Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Wamendag Roro perluas akses pasar Indonesia di Asia Tengah

Published 21/06/2026 · Updated 21/06/2026 · By Zahra Putri

Wamendag Roro Perluas Akses Pasar Indonesia di Asia Tengah

Topics Covered - Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, melaksanakan upaya untuk mengembangkan peluang ekspor dan investasi Indonesia di kawasan Asia Tengah melalui keikutsertaan dalam Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026. Forum yang berlangsung di Uzbekistan ini menjadi platform penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan memperluas akses pasar bagi produk serta investasi Indonesia. Kehadiran Roro Esti dalam acara tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mendekatkan diri ke negara-negara di kawasan tersebut.

Dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Minggu, Roro Esti menekankan bahwa partisipasi Indonesia di TIIF 2026 merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat diplomasi ekonomi. Ia menyoroti pentingnya forum ini dalam membuka peluang baru bagi perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Uzbekistan, serta negara lain di Asia Tengah. "Kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia," tambah Roro Esti dalam pidato pembukaan forum.

Kawasan Asia Tengah sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Roro Esti menegaskan bahwa Uzbekistan dianggap sebagai mitra strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan kerja sama ekonomi. Ia menyebutkan bahwa kawasan Asia Tengah memiliki potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi. Dengan memperluas akses pasar di sana, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk unggulannya serta memperkuat keterlibatan dalam ekonomi regional.

Menurut Roro Esti, partisipasi dalam TIIF 2026 juga bertujuan untuk memastikan produk Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat internasional di kawasan Asia Tengah. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menarik perhatian investor global serta mendorong keterlibatan lebih dalam dari pelaku usaha Indonesia. "Kita ingin memastikan produk-produk kami mendapat tempat yang lebih baik di pasar internasional," ujarnya.

Kehadiran Pemimpin Dunia di TIIF 2026

Forum TIIF 2026 di Tashkent menarik perhatian sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pemimpin dari negara-negara seperti Albania, Rusia, Belarus, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Tajikistan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Uzbekistan dan kawasan Asia Tengah semakin dianggap sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta investasi global.

Presiden Mirziyoyev dalam pidatonya membahas komitmen Uzbekistan untuk terus melakukan reformasi ekonomi dan meningkatkan kemudahan berusaha. Ia menekankan bahwa negara tersebut sedang berupaya memperkuat iklim investasi yang terbuka dan kompetitif. "Uzbekistan akan terus berkomitmen pada perbaikan sistem bisnis dan pembukaan pasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya dalam pidato pembukaan.

Kerja Sama Ekonomi dan Perundingan IU-FTA

Roro Esti menyebutkan bahwa kunjungan kerjanya ke Uzbekistan dimanfaatkan untuk mendorong tindak lanjut berbagai agenda kerja sama ekonomi yang sudah disepakati. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia dan Uzbekistan sedang berupaya mempercepat perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, serta menciptakan peluang usaha yang lebih besar bagi kedua negara.

"Hubungan ekonomi Indonesia-Uzbekistan menunjukkan tren positif dan masih memiliki ruang yang luas untuk terus ditingkatkan," tambah Roro Esti. Ia mengingatkan bahwa diperlukan langkah konkret untuk memperluas diversifikasi produk, memperkuat kerja sama investasi, serta mempererat konektivitas bisnis antar pelaku usaha. Dengan IU-FTA, harapan Indonesia adalah agar ekspor produk dan investasi bisa lebih mudah diakses di kawasan Asia Tengah.

Strategi Diversifikasi dan Potensi Ekspor

Selama berada di Tashkent, Wamendag Roro melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat pemerintah, mitra usaha, dan pihak-pihak terkait. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat mendukung peningkatan ekspor dan investasi Indonesia. Roro Esti berharap dari pertemuan-pertemuan tersebut muncul strategi baru yang memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.

Forum TIIF 2026 berlangsung pada 16–19 Juni 2026 dan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara. Peserta termasuk pejabat pemerintah, investor global, lembaga keuangan internasional, serta pelaku usaha dari sektor-sektor strategis. Forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjembatani keterlibatan antar negara dalam kerja sama ekonomi. "TIIF 2026 menjadi platform utama untuk memperkuat posisi Uzbekistan sebagai pusat investasi dan perdagangan di Asia Tengah," kata Roro Esti dalam pidato.

“Kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia,” sebut Wamendag saat pembukaan forum, yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan.

Dalam pembukaan TIIF 2026, Roro Esti juga menyoroti pentingnya kerja sama bilateral dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa diversifikasi pasar ekspor nasional adalah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Dengan memperluas akses pasar ke Asia Tengah, Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saing produknya di tingkat internasional. Selain itu, kerja sama ekonomi dengan Uzbekistan dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kawasan tersebut.

Acara TIIF 2026 diharapkan bisa menjadi ajang untuk menarik minat investasi dari negara-negara lain. Dalam forum ini, para pemimpin dunia dan investor saling berdiskusi mengenai peluang ekonomi lintas kawasan. Roro Esti menyebutkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam TIIF 2026 juga membuka jalan bagi eksplorasi kerja sama di sektor-sektor yang strategis, seperti energi, pertanian, dan teknologi. "Kita ingin mengeksplorasi potensi kerja sama yang bisa saling menguntungkan," ujarnya.

Presiden Mirziyoyev menegaskan bahwa Uzbekistan memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa reformasi ekonomi yang sedang dijalankan negara tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik bagi investor. Dengan demikian, kawasan Asia Tengah diprediksi akan menjadi salah satu destinasi utama bagi investasi internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Kehadiran Indonesia di TIIF 2026 juga berdampak pada peningkatan kepercayaan pelaku usaha internasional terhadap kemampuan negara ini dalam membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Roro Esti berharap dari keikutsertaan dalam forum ini, Indonesia dapat meningkatkan eksposur produknya di kawasan Asia Tengah, sehingga lebih mudah diterima oleh pasar lokal. Selain itu, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kedua negara dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Dengan keikutsertaan dalam TIIF 2026, Indonesia berharap bisa memperluas jaringan perdagangan dan investasi. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai negara menunjukkan bahwa forum ini menjadi ajang penting bagi pertukaran ide dan kolaborasi ekonomi. Roro Esti optimis bahwa langkah-langkah konkret yang diambil dalam forum ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mem