Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Menteri PKP pastikan suku bunga untuk rumah subsidi tidak naik

Published 20/06/2026 · Updated 20/06/2026 · By Rizki Hakim

Pertahankan Suku Bunga Rumah Subsidi di 5 Persen

Key Discussion - Jakarta, Jumat – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa suku bunga bagi rumah subsidi tetap stabil di level 5 persen, tidak mengalami kenaikan sepanjang masa angsuran. Meski terjadi peningkatan tingkat bunga Bank Indonesia (BI Rate), pemerintah masih berkomitmen untuk menjaga bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di angka 5 persen, sehingga masyarakat bisa mengakses perumahan dengan cicilan yang terjangkau. Dalam pidatonya, Mauarar menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memastikan keberpihakan terhadap rakyat, terutama mereka yang memiliki penghasilan rendah. "Negara tetap hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya. "Meski ada dinamika ekonomi dan kenaikan BI Rate, bunga FLPP dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap bisa memperoleh hunian yang layak dan terjangkau," tambahnya.

Pertemuan Strategis dengan Danantara Indonesia

Dalam rapat yang dihadiri bersama Danantara Indonesia, Maruarar juga menjelaskan bahwa kebijakan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun, seperti yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, telah dibahas secara intensif. Kebijakan ini diharapkan dapat diimplementasikan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku. "Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony," katanya. "Semua proses masih berjalan sesuai rencana, dan ada beberapa isu yang sedang dipersiapkan terkait Meikarta. Saya akan memastikannya lagi saat menghadiri BPKP hari Senin depan," tambah Mauarar. Rapat tersebut juga menyoroti langkah strategis dalam mengoptimalkan aset negara untuk mendukung penyediaan perumahan. Para peserta membahas pendataan rumah susun yang dimiliki BUMN, sebagai bagian dari upaya memperkuat program prioritas nasional.

Perkembangan Penyaluran FLPP 2026

Dalam rangkaian diskusi, disampaikan pula progres penyaluran FLPP Tahun 2026. Target yang ditetapkan sebanyak 350.000 unit rumah, hingga saat ini telah tercapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari total angka tahunan. Mauarar menegaskan bahwa penyaluran FLPP tetap menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat luas. "Program ini merupakan upaya nyata untuk memastikan kebutuhan perumahan terpenuhi secara merata," ujarnya. Hal ini berdampak pada kelancaran proses pembiayaan perumahan subsidi, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

Program 3 Juta Rumah dan Gentengisasi

Mauarar menyebutkan bahwa Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu inisiatif pemerintah yang mendapat dukungan strategis. "Kami bersama Danantara Indonesia sedang mengkoordinasikan langkah-langkah untuk mempercepat pencapaian target," jelasnya. Selain itu, Program Gentengisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah warga juga mendapat respons positif dari sektor perbankan. Khususnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut berperan dalam mendukung pelaksanaan program ini. "Kemitraan dengan perbankan sangat penting untuk memastikan kesinambungan dana pembiayaan," tambahnya.

Isu Strategis Meikarta

Rapat tersebut juga membahas perkembangan proyek Meikarta, yang menjadi fokus utama dalam upaya penyelesaian berbagai hambatan di sektor perumahan. Pemerintah bersama Danantara Indonesia sedang merencanakan langkah-langkah strategis, termasuk proses serah terima hibah, percepatan due diligence legalitas tanah, serta penentuan BUMN yang akan ditugaskan mengelola proyek tersebut. "Semua aspek telah dijajaki secara mendalam, termasuk skema penetapan harga jual per unit rumah," ujarnya. "Dengan demikian, proses sosialisasi kepada masyarakat bisa dilakukan secara optimal," imbuh Mauarar. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan proyek Meikarta dapat terealisasi secepat mungkin.

Upaya Optimalisasi Aset Negara

Menurut Maruarar, optimasi aset negara menjadi prioritas dalam peningkatan ketersediaan perumahan. "BUMN memiliki peran penting dalam mengelola properti yang tersedia," kata Menteri PKP. "Kami terus berkoordinasi untuk memastikan aset tersebut dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk pengembangan perumahan subsidi maupun kebutuhan masyarakat lainnya," jelasnya. Dalam konteks ini, pendataan rumah susun yang dimiliki BUMN menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan supply hunian. "Ini adalah langkah untuk memastikan tidak ada aset negara yang terbuang sia-sia," tambahnya.

Komitmen untuk Kepentingan Masyarakat

Dalam keseluruhan diskusi, Maruarar menekankan bahwa kebijakan FLPP dan program perumahan lainnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan rakyat. "Kami berupaya agar semua program ini dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," ujarnya. Dengan mempertahankan suku bunga tetap rendah, pemerintah menargetkan akses perumahan bagi keluarga miskin dan menengah kebawah tetap terjaga. "Ini adalah bentuk kebijakan inklusif yang terus kami tindaklanjuti," tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa langkah-langkah ini didukung oleh sejumlah stakeholder, termasuk institusi BUMN yang terlibat dalam pengembangan perumahan.

Peran Danantara Indonesia

Danantara Indonesia, sebagai mitra strategis pemerintah, berperan aktif dalam pengelolaan FLPP dan program-program terkait. "Komitmen Danantara sangat penting untuk mendorong percepatan realisasi target," jelas Mauarar. Dalam rapat tersebut, ia menyebutkan bahwa peran Danantara tidak hanya terbatas pada pemberian dana, tetapi juga dalam memastikan transparansi dan keberlanjutan proyek. "Dengan kerja sama yang baik, kami yakin semua isu bisa diselesaikan secara baik," tambahnya. Selain itu, Danantara juga membahas persiapan instruksi presiden (Inpres) sebagai alat percepatan penyelesaian berbagai tantangan dalam sektor perumahan.

Visi Jangka Panjang

Kebijakan FLPP dan Program 3 Juta Rumah merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk memastikan kebutuhan perumahan terpenuhi. "Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki akses ke hunian, tetapi juga memiliki perumahan yang berkualitas," ujarnya. Dalam konteks ini, pembiayaan yang rendah dan tenor panjang menjadi solusi untuk menjangkau keluarga dengan penghasilan terbatas. "Ini adalah upaya untuk meminimalkan beban finansial warga, terutama dalam masa pandemi dan era ekonomi yang masih berubah," jelas Mauarar. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah terus memantau pro