Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: KEK Gresik serap investasi Rp113,4 triliun hingga kuartal I 2026

Published 14/06/2026 · Updated 14/06/2026 · By Nadia Utami

KEK Gresik Menjadi Sentra Investasi Berpotensi Tinggi

Key Discussion - Dari Jakarta, pemerintah mengungkapkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik telah mencatatkan penyerapan investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun hingga triwulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kawasan tersebut resmi ditetapkan sebagai KEK. Dari total tersebut, sekitar Rp108,2 triliun di antaranya berasal dari investasi yang masuk setelah keputusan status KEK diumumkan. Selain itu, KEK Gresik juga diklaim telah menyerap 45.860 tenaga kerja, dengan lebih dari 44 ribu peluang kerja baru tercipta sejak kawasan tersebut ditetapkan sebagai area khusus.

Perkembangan KEK Gresik Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Sekretaris Dewan Nasional KEK, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa KEK Gresik telah berkembang pesat sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021. Menurutnya, kawasan ini sekarang menjadi salah satu titik penting di Jawa Timur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri. "Dengan kinerja yang telah ditunjukkan, perluasan KEK Gresik menjadi langkah strategis untuk menampung minat investor yang tinggi," imbuhnya.

"Perluasan KEK Gresik diperlukan agar peluang investasi dapat segera direalisasikan, mengakomodasi kebutuhan industri yang terintegrasi, serta mendukung pengembangan energi hijau sebagai penunjang daya saing kawasan," ujar Susiwijono.

Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi tetapi juga mendorong ekosistem industri yang lebih kuat. Susiwijono menekankan bahwa KEK Gresik berpotensi meningkatkan kapasitas perekonomian Jawa Timur, terutama melalui sinergi antara sektor industri, pelabuhan, dan infrastruktur pendukung. "Kehadiran KEK Gresik menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang investasi yang terbuka dan efisien," tambahnya.

Proses Perluasan KEK Gresik Melalui PKKPR

Untuk mendorong keberlanjutan pengembangan KEK Gresik, pemerintah secara aktif mengawal rencana perluasan kawasan. Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang digelar di Kantor BUPP KEK Gresik (JIIPE), Gresik, pada Jumat (12/6). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah pusat, daerah, serta pengelola kawasan. Susiwijono menyatakan bahwa PKKPR menjadi platform penting untuk mengevaluasi rencana ekspansi secara menyeluruh.

Menurut Susiwijono, rencana perluasan KEK Gresik semakin menegaskan peran kawasan sebagai instrumen strategis dalam menarik minat investor dan mempercepat industrialisasi. "Kebutuhan pengembangan kawasan ini juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap KEK Gresik sebagai salah satu kawasan industri unggulan di Indonesia," paparnya. Ia menambahkan bahwa perluasan akan memberikan manfaat lebih luas, baik dalam sektor ekonomi maupun sosial.

Pengaruh KEK Gresik Terhadap Lapangan Kerja

Kehadiran KEK Gresik bukan hanya menguntungkan sektor investasi tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap pengurangan angka pengangguran. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berhasil menciptakan 45.860 lapangan kerja, di mana sebagian besar di antaranya berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan setelah statusnya ditetapkan. Susiwijono menyoroti bahwa penyerapan tenaga kerja ini merupakan bukti bahwa KEK Gresik mampu menjawab tantangan pasar tenaga kerja yang terus meningkat.

Ia menjelaskan bahwa kawasan ini menawarkan peluang kerja yang beragam, mulai dari tingkat teknis hingga manajerial. "Peningkatan jumlah lapangan kerja merupakan indikator kuat bahwa KEK Gresik berhasil menggerakkan ekonomi lokal dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar," ujarnya. Susiwijono menegaskan bahwa keberhasilan ini harus terus dipertahankan melalui koordinasi yang lebih intensif antarinstansi.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Memperkuat KEK Gresik

Susiwijono Moegiarso menegaskan dukungan pemerintah penuh terhadap rencana perluasan KEK Gresik. "Kami percaya bahwa perluasan ini akan membuka lebih banyak peluang untuk mengubah potensi investasi menjadi aktivitas ekonomi nyata," kata dia. Ia menjelaskan bahwa proses perluasan tidak hanya berfokus pada penambahan luas kawasan tetapi juga pada pengoptimalan tata ruang, perizinan, dan kebijakan yang selaras.

Kebijakan pemerintah diharapkan mampu memastikan KEK Gresik menjadi kawasan yang kompetitif dan dapat menarik investor dari berbagai sektor. Susiwijono juga menyebut bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan akan menjadi kunci keberhasilan. "Dengan sinkronisasi kebijakan, perluasan KEK Gresik diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar," ujarnya.

Kawasan Terintegrasi sebagai Penunjang Pertumbuhan

Kawasan Ekonomi Khusus Gresik dianggap sebagai contoh sukses dalam pengembangan kawasan terintegrasi yang mampu memadukan berbagai sektor. Susiwijono menyoroti bahwa KEK ini tidak hanya fokus pada industri tetapi juga menyediakan infrastruktur pelabuhan dan logistik yang berkualitas. "Dengan pengembangan yang terencana, KEK Gresik dapat menjadi pusat distribusi dan produksi yang efisien di Jawa Timur," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan energi hijau dalam KEK Gresik menjadi salah satu keunggulan yang membedakannya dari kawasan lain. "Pengembangan energi terbarukan