Humaniora

Doa setelah shalat dhuha, lengkap Arab, latin, dan artinya

Pembinaan-Keagamaan-Narapidana-Lapas-Gorontalo-240226-Aws-8

Doa Setelah Shalat Dhuha: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Penjelasannya

Bisadonasi.com – Shalat dhuha menjadi salah satu ibadah sunah yang banyak dikerjakan pada pagi hari, setelah matahari terbit hingga mendekati masuknya waktu zuhur. Selain mendirikan shalat, seorang Muslim dapat melanjutkannya dengan zikir dan doa sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.

Doa selepas shalat dhuha sering dikaitkan dengan permohonan rezeki, kelancaran urusan, pengampunan, serta keberkahan hidup. Namun, penting untuk membedakan doa yang telah dikenal luas dalam tradisi keilmuan Islam dengan bacaan yang memiliki riwayat hadis khusus dari Rasulullah SAW.

Doa dhuha yang banyak diamalkan

Salah satu bacaan yang populer diawali dengan kalimat Allahumma innad dhuha dhuha’uka. Doa ini tercantum dalam literatur fikih, termasuk Hasyiyah I’anatut Thalibin. Meski demikian, tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkannya sebagai bacaan yang wajib atau pasti diajarkan Nabi Muhammad SAW setelah shalat dhuha.

Karena itu, doa tersebut dapat diamalkan sebagai permohonan yang baik. Isinya menegaskan kebesaran Allah SWT sekaligus memohon rezeki yang halal, kemudahan, dan kedekatan atas hal-hal baik yang masih terasa jauh.

Berikut bacaannya dalam tulisan Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

Latin:

Allahumma innad-duha duha’uka, wal-baha’a baha’uka, wal-jamala jamaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-‘ishmata ‘ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis-sama’i fa anzilhu, wa in kana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’siran fa yassirhu, wa in kana haraman fa tahhirhu, wa in kana ba’idan fa qarribhu, bihaqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma ataita ‘ibadakash-shalihin.

Arti doa tersebut adalah:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah milik-Mu, kemuliaan adalah milik-Mu, keindahan adalah milik-Mu, kekuatan adalah milik-Mu, kekuasaan adalah milik-Mu, dan perlindungan adalah milik-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di langit, turunkanlah; apabila berada di bumi, keluarkanlah; apabila sulit, mudahkanlah; apabila haram, sucikanlah; dan apabila jauh, dekatkanlah. Dengan kemuliaan waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, serta kekuasaan-Mu, berilah aku sebagaimana Engkau memberi kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Makna permohonan dalam doa dhuha

Isi doa ini tidak hanya berbicara tentang harta atau penghasilan. Rezeki dapat dipahami secara luas sebagai kecukupan, kesehatan, kesempatan melakukan kebaikan, ilmu yang bermanfaat, keluarga yang baik, serta jalan keluar dari persoalan hidup.

Permintaan agar rezeki yang sulit dimudahkan mengajarkan sikap berserah diri tanpa meninggalkan ikhtiar. Sementara itu, permohonan agar rezeki yang haram disucikan mengingatkan bahwa keberkahan tidak semata diukur dari jumlah, melainkan juga dari cara memperolehnya.

Doa ampunan dengan riwayat hadis

Selain bacaan yang lazim diamalkan tersebut, terdapat doa singkat yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Doa ini berisi permohonan ampun dan penerimaan tobat. Riwayatnya terdapat dalam Al-Adab Al-Mufrad nomor 619 dan dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin:

Allahummaghfir li, wa tub ‘alayya, innaka antat-tawwabur-rahim.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”

Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW disebut membaca doa itu setelah shalat dhuha hingga seratus kali. Bacaan ini dapat menjadi pilihan bagi Muslim yang hendak menjadikan waktu setelah dhuha sebagai kesempatan untuk memperbanyak istigfar dan memperbarui tobat.

Waktu pelaksanaan shalat dhuha

Shalat dhuha dilakukan ketika matahari telah terbit dan meninggi, lalu berakhir sebelum masuknya waktu zuhur. Ibadah ini paling sedikit dikerjakan dua rakaat, kemudian dapat ditambah sesuai kemampuan.

Seorang Muslim tidak dibebani kewajiban membaca satu doa tertentu setelah dhuha. Seseorang boleh berdoa dengan lafal yang dihafal, membaca doa dari Al-Qur’an dan hadis, atau menyampaikan kebutuhan pribadi dengan bahasa yang dipahami. Yang utama adalah menjaga adab berdoa, menghadirkan hati, dan tetap menempuh usaha yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan shalat dhuha

Keutamaan shalat dhuha dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim nomor 720. Dua rakaat dhuha disebut dapat mencukupi sedekah bagi persendian tubuh manusia. Makna ini menunjukkan bahwa shalat dhuha merupakan salah satu wujud syukur atas nikmat fisik, kesehatan, dan kemampuan beraktivitas.

Dengan demikian, dhuha tidak seharusnya dipahami hanya sebagai shalat untuk mengejar kelapangan rezeki. Ibadah ini juga menjadi ruang untuk bersyukur, memohon pengampunan, menguatkan ketenangan batin, dan menyerahkan urusan kepada Allah SWT. Setelah shalat selesai, zikir dan doa dapat diteruskan sesuai kebutuhan, tanpa menganggap satu bacaan tertentu sebagai kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Frequently Asked Questions

What is Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab?

Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab matter?

Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.