Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Zulhas: Indonesia upayakan menjadi penghasil ikan terbesar di dunia

Published 02/07/2026 · Updated 02/07/2026 · By Ahmad Hidayat

Zulhas: Indonesia Berupaya Menjadi Penghasil Ikan Terbesar di Dunia

Topics Covered - Dari Jakarta, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Indonesia bertujuan menjadi produsen ikan terbesar global untuk memastikan ketersediaan pangan. "Tujuan utama tahun ini bukan hanya mencapai swasembada beras, tetapi juga menargetkan Indonesia sebagai negara penghasil ikan terbesar dunia," ujarnya setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di bidang kelautan dan perikanan. Menurut Zulhas, upaya ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan global terkait kebutuhan bahan makanan.

Menko Zulhas menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar langkah-langkah yang diambil tetap menjaga stabilitas pangan. Dalam konteks ini, setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras, fokus selanjutnya adalah mengamankan kebutuhan ikan dalam negeri. "Dengan memastikan produksi ikan melimpah, kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat daya tahan pangan," imbuhnya.

"Dengan dukungan semua, maka program kebijakan Presiden untuk swasembada akan terpenuhi dan bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan perubahan dalam pengelolaan sektor perikanan. Perubahan ini mencakup pengaturan tata kelola budi daya dan penangkapan ikan agar lebih efisien dan berkelanjutan. "Kita perlu mengoptimalkan potensi laut dan perairan, baik melalui pengembangan budidaya maupun peningkatan teknik tangkap," jelas Zulhas.

Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Produksi Ikan

Pemerintah mengambil langkah strategis dengan memperluas kawasan budi daya ikan darat tematik hingga mencapai 40 ribu titik di 500 lokasi strategis. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi protein hewani nasional tanpa menambah beban terhadap hutan dan lahan. "Kawasan konservasi laut menjadi fondasi penting untuk keberlanjutan sumber daya kelautan di masa depan," tambah Menko Zulhas.

Dalam bidang perikanan tangkap, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah fokus pada peningkatan kapasitas penangkapan ikan secara berkelanjutan. "Kita perlu meningkatkan produksi secara signifikan untuk mengimbangi kebutuhan populasi yang terus tumbuh," katanya. Upaya ini didukung oleh pengembangan teknologi dan intensifikasi pemanfaatan perairan untuk memperluas ketersediaan ikan di pasaran lokal.

Upaya Meningkatkan Swasembada Garam

Dalam sektor garam, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian khusus. Zulhas menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan swasembada garam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. "Produksi garam nasional harus bisa memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi tanpa ketergantungan pada impor," jelasnya.

Zulhas mengungkapkan bahwa Inpres Nomor 14 Tahun 2025 dikeluarkan sebagai arahan untuk mendorong intensifikasi, ekstensifikasi, serta intervensi teknologi pada kawasan sentra ekonomi garam rakyat. "Target swasembada garam diperkirakan tercapai akhir 2027, karena saat ini Indonesia masih mengimpor garam dalam jumlah besar," tambahnya. Di samping itu, ia menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas garam industri, seperti kadar NaCl di atas 97 persen, yang akan diproduksi sekitar 400 ribu ton per tahun.

"Pemerintah juga mengembangkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, sebagai pusat budi daya udang modern dari hulu hingga hilir, serta melakukan revitalisasi tambak di Pantura Jawa seluas sekitar 14.090 hektare yang terintegrasi dengan rehabilitasi mangrove," katanya pula.

Menurut Zulhas, pengembangan tambak udang modern di Waingapu akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. "Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjamin pasokan ikan udang secara stabil," ujarnya. Sementara revitalisasi tambak di Pantura Jawa diharapkan memperkuat ekosistem pesisir dan meningkatkan produksi yang sejalan dengan Visi Indonesia pada tahun 2045.

Pengembangan Teknologi dan Infrastruktur

Dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan, pemerintah juga berencana melakukan modernisasi terhadap 4.582 unit kapal perikanan. "Perbaikan infrastruktur ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan penerimaan negara melalui pajak, devisa, serta PNBP," kata Zulhas. Langkah ini diperkirakan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan ikan di pasar dalam negeri.

Zulhas menambahkan bahwa sektor kelautan dan perikanan selaras dengan Astacita Presiden, yaitu kebijakan yang memprioritaskan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. "Pertumbuhan sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir," imbuhnya. Ia menegaskan bahwa pengembangan sumber daya kelautan akan berdampak pada kemajuan ekonomi nasional secara holistik.

Dalam keseluruhan strategi, Zulhas menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan masyarakat. "Partisipasi aktif semua pihak akan mempercepat pencapaian target swasembada ikan dan garam," katanya. Ia berharap program ini menjadi referensi bagi negara-negara lain dalam menghadapi tantangan global terkait ketersediaan pangan.

Menko Zulhas juga menyebutkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memegang peran penting dalam menciptakan ekonomi berkelanjutan.