Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Rumah BUMN SIG catat transaksi Rp6,9 miliar, perkuat daya saing UMKM

Published 26/06/2026 · Updated 26/06/2026 · By Dewi Firmansyah

Rumah BUMN SIG Terus Mendorong Pertumbuhan UMKM di Rembang

Special Plan - Jakarta, Jumat – Program Rumah BUMN (RB) Rembang yang dijalankan oleh PT Semen Gresik, anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, telah mencapai sejumlah pencapaian signifikan. Dalam lima tahun terakhir, program ini berhasil mencatatkan transaksi total sebesar Rp6,9 miliar, sekaligus menyediakan peluang kerja bagi lebih dari 2.100 tenaga lokal. Kontribusi ini menjadi bukti komitmen SIG dalam meningkatkan kualitas usaha kecil dan menengah (UMKM) di wilayah operasionalnya, serta memperkuat daya saing sektor ekonomi lokal.

Program RB Rembang: Strategi Membangun Ekonomi Berkelanjutan

Sebagai bagian dari visi keberlanjutan perusahaan, SIG secara aktif mengembangkan ekosistem bisnis yang bermuara pada keterlibatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Dalam wawancara di Jakarta, Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan nilai bersama melalui pendekatan adaptif dan berkelanjutan. "UMKM memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar," katanya. "SIG terus berupaya memperkuat kapasitas bisnis mereka dengan pendekatan yang holistik, agar dapat bersaing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional."

"UMKM memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. SIG terus berupaya memperkuat kapasitas bisnis mereka dengan pendekatan yang holistik, agar dapat bersaing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional."

Program RB Rembang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menyediakan fasilitas untuk membangun merek, meningkatkan kualitas produk, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional usaha. Dengan pendekatan ini, SIG bertujuan untuk membentuk lingkaran ekonomi yang inklusif, memastikan keberlanjutan pertumbuhan UMKM sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat. Penyerapan tenaga kerja lokal yang signifikan menunjukkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari transaksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan sosial.

Kasus Nyata: Batik Sekar Mulyo Meningkatkan Omzet Hingga Rp100 Juta per Bulan

Satu contoh nyata keberhasilan program RB Rembang adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik usaha Batik Sekar Mulyo yang berlokasi di Rembang. Dengan bantuan pendampingan dari RB Rembang, usahanya kini berkembang pesat, dengan omzet bulanan mencapai sekitar Rp100 juta. Selain itu, bisnis ini juga mampu menyerap puluhan karyawan tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

Bella menjelaskan bahwa dukungan RB Rembang memberikan dampak langsung pada pemasaran dan kualitas produk. "Program ini membantu kami memahami cara memperluas jaringan pemasaran, mulai dari desain produk hingga penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen baru," katanya. "Selain itu, pelatihan tentang standarisasi dan pengemasan juga meningkatkan daya tarik usaha kami."

Pendampingan Komprehensif: 580 UMKM Diberdayakan dengan Berbagai Pendekatan

Rumah BUMN Rembang berperan sebagai inkubator bisnis yang berbasis desa, dengan program pendampingan menyeluruh untuk 580 UMKM yang dikembangkan. Dukungan ini mencakup pelatihan pengembangan kualitas produk, standarisasi proses produksi, digitalisasi usaha, penguatan merek, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif. Pendekatan komprehensif ini dirancang agar pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan kredibilitas merek, sehingga lebih mampu bersaing di pasar modern.

Selama periode lima tahun terakhir, RB Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan untuk UMKM. Angka ini mencerminkan keberlanjutan upaya perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pelatihan-pelatihan tersebut tidak hanya memberikan ilmu teknis, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi antar pelaku usaha, memperkuat keterampilan manajerial, serta mendorong inovasi dalam operasional bisnis. "Tujuan utama dari semua aktivitas ini adalah mengubah UMKM menjadi entitas yang lebih kuat, baik secara produksi maupun pemasaran," tambah Vita.

Ekosistem Bisnis yang Integrasif: Dari Pelatihan hingga Akses Pasar Global

Menurut Vita Mahreyni, Rumah BUMN Rembang berfungsi sebagai pusat pembelajaran, ruang kolaborasi, serta akses ke pasar yang lebih luas. "Dengan memadukan pembinaan usaha, jaringan kerja sama, dan strategi pemasaran digital, kami menciptakan lingkungan yang memudahkan UMKM berkembang," ujarnya. Untuk memperluas dampaknya, SIG berencana melanjutkan pengembangan program ini hingga tingkat nasional dan global. Tujuan jangka panjang adalah menumbuhkan ekosistem bisnis yang mampu menghadirkan solusi terhadap tantangan pasar, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perekonomian daerah.

Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah penggunaan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan bantuan teknologi, UMKM yang tergabung dalam RB Rembang bisa menjangkau konsumen di luar wilayah lokal, termasuk daerah-daerah besar seperti Jakarta maupun kota-kota besar di luar Jawa. Selain itu, program ini juga memberikan akses ke sumber daya seperti infrastruktur, modal, serta bantuan pemasaran melalui media sosial.

Peran RB Rembang dalam Menjaga Keberlanjutan Ekonomi Lokal

Dengan capaian transaksi hingga Rp6,9 miliar, RB Rembang telah membuktikan bahwa peran BUMN dalam mendukung UMKM tidak hanya sekadar pemberdayaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Program ini membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan tren pasar, mengurangi ketergantungan pada pasar lokal, dan meningkatkan daya saing. Dalam konteks keberlanjutan, SIG menjadikan RB Rembang sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan, memastikan bahwa manfaatnya terus berlangsung bahkan setelah program berakhir.

Kepala cabang RB Rembang menyatakan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat sekitar. "Dengan terlibat langsung dalam pelatihan, UMKM di Rembang tidak hanya memperbaiki kualitas produk, tetapi juga belajar cara mengelola usaha secara profesional," ujarnya. "Ini menjadi fondasi untuk menciptakan UMKM yang lebih inovatif dan berdaya saing."

Rumah BUMN SIG tidak hanya fokus pada pendid