Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenhub perkuat keselamatan nelayan lewat bantuan 150 jaket pelampung

Published 20/07/2026 · Updated 20/07/2026 · By Dian Ananda - bisadonasi.com

Foto : Dian Ananda - bisadonasi.com

Kemenhub Tingkatkan Keselamatan Nelayan dengan Penyerahan Jaket Pelampung di Muara Angke

bisadonasi.com – Jakarta - Upaya pemerintah dalam meningkatkan keamanan maritim terus digalakkan melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kementerian Perhubungan adalah penyerahan bantuan berupa 150 jaket pelampung kepada para nelayan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Program ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk membangun budaya pelayaran yang aman serta mengurangi potensi kecelakaan di perairan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi fondasi utama dalam pencegahan kecelakaan laut. Menurut beliau, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, kelaikan kapal, serta pemahaman kondisi cuaca dan alur pelayaran merupakan elemen-elemen krusial yang tidak boleh diabaikan. Penyerahan bantuan ini dilakukan pada hari Minggu sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat keselamatan di kawasan pesisir ibu kota.

Detail Bantuan dan Program Pendukung

Dalam kegiatan yang bertajuk Kampanye Keselamatan Pelayaran tersebut, Ditjen Perhubungan Laut tidak hanya menyerahkan jaket pelampung, tetapi juga berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Sebanyak 50 unit jaket pelampung berasal dari kontribusi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sementara sisanya berasal dari anggaran Kemenhub. Selain itu, terdapat 2.216 buku Pelaut Merah dan 6 e-pas kecil yang juga disalurkan kepada nelayan serta masyarakat maritim di wilayah tersebut.

"Tidak hanya life jacket, 2.216 buku Pelaut Merah, dan 6 e-pas kecil juga turut diberikan kepada nelayan dan masyarakat maritim setempat," ujarnya.

Muara Angke dikenal sebagai kawasan strategis dengan tingkat aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat tinggi. Mobilitas kapal di perairan ini memerlukan kepatuhan ketat terhadap ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan. Masyhud menekankan bahwa keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal, hingga nelayan.

Komitmen dan Harapan Jangka Panjang

Dalam sambutannya, Masyhud mengajak seluruh pihak terkait untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut sebelum melakukan pelayaran. Kapal harus dilengkapi dengan life jacket dan peralatan keselamatan lainnya, mematuhi kapasitas angkut yang ditentukan, serta memperhatikan informasi cuaca dan arahan dari syahbandar. Beliau menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran, karena perlindungan jiwa manusia adalah hal yang paling berharga.

"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.

Plt Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menambahkan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan kelanjutan dari kampanye keselamatan pelayaran sebelumnya. Pada Desember 2025, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 buku Pelaut Merah, serta 38 e-pas kecil kepada masyarakat maritim di lokasi yang sama.

"Di mana, Kementerian Perhubungan telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 buku Pelaut Merah, serta 38 e-pas kecil kepada masyarakat maritim setempat pada Desember 2025 silam," ujarnya.

Kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke ini dihadiri oleh 102 peserta yang berasal dari berbagai elemen, termasuk Kementerian Perhubungan, instansi pemerintah daerah, asosiasi, pemangku kepentingan pelayaran, serta perwakilan nelayan dan awak kapal wisata di DKI Jakarta. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, serta perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya meningkatkan keselamatan maritim.

"Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat, sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia," tegas Triono.

Masyhud berharap kampanye ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif dan menjadikan keselamatan sebagai budaya yang melekat dalam setiap aktivitas pelayaran. Dengan demikian, pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan dapat terwujud untuk kepentingan masyarakat maritim Indonesia secara keseluruhan.