Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

TPID dan BUMD Riau gelar pasar murah empat hari di Pekanbaru dan Rohul

Published 15/06/2026 · Updated 15/06/2026 · By Rachmat Razi

TPID dan BUMD Riau Adakan Pasar Murah Empat Hari di Pekanbaru dan Rohul

TPID dan BUMD Riau gelar pasar - Pekanbaru, (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui PT Riau Pangan Bertuah menginisiasi kegiatan pasar murah selama empat hari di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan utama dari operasi pasar murah ini adalah untuk memastikan aksesibilitas bahan pokok bagi masyarakat, terutama di tengah situasi perubahan harga yang dinamis. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebanyak empat kali dalam seminggu karena hari Selasa mendatang (16/6) berbarengan dengan hari libur nasional, yaitu Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Dalam pernyataannya, Tetty menambahkan bahwa pasar murah kali ini dilaksanakan dengan strategi distribusi harga bahan pokok yang lebih terjangkau. "Pada hari ini, Senin (15/6), operasi pasar murah diadakan di Halaman SMA 16, Jalan Pramuka Ujung, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru," tuturnya. Kegiatan tersebut akan berlanjut hingga hari Jumat, dengan lokasi yang berbeda di setiap harinya. Untuk hari Rabu (17/6), pasar murah berlangsung di Halaman Kantor Camat Tambusai Utara, sementara Kamis (18/6) dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Kunto Darussalam dan Jumat (19/6) di Halaman Kantor Camat Tandun, keduanya berada di Kabupaten Rokan Hulu.

“Adanya kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok dan mencegah lonjakan inflasi,” ujar Tetty. Ia menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut dirancang agar lebih terjangkau bagi masyarakat luas, terutama kelompok yang membutuhkan bantuan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi produsen lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Daftar Harga Bahan Pokok di Pekanbaru

Dalam operasi pasar murah di Kota Pekanbaru, beberapa bahan pokok ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar umum. Beras SPHP dijual seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, sementara beras anak daro dan beras sokan dibanderol Rp165 ribu per 10 kg. Untuk beras sokan dan beras anak daro, harga yang ditawarkan adalah Rp83 ribu per 5 kg. Selain itu, bahan pokok lainnya seperti gula pasir dijual dengan harga Rp18 ribu per kg, minyak goreng kemasan Minyakita seharga Rp15.500 per bungkus, garam krista Rp2 ribu per 200 gram, garam nusantara Rp2 ribu per 250 gram, serta telur Rp49 ribu per papan.

Tetty juga menekankan bahwa harga bahan pokok ini ditentukan berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. "Kami memastikan semua harga tersebut sesuai dengan standar ketersediaan stok dan kebutuhan konsumen," tambahnya. Dengan penurunan harga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari tanpa mengalami beban ekonomi berlebih. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kenaikan harga yang memengaruhi daya beli warga.

Pasar Murah di Rohul: Kebutuhan Pemkab dan Subsidi Harga

Berbeda dengan pasar murah di Pekanbaru, kegiatan serupa di Kabupaten Rokan Hulu didasari oleh kebijakan pemerintah daerah setempat. Tetty menjelaskan bahwa operasi pasar murah di Rohul menggunakan sistem subsidi yang diberikan kepada produsen. "Harga bahan pokok di sini disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET), sehingga lebih murah dari pasar umum," katanya. Dalam operasi ini, beras CML dijual seharga Rp68 ribu per 5 kg, sedangkan beras premium dibanderol Rp70 ribu per 5 kg.

Produk lain seperti gula pasir dijual dengan harga Rp16 ribu per kg, minyakita Rp14 ribu per liter, minyak goreng premium Rp20 ribu per liter, tepung terigu Rp11 ribu per kg, dan telur Rp45 ribu per papan. Tetty menambahkan bahwa bawang putih juga ditawarkan dengan harga Rp24 ribu per kilogram. Selain itu, cabai merah kriting, bawang merah, serta kentang juga akan dijual di bawah harga petani. "Ini merupakan upaya untuk menyerap produksi lokal dan menekan harga jual yang terlalu tinggi," ujarnya.

Operasi pasar murah yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Dengan menurunkan harga bahan pokok, TPID dan BUMD Riau mencoba menjaga stabilitas harga pasar dan mengurangi risiko inflasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, serta meningkatkan kesejahteraan konsumen. Dalam konteks ini, pasar murah di Rohul memiliki peran khusus karena didukung oleh subsidi pemerintah, sehingga lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan warga.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri mengingatkan bahwa kegiatan pasar murah ini hanya berlangsung selama empat hari, namun efeknya bisa dirasakan dalam jangka panjang. "Kami terus memantau ketersediaan stok dan menyesuaikan harga sesuai dengan kondisi pasar. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan kebiasaan belanja yang lebih ekonomis," kata Tetty. Ia juga mengatakan bahwa TPID dan BUMD Riau akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berkala.

Adanya pasar murah ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat sistem distribusi bahan pokok yang lebih efisien. TPID memastikan bahwa setiap kegiatan pasar murah dirancang agar mampu menjangkau wilayah yang paling terdampak inflasi. "Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat harga yang lebih murah, tetapi juga memahami pentingnya mengelola pengeluaran secara bijak," ujar Tetty. Dengan begitu, operasi pasar murah ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengurangan beban ekonomi warga.