Program Terbaru: Tekan Risiko Krisis, Jepang Buka Keran Cadangan Minyak

Tekan Risiko Krisis, Jepang Buka Keran Cadangan Minyak

Pada Selasa, 24 Maret 2026, Jepang mengumumkan rencana untuk memanfaatkan kembali sebagian dari cadangan minyak strategisnya, mulai Kamis, 26 Maret. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman ketidakstabilan pasokan energi global. Pada akhir bulan ini, negara ini juga akan mengakses cadangan bersama yang dikelola oleh negara-negara penghasil minyak dalam wilayah Timur Tengah.

Mengutip laporan AFP, pengumuman tersebut dilakukan setelah Tokyo sebelumnya melepaskan cadangan minyak dari sektor swasta selama 15 hari terakhir. Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, yang menyumbang 95 persen dari kebutuhan energinya. Wilayah ini saat ini sedang mengalami konflik yang memengaruhi rantai pasok.

Menurut Asosiasi Perminyakan Jepang, cadangan minyak strategis Jepang mencapai lebih dari 400 juta barel pada Desember lalu. Sumber daya ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Selain itu, cadangan gabungan diatur oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Jepang mengambil langkah ini untuk memastikan ketersediaan bahan bakar dan mengurangi risiko gangguan pasokan. Tindakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti.

Add as a preferred source on Google