Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: PLN perkuat ekosistem kendaraan listrik Jatim guna wujudkan NZE 2060

Published 15/06/2026 · Updated 15/06/2026 · By Dewi Kurniawan

PLN perkuat ekosistem kendaraan listrik Jatim untuk wujudkan NZE 2060

Latest Program - Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT PLN (Persero) tengah mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Inisiatif ini bertujuan mempercepat adopsi mobil listrik di berbagai sektor, sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Pelaksanaan program ini dilakukan dalam rangka memastikan keberlanjutan lingkungan serta membentuk pola hidup berbasis listrik yang lebih luas di masyarakat Jawa Timur.

Persiapan Transformasi Energi

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Coreboost 2.0 yang dirancang untuk mempercepat pergeseran penggunaan energi. "Kami berkomitmen menyediakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan, sehingga masyarakat Jawa Timur dapat mengadopsi gaya hidup yang lebih elektrifikasi," ujarnya di Surabaya, Senin. Dalam konteks ini, PLN berupaya menciptakan ekosistem yang tidak hanya fokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan kehidupan sehari-hari yang ramah lingkungan.

"Program ini tidak hanya mengejar keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menciptakan kebiasaan baru yang mendukung pengurangan emisi karbon secara signifikan," tambah Mustaqir.

Pelaksanaan proyek ini melibatkan konversi total 3.335 kendaraan operasional petugas pencatat meter menjadi kendaraan listrik, yang akan dilakukan secara bertahap. Kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekosistem tersebut. Dengan sinergi ini, PLN Group Jawa Timur menyediakan solusi yang terintegrasi, mulai dari pemasok kendaraan listrik hingga dukungan finansial dan perlindungan asuransi.

Kolaborasi Lintas Sektor

Peran BRI dan Polytron dalam kolaborasi ini sangat strategis. BRI berkontribusi dengan menawarkan pembiayaan yang mudah dan terjangkau, sementara Polytron menyediakan teknologi baterai serta layanan pendukung lainnya. "Ketersediaan modal yang lebih fleksibel akan membantu masyarakat lebih mudah mengakses kendaraan listrik, terutama di sektor transportasi," jelas Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia. Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat proses transisi menuju ekonomi hijau.

Menurut Susiana, langkah-langkah seperti ini mencerminkan kebutuhan integrasi antara berbagai bidang, seperti energi, perbankan, manufaktur, dan infrastruktur. "Kerja sama yang saling mendukung akan mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," tambahnya.

"Dukungan dari sektor energi, perbankan, dan manufaktur adalah fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang net zero emissions pada 2060," kata Susiana.

Dalam upaya yang sama, Regional Consumer Business Head BRI Surabaya, Tri Prasetyo Hadi Nugroho, menjelaskan bahwa akses ke pembiayaan yang lebih mudah adalah faktor utama dalam memperluas penggunaan mobil listrik. "Kami percaya bahwa solusi keuangan yang terjangkau dapat mendorong partisipasi lebih banyak dari masyarakat dan bisnis," ujarnya. Kemitraan ini diharapkan mempercepat pemanfaatan kendaraan listrik, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan infrastruktur tambahan.

Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi

PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), melalui Head of Group Product EV2W, Ilman Fachrian Fadly, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon. "Pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai adalah bagian integral dari upaya kita menciptakan ekosistem yang lebih hijau," katanya. Ia menyoroti bahwa inisiatif ini tidak hanya menargetkan pengurangan emisi, tetapi juga menguatkan penggunaan energi terbarukan sebagai sumber utama.

"Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar sektor dapat mendorong transisi energi yang lebih cepat dan berkelanjutan," ujar Ilman.

Dalam konteks pemanfaatan kendaraan listrik, PLN Group Jawa Timur berfokus pada peningkatan infrastruktur pengisian dan pelayanan teknis. "Dengan dukungan BRI dan Polytron, kami bisa memberikan solusi yang lebih lengkap, mulai dari pengadaan kendaraan hingga pemeliharaan jangka panjang," terang Mustaqir. Dalam beberapa tahun ke depan, proyek ini diharapkan menjadi pilar utama dalam perencanaan keberlanjutan lingkungan di Jawa Timur.

Tantangan dan Harapan

Mustaqir menyebutkan bahwa sektor transportasi masih menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan energi terbarukan. "Kendaraan listrik berpotensi mengurangi polusi udara dan mengoptimalkan penggunaan listrik yang berasal dari sumber hijau," katanya. Dengan konversi 3.335 unit kendaraan, PLN menargetkan peningkatan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.

Susiana Mutia menambahkan bahwa program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan. "Kami ingin masyarakat tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memahami manfaat jangka panjang dari perubahan ini," ujarnya. Dukungan dari BRI dan Polytron dianggap sebagai bagian krusial dalam mempercepat transisi ke model energi yang lebih hijau.

Tri Prasetyo Nugroho menegaskan bahwa peran perbankan dalam mengakses pembiayaan sangat berpengaruh. "Kami sedang mengembangkan berbagai produk keuangan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan listrik," katanya. Sementara Ilman Fachrian Fadly menjelaskan bahwa Polytron berkomitmen menghadirkan teknologi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Kontribusi untuk Target Nasional

Dalam jangka panjang, inisiatif PLN di Jawa Timur diharapkan menjadi contoh nyata bagi negara lain. "Program ini selaras dengan target nasional NZE 2060, dan kita percaya Jawa Timur bisa menjadi salah satu daerah yang lebih cepat mencapai tujuan tersebut," jelas Susiana. Perubahan ini juga didukung oleh pemerintah provinsi dalam berbagai kebijakan yang mendorong adopsi teknologi hijau.

Ilman Fachrian Fadly menegaskan bahwa keberhasilan ekosistem kendaraan listrik memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak. "Kolaborasi antar sektor adalah jalan terbaik untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan," ujarnya. Dengan sinergi ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dalam bidang energi hijau.

Dalam keseluruhan perencanaan, PLN dan mitranya berfokus pada pembangunan yang berimbang antara teknologi, ekonomi, dan lingkungan. Upaya mereka dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan, terutama dalam rangka mencapai target NZE 2060. Keberhasilan proyek ini akan menjadi fondasi bagi transisi energi di Indonesia yang lebih cepat dan lebih masif.