Key Discussion: IFBC 2026 diharap dorong pembukaan lapangan kerja baru
IFBC 2026 diharap dorong pembukaan lapangan kerja baru
Key Discussion - Bandung menjadi salah satu kota yang menyelenggarakan pameran peluang usaha Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026, yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Sudirman Grand Ballroom. Acara ini diharapkan menjadi wadah yang mendorong pertumbuhan usaha baru serta menciptakan peluang kerja untuk berbagai kalangan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan acara yang dihadiri oleh sejumlah pengusaha. Mereka yang hadir memiliki usaha yang sudah berkembang hingga menjangkau ratusan lokasi di Indonesia.
"Di sini, ada restoran yang telah memiliki cabang hingga 500 titik. Hal ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi generasi muda maupun kalangan lain yang tertarik menggeluti dunia usaha. Kehadiran pameran ini juga diperkirakan memiliki dampak luas dalam menciptakan lapangan kerja, mengingat potensi yang besar dari sektor kewirausahaan," ujar Dyah saat membuka acara.
Menurut Dyah, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja. Ia menegaskan bahwa angka tersebut perlu ditingkatkan hingga mencapai 10-12 persen jika bangsa ini ingin menjadi negara maju. Selain itu, ia menyebutkan bahwa pengembangan usaha memiliki peluang besar, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Indonesia, dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, menjadi tempat yang menjanjikan untuk berbagai jenis bisnis. Namun, potensi ekspor juga sangat menggiurkan, karena banyak negara lain yang menunggu produk-produk asli Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya menjembatani kedua pasar tersebut, Kementerian Perdagangan memberikan peran penting. Wakil Menteri menjelaskan bahwa institusi ini dapat membantu pengusaha memperluas akses pasar internasional. Caranya adalah dengan mempertemukan pelaku usaha dalam negeri dengan calon pembeli di luar negeri melalui perwakilan perdagangan seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center yang tersebar di 33 negara. "Dengan adanya perwakilan ini, bisnis bisa berkembang lebih cepat, dan produk dalam negeri memiliki peluang berdaya saing secara global," tambahnya.
Pameran sebagai wadah kolaborasi dan pertumbuhan
Harapan serupa juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Ia mengatakan bahwa IFBC merupakan platform penting yang menggabungkan berbagai elemen seperti ide, modal, jejaring, dan peluang usaha dalam satu ekosistem. "Dengan kehadiran pameran ini, pelaku usaha termasuk UMKM dapat bertemu dengan masyarakat yang ingin tumbuh melalui kewirausahaan. Ekosistem ini bukan hanya tentang profit, tetapi juga soal kesejahteraan sosial dan pengembangan kelas menengah produktif," papar Erwan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan sektor kewirausahaan, waralaba, kemitraan, dan UMKM sebagai salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam konteks ini, pameran IFBC dianggap sebagai sarana untuk memperkuat sinergi antara pengusaha dan masyarakat. "Saya berharap acara ini bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang edukasi, jejaring, serta lahirnya kemitraan yang sehat," ujarnya.
Sebagai penyelenggara pameran, Fredy Ferdianto, Head of Public Relation Neo Expo Promosindo, menilai IFBC 2026 merupakan momen penting dalam memperkuat semangat kewirausahaan dan menghadirkan peluang bisnis yang relevan. "Pameran ini tidak hanya menampilkan konsep franchise, tetapi juga memberikan akses ke berbagai peluang kemitraan modern yang dapat dijalankan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari investor hingga ibu rumah tangga," jelas Fredy.
Target transaksi dan sektor yang diprioritaskan
Menurut Fredy, IFBC 2026 Bandung memiliki target transaksi hingga Rp1 triliun dalam bentuk pembukaan usaha baru. Dalam acara tersebut, akan dipamerkan 150 merek dari berbagai sektor, termasuk retail, laundry modern, minuman kekinian, kuliner nusantara, kuliner modern, jajanan viral, kesehatan, dan pendidikan. "Tujuan kami adalah memastikan masyarakat dapat menemukan peluang usaha yang adaptif dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta pameran, Alfamart, memberikan penjelasan bahwa perusahaan menawarkan diskon biaya franchise hingga 50 persen, bahkan gratis bagi wilayah Jabotabek. Langkah ini dilakukan untuk menarik lebih banyak mitra, terutama yang ingin berpartisipasi dalam ekspansi bisnis ke luar negeri. "Kami saat ini memiliki 2.500 gerai di Bangladesh dan Filipina. Saat ini juga sedang mempersiapkan ekspansi ke negara lain," kata Tommy Sugianto, General Manager Franchise Marketing PT Sumber Alfaria Trijaya.
Dalam perspektif ekonomi, pameran IFBC 2026 dianggap sebagai pemicu perluasan akses pasar, baik untuk usaha dalam negeri maupun ke luar negeri. "Pameran ini membuka peluang untuk berbagai kalangan, termasuk generasi muda, pensiunan, dan ibu rumah tangga, yang ingin mencoba berwirausaha," lanjut Tommy. Ia menekankan bahwa kehadiran Alfamart di IFBC bukan hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi dengan mitra potensial.