Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PM Anwar sampaikan kerugian dapen Malaysia di startup RI ke parlemen

Published 19/07/2026 · Updated 19/07/2026 · By Sinta Kurniawan - bisadonasi.com

Foto : Sinta Kurniawan - bisadonasi.com

Perdana Menteri Malaysia Jelaskan Kerugian Dana Pensiun di Startup Indonesia kepada Parlemen

bisadonasi.com – PM Anwar sampaikan kerugian dapen Malaysia - Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi menyampaikan laporan mengenai kerugian investasi yang dialami lembaga Dana Pensiun Pegawai Negeri Sipil Malaysia atau Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) ke parlemen. PM Anwar sampaikan kerugian dapen yang terjadi akibat investasi di perusahaan startup akuakultur Indonesia, eFishery. Sebagai Menteri Keuangan Malaysia, Anwar Ibrahim memberikan penjelasan lengkap kepada anggota parlemen mengenai detail kasus ini. Penjelasan tersebut disampaikan di Ipoh, Perak, pada hari Minggu lalu, menandai langkah penting dalam transparansi pengelolaan dana negara.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa ia siap menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh anggota parlemen terkait kasus kerugian investasi KWAP. "Saya akan menjawab pertanyaan di Dewan Negara besok," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah Malaysia dalam menangani isu kerugian investasi yang menimpa dana pensiun pegawai negeri tersebut. Proses penjelasan di parlemen ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi publik Malaysia mengenai perkembangan kasus.

Detail Investasi KWAP di eFishery

KWAP telah menginvestasikan dana sebesar 163,4 juta ringgit ke dalam eFishery, perusahaan rintisan teknologi akuakultur asal Indonesia. Jumlah investasi ini mewakili sekitar 2,51 persen dari total kepemilikan saham perusahaan startup tersebut. Berdasarkan keterangan tertulis yang dikeluarkan KWAP, lembaga tersebut merupakan pemegang saham minoritas dalam struktur kepemilikan eFishery. Sementara itu, mayoritas saham perusahaan dikuasai oleh investor lain, termasuk investor institusional global yang juga mengalami dampak dari pelanggaran yang terjadi.

eFishery merupakan perusahaan rintisan teknologi akuakultur yang didirikan pada tahun 2013 di Indonesia. Awalnya, perusahaan ini dikenal sebagai pelopor solusi budidaya perikanan cerdas, khususnya melalui mesin pakan ikan otomatis yang dikendalikan secara digital. Teknologi ini membantu petani ikan dalam mengelola pemberian pakan secara efisien dan terukur. Perkembangan eFishery menarik perhatian investor internasional, termasuk KWAP, yang melihat potensi besar dalam sektor akuakultur digital.

Konfirmasi Penipuan dan Investigasi MACC

Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa KWAP menjadi korban penipuan terorganisir dalam investasi yang dilakukan. Manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery menjadi penyebab utama kerugian tersebut. KWAP menyatakan bahwa tindakan tindak lanjut yang tepat telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola dan akuntabilitas internal yang berlaku. Langkah-langkah hukum dan administratif sedang dijalankan untuk memulihkan kerugian yang dialami.

Selain itu, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) juga menyatakan bahwa sebuah tim khusus telah dibentuk untuk mempelajari dan memeriksa secara menyeluruh masalah kerugian investasi ini. Tim tersebut akan melakukan investigasi mendalam untuk memastikan semua aspek kasus dapat ditangani dengan baik. Investigasi ini mencakup analisis terhadap dokumen keuangan, komunikasi internal, dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan investasi KWAP di eFishery.

Proses Hukum dan Dampak Jangka Panjang

Tahun lalu, salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, dilaporkan telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan di Bandung, Jawa Barat. Hukuman ini diberikan setelah Gibran dinyatakan bersalah atas tindak pidana penggelapan dan pencucian uang. Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang melibatkan investor internasional, termasuk KWAP. Proses hukum di Indonesia menunjukkan keseriusan negara dalam menangani kasus penipuan investasi lintas batas.

Kasus ini menyoroti pentingnya due diligence dalam investasi lintas negara, terutama ketika melibatkan startup teknologi yang berkembang pesat. KWAP dan investor lainnya kini menunggu hasil investigasi MACC untuk menentukan langkah selanjutnya dalam pemulihan kerugian yang dialami. PM Anwar sampaikan kerugian dapen sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara. Transparansi dalam proses hukum dan investigasi diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga untuk investasi masa depan.

"Kasus KWAP-eFishery menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci dalam investasi internasional," ujar seorang analis keuangan di Kuala Lumpur.