dikenal di dalam negeri dan berpotensi menembus pasar internasional. Menurut Linda, acara ini juga bertujuan memperkuat pengalaman menonton di bioskop sebagai bagian dari perkembangan industri.
Komitmen Pemerintah Memperkuat Kebudayaan
Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, JAFF Market telah menjadi platform penting untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam industri perfilman. Dari kreator hingga investor, acara ini membantu menjaga keberlanjutan industri melalui kerja sama dan pengembangan proyek bersama. "Keberadaan film market berperan sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor ini," jelas Fadli.
“Yang paling penting adalah keberlangsungan, keberlanjutan, sustainability,” kata Fadli saat menyambut konferensi pers JAFF Market 2026.
Fadli juga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ekosistem perfilman dari hulu hingga hilir. Langkah ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas penulisan skenario, serta dukungan terhadap tema-tema film yang dinilai memerlukan afirmasi. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin melalui JAFF Market diharapkan bisa membuka peluang baru bagi karya-karya nasional untuk tumbuh secara signifikan.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri, JAFF Market 2026 menyediakan berbagai program yang dirancang untuk menfasilitasi pertemuan antar pelaku industri. Program ini meliputi pelatihan, diskusi panel, serta kesempatan bagi kreator untuk memperoleh dana investasi. "Kegiatan ini menjadi ruang bagi lahirnya kolaborasi baru yang berdampak jangka panjang," ujarnya.
Selain itu, Fadli menilai JAFF Market juga sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat kebudayaan dan sinema. Kota yang dianggap sebagai salah satu hub utama di Indonesia ini diperlukan sebagai wadah yang memperkuat eksistensi film dan meningkatkan pengalaman menonton. Dengan menghadirkan berbagai pihak, acara ini diharapkan bisa memperkaya dinamika industri perfilman.
Program Lengkap untuk Mendorong Kolaborasi
JAFF Market 2026 menyediakan berbagai inisiatif yang terstruktur untuk memfasilitasi pertumbuhan ekosistem. Program ini meliputi pembukaan peluang pertemuan, pelatihan, serta akses pendanaan bagi karya-karya lokal. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pihak-pihak yang terlibat bisa saling membangun hubungan kerja dan memperkuat posisi mereka dalam pasar.
Menurut Linda, JAFF Market juga diharapkan bisa menjadi jembatan bagi film-film Indonesia menjangkau pasar global. "Dengan kolaborasi yang terus berlanjut, karya lokal bisa dikenal lebih luas dan memperoleh penonton internasional," katanya. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan ruang untuk menciptakan sinergi yang konkret.
Kegiatan JAFF Market 2026 akan berlangsung pada 28 November hingga 30 November 2026 di Yogyakarta. Acara ini didukung oleh Amar Bank sebagai mitra utama, yang menjadi salah satu bagian dari strategi penguatan industri perfilman. Dengan jadwal yang diumumkan, pihak penyelenggara berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan inklusif bagi seluruh pelaku industri.
JAFF Market juga bertujuan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan budaya dan perfilman. Kota ini dianggap memiliki potensi besar untuk menarik perhatian dari berbagai pihak, baik lokal maupun internasional. Dengan adanya acara seperti ini, industri perfilman diharapkan bisa lebih berkembang, terutama dalam aspek distribusi dan pemasaran.
Konferensi pers JAFF Market 2026 menunjukkan komitmen bersama antara pihak penyelenggara, investor, serta mitra strategis. Berbagai pihak menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini bisa menjadi batu loncatan untuk keberlanjutan industri perfilman Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, JAFF Market diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkaya kultur dan seni film nasional.
Dalam pembukaan acara, Linda Gozali menegaskan bahwa JAFF Market tidak hanya memperhatikan hasil jumlah penonton, tetapi juga kualitas karya dan hubungan antar pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan industri perfilman memerlukan peran aktif dari berbagai pihak, mulai dari kreator hingga penonton. "Kita harus memastikan bahwa film tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu menginspirasi dan membangun jaringan yang kuat," pungkasnya.
Program-program yang disiapkan dalam JAFF Market 2026 dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang dalam industri. Dengan kehadiran berbagai