Agenda Utama: Humaniora sepekan, skema “war ticket” haji hingga WFH untuk dosen
Humaniora sepekan, skema “war ticket” haji hingga WFH untuk dosen
Erupsi Gunung Semeru dan Benda Langit Misterius di Lampung
Di Jawa Timur, Gunung Semeru meletus dengan guguran awan panas mencapai 2,5 kilometer ke arah selatan. Kebijakan ini terjadi pada Sabtu (12/4) malam, menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian. Kolom letusan teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.47 WIB,” ungkap Sigit dalam komunikasi tertulis.
Sementara di Lampung, benda langit misterius yang terlihat dalam video viral dikonfirmasi sebagai sampah antariksa oleh Profesor Astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin. Benda tersebut menggelombangkan perhatian masyarakat di sekitar wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (4/4).
“Objek terang yang meluncur di langit dan terpecah menjadi bagian-bagian, merupakan pecahan dari sampah antariksa,” jelas Thomas.
Biaya Haji 2026 Menurun Meski Harga Avtur Naik
Presiden Prabowo Subianto mengatakan biaya per calon jamaah haji Indonesia untuk tahun 2026 akan berkurang Rp2 juta, meskipun harga avtur meningkat. Pernyataan ini diberikan saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta.
“Kita pastikan biaya haji 2026 turunkan harganya sekitar Rp2 juta, meskipun harga avtur naik,” tegas Prabowo.
Skema “War Ticket” Haji Masih dalam Tahap Kajian
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa skema “war ticket” dalam penyelenggaraan ibadah haji masih dalam pembahasan. Ia menjelaskan, jika Saudi membuka kuota besar, pemerintah akan menghadirkan dua opsi: antrean konvensional dan skema baru yang dinamai “war ticket” oleh Menteri Irfan Yusuf.
“Ke depan, jika Saudi membuka kuotanya dalam jumlah besar, kita akan buka dua skema. Pertama antrean yang sudah ada, skema kedua istilahnya ‘war ticket’,” ujar Dahnil.
Rekomendasi Mendiktisaintek untuk Penerapan WFH
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyarankan kampus memberikan kebijakan kerja dari rumah (WFH) kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) selama satu hari dalam seminggu. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan fleksibilitas kerja di lingkungan akademik.
“Kita mendorong kampus melakukan pemilihan dan evaluasi untuk tendik, dengan proses satu hari WFH dalam satu minggu,” terang Brian.
Beberapa isu humaniora menarik tercatat selama satu minggu terakhir, termasuk diskusi tentang pengelolaan haji, kebijakan pendidikan, dan fenomena alam yang menggemparkan masyarakat. Semua peristiwa ini dianggap penting dalam konteks pembangunan dan kehidupan sosial di Indonesia.
