Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Perbasi tambah lima pemain timnas putri untuk persiapan Asian Games

Published 17/06/2026 · Updated 17/06/2026 · By Rachmat Razi

Perbasi Kumpulkan Lima Pemain Baru untuk Timnas Putri dalam Persiapan Asian Games

Special Plan - Jakarta - Badan Tim Nasional (BTN) Perbasi mengumumkan penambahan lima atlet baru yang bergabung dalam pelatihan nasional timnas putri. Penambahan ini bertujuan memperkuat komposisi tim guna menghadapi ajang Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober. Manajer timnas bola basket putri Indonesia, Handoyo, mengatakan bahwa pemain-pemain ini dipilih berdasarkan potensi yang terlihat selama kegiatan Campus League, yang sebelumnya belum pernah diikutkan dalam skuad timnas.

"Beberapa talenta yang berbakat dari Campus League masuk dalam daftar pemain baru, dan mereka akan menjadi referensi penting untuk masa depan. Mayoritas pemain yang dipanggil saat ini masih termasuk usia muda," jelas Handoyo, Rabu.

Di antara lima pemain yang ditambahkan, ada Nurlaela Azhara, Anggita Yuliani Putri, Jesslyne Jaya Wiyanto, Pegi Maulani, serta Anastasya Virly. Handoyo menyebutkan bahwa kehadiran para pemain ini menambah keragaman dalam skuad yang sedang dibentuk. Pemain-pemain tersebut memiliki rentang usia yang beragam, dengan Anggita Yuliani Putri yang masih berusia 19 tahun, sementara Jesslyne Jaya Wiyanto dan Anastasya Virly baru saja memasuki usia 20 tahun. Pegi Maulani, di sisi lain, pada 18 April lalu mencapai usia 21 tahun.

Sebelumnya, BTN telah memanggil 24 pemain untuk mengikuti training camp atau pelatihan nasional sejak 3 Mei 2026. Dalam komposisi pemain ini, ada nama-nama yang diberi peran untuk bermain dalam timnas bola basket 3x3 putri Indonesia. "Kemungkinan besar beberapa dari mereka juga akan terlibat dalam kompetisi format 3x3 di masa depan," tambah Handoyo.

Program Latihan Segera Dimulai

Handoyo menegaskan bahwa pembinaan dan latihan timnas putri telah berjalan lancar hingga saat ini. Para pemain yang telah lebih dulu bergabung, kata dia, telah mampu menyerap materi yang diberikan pelatih. "Kondisi latihan saat ini terlihat cukup baik, baik dari segi keterlibatan pemain maupun adaptasi program pelatihan," tuturnya.

Tim pelatih telah merancang program yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan komposisi pemain. Langkah ini dilakukan untuk memastikan timnas putri siap menghadapi tantangan di Asian Games 2026. "Program pelatihan akan terus dikembangkan sesuai perkembangan kebugaran dan performa pemain," jelas Handoyo.

Target dan Harapan untuk Kualifikasi Internasional

Kehadiran pemain baru diharapkan dapat meningkatkan performa timnas putri di berbagai level kompetisi. Dengan adanya pemain muda yang memiliki potensi besar, BTN berupaya membangun basis pemain yang lebih kuat dan berkelanjutan. "Ini menjadi langkah penting untuk menyiapkan tim yang tidak hanya kompetitif di level nasional, tetapi juga siap bersaing secara global," kata Handoyo.

Dalam persiapan ini, ada beberapa faktor yang menjadi perhatian utama, termasuk peningkatan teknik, strategi, dan kesiapan mental para atlet. Pemain-pemain yang diikutkan dalam training camp akan melalui berbagai tahap evaluasi untuk menentukan siapa yang akan menjadi bagian dari skuad utama. "Kami juga memastikan ada keberagaman dalam kemampuan dan posisi, agar bisa menghadapi semua jenis pertandingan dengan baik," ujarnya.

Asian Games 2026 dan Pelatih Kepala Lithuania

Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, yang akan dimulai pada 19 September, akan menjadi ajang penting bagi timnas putri Indonesia. Perbasi menjadikannya sebagai target utama untuk mengevaluasi kemajuan pemain serta menguji kekuatan tim. "Kami telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi pertandingan, termasuk memperkuat komunikasi dan kerja sama tim," tutur Handoyo.

Selama latihan, timnas bola basket putri Indonesia dipimpin oleh pelatih kepala asal Lithuania, Gitautas Kievina. Pelatih ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam mengembangkan pemain muda dan mempersiapkan tim untuk kompetisi internasional. "Kehadiran Gitautas akan memberikan perspektif baru dalam pembinaan, terutama dalam meningkatkan kualitas teknik dan taktik," tambah Handoyo.

Menurut rencana, pelatihan akan terus berlangsung hingga beberapa minggu sebelum pembukaan Asian Games. Pemainan di dalam training camp akan menjadi penjajakan untuk memilih pemain yang paling siap tampil di level tertinggi. "Kami juga berharap bisa mendapatkan penampilan yang memuaskan di berbagai turnamen sebelumnya sebagai bekal menghadapi ajang besar," pungkas Handoyo.