Lintas Kota

Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta sudah masuk tahap “revisit”

1000355912

Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Masuki Tahap Kunjungan Ulang

Bisadonasi.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta kini telah memasuki tahap kunjungan ulang atau revisit. Tahap ini dilakukan setelah pendataan utama untuk memastikan informasi usaha yang dikumpulkan BPS Provinsi DKI Jakarta semakin lengkap dan sesuai kondisi di lapangan. Kegiatan revisit dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan pelaksanaan kunjungan ulang sudah berada pada minggu-minggu terakhir. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data, terutama apabila masih terdapat informasi yang perlu dikonfirmasi kembali dari pelaku usaha atau responden.

“Sensus Ekonomi 2026, masih dalam agenda kegiatan revisit sampai dengan 31 Oktober, yang Insya Allah kami sudah memasuki di minggu-minggu terakhir dalam pelaksanaan revisit,” kata Kadarmanto dalam acara Award Hari Statistik Nasional 2026 di Jakarta, Kamis.

Pendataan Usaha Telah Melebihi Sasaran

BPS DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.431.051 usaha telah terdata. Jumlah itu melampaui target awal pendataan yang berada di kisaran 1,2 juta unit usaha. Capaian tersebut menunjukkan luasnya aktivitas ekonomi yang berjalan di ibu kota serta tingginya kebutuhan pendataan yang akurat.

Perkembangan pendataan meningkat cukup besar dibandingkan Agustus, saat jumlah usaha yang tercatat masih sekitar 800 ribu. Kini, realisasi pendataan telah mencapai 108,84 persen dari target yang ditetapkan untuk Jakarta.

“DKI ditargetkan 1,2 jutaan usaha. Tadinya di Agustus masih sekitar 800 ribuan, sekarang sudah 1,4 juta (108,84 persen),” ujarnya.

Data yang dihimpun dalam sensus tidak hanya menggambarkan jumlah usaha. Informasi tersebut juga membantu memberikan gambaran mengenai struktur kegiatan ekonomi, perkembangan pelaku usaha, serta dinamika ekonomi yang berlangsung di berbagai wilayah Jakarta.

Melalui pendataan yang menyeluruh, statistik ekonomi diharapkan dapat mencerminkan kondisi dunia usaha secara lebih utuh. Hasilnya dapat menjadi salah satu dasar untuk memahami perubahan aktivitas ekonomi dan kebutuhan informasi pembangunan pada masa mendatang.

Peran Jakarta bagi Gambaran Ekonomi Nasional

Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta memiliki arti penting karena kontribusi ekonomi provinsi ini terhadap perekonomian nasional mencapai 16,67 persen. Posisi tersebut membuat data usaha dari Jakarta turut berpengaruh dalam penyusunan gambaran ekonomi Indonesia secara lebih luas.

Kadarmanto menekankan bahwa sensus ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun bukan sekadar kegiatan menghitung jumlah usaha. Pendataan ini diharapkan mampu menyediakan informasi yang bermanfaat untuk membaca arah perkembangan ekonomi di masa depan.

Besarnya jumlah usaha yang telah dicatat memperlihatkan beragamnya kegiatan ekonomi di ibu kota. Mulai dari pelaku usaha dalam berbagai skala hingga aktivitas ekonomi yang tersebar di wilayah Jakarta, seluruhnya membutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Data statistik yang baik juga penting untuk mendukung pemahaman terhadap perubahan ekonomi. Informasi yang terkumpul dapat membantu memperlihatkan dinamika usaha dan menjadi bagian dari landasan penyusunan gambaran perekonomian nasional.

Sinergi dan Partisipasi Menjaga Kualitas Statistik

BPS DKI Jakarta menilai keberhasilan pendataan tidak dapat dicapai oleh lembaga statistik saja. Dukungan mitra, dunia usaha, media, masyarakat, serta responden menjadi unsur penting dalam kelancaran proses pengumpulan informasi.

“Keberhasilan Survei Ekonomi sangat tergantung pada sinergi dengan seluruh mitra serta partisipasi masyarakat,” kata Kadarmanto.

Partisipasi responden berperan langsung terhadap kelengkapan data. Ketika pelaku usaha memberikan informasi yang diperlukan dan masyarakat mendukung proses pendataan, hasil statistik akan semakin mampu menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan.

Kadarmanto turut menyampaikan apresiasi kepada pihak internal dan eksternal yang telah membantu pelaksanaan sensus maupun survei. Menurut dia, kepercayaan dan kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk menghasilkan statistik yang berkualitas, bermakna, berdampak, serta bermanfaat bagi pembangunan.

“Terima kasih kepada dunia usaha, media, dan masyarakat serta seluruh responden yang telah berpartisipasi dan memberikan kepercayaan kepada BPS,” tuturnya.

Dengan tahap kunjungan ulang yang mendekati akhir, fokus pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta diarahkan pada penyempurnaan data yang telah dihimpun. Capaian pendataan yang melampaui target diharapkan memperkuat potret ekonomi ibu kota dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.

FAQ Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta

Apa tujuan tahap revisit? Tahap ini digunakan untuk melakukan kunjungan ulang dan memastikan data usaha yang dikumpulkan dalam pendataan utama telah lengkap serta sesuai dengan kondisi responden.

Berapa usaha yang telah didata BPS DKI Jakarta? Hingga tahap kunjungan ulang berlangsung, BPS DKI Jakarta telah mendata 1.431.051 usaha atau 108,84 persen dari target sekitar 1,2 juta usaha.

Mengapa partisipasi pelaku usaha penting? Keterangan dari responden membantu BPS menyusun data statistik yang lebih lengkap dan mencerminkan kondisi kegiatan ekonomi di Jakarta.