Indonesia Minta AS-Israel Setop Serangan ke Iran – Tegaskan Ini
Indonesia Minta AS-Israel Setop Serangan ke Iran, Tegaskan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah, yang dinilai semakin memicu kekhawatiran dan berpotensi merusak stabilitas. Langkah ini diambil setelah pihak berwenang menerima laporan lengkap dari perwakilan RI di kawasan mengenai meningkatnya ketegangan yang signifikan. Dalam pernyataan resmi, pemerintah menekankan bahwa “keprihatinan mendalam disampaikan atas perluasan ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah.”
Seruan untuk Berhenti Aksi Militer
Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, RI meminta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik agar segera menghentikan operasi militer mereka. “Pemerintah Indonesia menyerukan AS dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran,” demikian pernyataan dari akun X Kementerian Luar Negeri, Senin, dikutip Selasa (10/3/2026). Selain itu, Indonesia juga menuntut Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga, termasuk Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menerapkan prinsip hukum internasional, khususnya larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara,” ujar kementerian.
Diplomasi ini didasari pada komitmen Indonesia terhadap supremasi hukum internasional dalam hubungan antarnegara. Pemerintah berpendapat bahwa penghormatan terhadap kedaulatan merupakan kunci utama mencegah kerusakan lebih besar. Upaya deeskalasi dianggap sangat mendesak agar menghindari kerusakan pada stabilitas politik dan ekonomi global yang terancam akibat ketidakstabilan di kawasan.
Perlindungan Warga Negara Indonesia
Seiring langkah diplomatik, pemerintah juga menekankan perlindungan WNI yang berada di zona konflik. Keamanan mereka menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian situasi. “Pemerintah terus memantau dampak perang terhadap WNI di kawasan dan telah siapkan tindakan darurat jika perlu melakukan repatriasi,” tutur pernyataan resmi.
