Yang Dibahas: Cara Sukses Menulis di kumparan
Cara Membangun Tulisan yang Diterima di Kumparan
Menulis di Kumparan tidak hanya tentang mengunggah ide atau kisah, tetapi juga tentang memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh tim moderator. Platform ini berbasis kolaborasi, artinya pengguna bisa tidak hanya membaca berita, tetapi juga berkontribusi dengan membuat akun, berinteraksi melalui komentar, atau mengirimkan tulisan. Namun, tidak semua karya langsung diterima. Ada dua faktor utama yang sering menjadi alasan penolakan: identitas penulis dan kualitas isi artikel. Mari simak penjelasan lebih lanjut.
1. Mempertimbangkan Identitas Penulis
Identitas menjadi salah satu aspek yang diperiksa oleh moderator. Tiga elemen penting dalam bagian ini adalah nama, biodata, dan foto. Nama penulis sebaiknya menggunakan nama lengkap, bukan nama samaran, agar terlihat lebih profesional. Biodata harus jelas, mencantumkan pekerjaan atau status, seperti jika kamu mahasiswa, tulis nama universitas dan jurusan. Foto diri juga perlu tampil jelas, memudahkan moderator mengenali wajah penulis. Hindari menggunakan foto orang lain tanpa izin.
2. Menulis dengan Substansi yang Kuat
Substansi tulisan sangat menentukan apakah artikelmu akan diterima atau tidak. Moderator mencari opini atau cerita yang orisinal, menarik, dan terstruktur. Pastikan tulisanmu memiliki argumen yang didukung data atau fakta, bukan hanya kritik tanpa dasar. Contohnya, artikel dengan judul “Bom Waktu itu Bernama Coronavirus: Apa yang Kita dan Pemerintah Harus Lakukan?” oleh Makhyan Jibril, seorang residen penyakit jantung dan pembuluh darah di Universitas Airlangga, bisa menjadi referensi.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer
3. Mematuhi Pedoman Penulisan
Kesalahan ejaan sering menjadi alasan penolakan. PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) adalah acuan utama untuk memastikan kesesuaian penulisan. Hindari menulis seluruh teks dalam huruf kapital atau huruf kecil. Judul tulisan harus memiliki format yang benar, sesuai aturan ejaan. Kamu bisa mengacu ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk penjelasan lebih detail: https://kbbi.kemdikbud.go.id/.
4. Menghindari Kesalahan Teknis
Periksa kembali tulisanmu sebelum mengunggah. Kesalahan tipeografi (tipo) bisa membuat karya kamu tidak diterima. Tim moderator terbatas dalam jumlah dan kapasitas, sehingga kesalahan kecil pun bisa menyebabkan penolakan. Tips praktis: bacalah tulisan dua kali, lakukan pengecekan teliti, dan jangan terburu-buru.
5. Periksa Unsur Tambahan
Ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi keputusan moderator. Tulisan yang dianggap spam, berisi iklan, atau komersial mungkin ditolak. Jika kamu menggunakan backlink atau tautan ke laman eksternal, pastikan itu relevan dan tidak mengganggu keutuhan konten. Juga, hindari tulisan yang terlalu serupa dengan artikel di platform lain atau terlalu menyerang tanpa konteks yang jelas. Selain itu, moderator mungkin menolak jika tulisanmu dinilai kurang memberikan nilai bagi pembaca.
Tips untuk Menulis yang Lebih Baik
Menulis di Kumparan adalah langkah untuk berbagi dengan komunitas yang luas, mencakup seluruh Nusantara hingga wilayah internasional. Jika tulisanmu ditolak pertama kali, jangan menyerah. Lakukan revisi, perbaiki bagian yang kurang sesuai, dan ajukan kembali. Kumparan memberikan ruang bagi berbagai karya, baik yang formal maupun kreatif. Selalu ingat, tulisanmu adalah jembatan antara ide dan audiens, jadi kehati-hatian dalam penyusunan konten sangat penting.
