Agenda Kunjungan: Penyintas bencana banjir tetap datangi masjid untuk membayar zakat

Penyintas Bencana Banjir Tetap Datangi Masjid Untuk Melaksanakan Zakat Fitrah

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (ANTARA) – Di tengah situasi sulit akibat bencana banjir, warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tetap memprioritaskan pembayaran zakat fitrah di Masjid At-Taqwa. Meski kondisi pascabanjir menyebabkan banyak penduduk terpaksa berpindah tempat tinggal, kegiatan ini dianggap sebagai tanggung jawab yang tak bisa ditunda.

Kegiatan Zakat Fitrah Sebagai Bentuk Kepedulian

“Tidak hanya untuk memenuhi kewajiban, pembayaran zakat fitrah ini juga menjadi cara untuk membantu sesama yang terkena musibah,” ungkap Erizal Kotto, seorang warga setempat, kepada ANTARA, Rabu.

Erizal, yang bekerja sebagai buruh kasar, menjelaskan bahwa keluarganya yang terdiri dari delapan orang tetap melaksanakan zakat fitrah. Ia menggunakan beras sebanyak sekitar 20 kg untuk memenuhi kewajiban tersebut. Meski ekonomi terpuruk, ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat solidaritas masyarakat.

Pengurangan Jumlah Pemenuhi Zakat Fitrah

Ketua panitia zakat di Masjid At-Taqwa, Henri Tampubolon, menyatakan bahwa jumlah muzakki (pembayar zakat) turun hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mengalami kesulitan mengakses masjid setelah mengalami kerusakan rumah dan lingkungan. Namun, ia mengapresiasi ketekunan warga yang tetap datang meski dalam situasi sulit.

“Kami bersyukur, masih ada banyak warga yang datang untuk melaksanakan kewajiban ini,” tambah Henri.

Menurut data panitia, sekitar 50 orang di Desa Hutagodang telah melaksanakan zakat. Mayoritas dari jumlah ini menggunakan beras sebagai bentuk pembayaran, yaitu sekitar 60 persen. Sementara 40 persen lainnya membayar dengan uang tunai sebesar Rp40 ribu. Kedua metode ini akan didistribusikan ke penerima sesuai kebutuhan pada Kamis (19/3) setempat.