Strategi Penting: Sampah Menumpuk di Pasar Kramat Jati, Pasar Jaya Percepat Pengangkutan

Sampah Menumpuk di Pasar Kramat Jati, Pasar Jaya Percepat Pengangkutan

Perumda Pasar Jaya mengambil langkah cepat untuk menangani penimbunan sampah yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran operasional pasar serta memastikan kenyamanan bagi pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar.

Langkah Koordinasi dengan Pihak Terkait

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat pengangkutan sampah dengan melibatkan berbagai institusi. Ia juga mengakui kesalahan yang terjadi atas ketidaknyamanan yang diakibatkan penumpukan limbah.

“Kami aktif berkoordinasi dengan lembaga terkait agar seluruh timbunan sampah dapat diangkut secara maksimal,” tuturnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (29/3/2026).

Ketidaknyamanan yang Viral di Media Sosial

Sebelumnya, masalah penumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati memperoleh perhatian publik setelah menjadi trending di media sosial. Volume limbah yang terakumulasi mencapai sekitar 6.970 ton atau setara 410 unit truk tronton. Penyebab utamanya adalah kendala teknis dalam pengadaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026.

Progres Pembersihan yang Cepat

Sebagai upaya percepatan, Perumda Pasar Jaya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dalam dua hari terakhir, jumlah truk yang dikerahkan meningkat signifikan, dengan 33 unit truk tronton yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 20 unit digunakan pada hari sebelumnya dan 13 unit pada hari ini.

Pembersihan intensif akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali stabil dan terjaga. Di lapangan, tim penertiban dan penyaringan (screening) juga diterapkan untuk memastikan alur pengangkutan sampah tetap terkendali.

Perencanaan Sistem Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, Perumda Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri dengan kapasitas 16 meter kubik per unit. Target operasional armada ini direncanakan dimulai pada akhir April 2026.

Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga akan ditingkatkan guna mempercepat distribusi dan pengangkutan limbah.

Strategi Berkelanjutan untuk Jangka Panjang

Sebagai langkah jangka panjang, perusahaan menargetkan penggunaan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan. Uji coba sistem thermal hydrolysis dan Manajemen Sampah Zero (MASARO) akan dilakukan untuk memastikan pengolahan dilakukan langsung dari sumber.

“Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah saat ini, tetapi juga mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,” pungkas Topik.