Humaniora

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan yang terjerat di Kotim

1001950461

Induk dan Anak Orangutan Berhasil Dievakuasi dari Jerat di Kotawaringin Timur

Bisadonasi.com – Upaya penyelamatan satwa liar kembali dilakukan di Kalimantan Tengah setelah seekor induk orangutan bersama anaknya ditemukan di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur. Induk orangutan tersebut mengalami luka pada kedua pergelangan tangan akibat tali yang melilit tubuhnya, sementara anak jantannya yang masih berusia sekitar 10 bulan berada bersamanya saat operasi evakuasi berlangsung pada Jumat dini hari.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah memberi nama Gadis kepada induk orangutan yang diperkirakan berumur 25 tahun. Anak jantannya diberi nama Garis. Keduanya diamankan setelah tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat, 23 Oktober.

“Induk orangutan yang diperkirakan berusia 25 tahun kami beri nama Gadis, sedangkan anaknya yang berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar 10 bulan diberi nama Garis,” kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah.

Informasi Warga Memicu Operasi Penyelamatan

Keberadaan Gadis dan Garis kembali diketahui pada Kamis, 22 Oktober, sore hari. Awil, aktivis lingkungan di Sampit, menyampaikan informasi awal sekitar pukul 16.49 WIB setelah dua orangutan itu terlihat di wilayah Desa Kandan. Petugas BKSDA Pos Sampit kemudian menghubungi seorang warga bernama Karyadi untuk memastikan lokasi serta arah pergerakan kedua satwa dilindungi tersebut.

Orangutan yang ditemukan kali ini bukan kali pertama menjadi perhatian petugas. Pada Senin, 12 Oktober, tim telah mendatangi kawasan itu untuk melakukan pengamatan setelah menerima informasi mengenai keberadaan satwa tersebut. Namun, pencarian pada saat itu belum membuahkan hasil. Ketika kabar terbaru diterima, warga dan para pegiat lingkungan diminta terus mengawasi pergerakan Gadis dan Garis sambil menjaga jarak aman.

Informasi dari lapangan diteruskan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun. Koordinasi segera dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat, mengingat kondisi induk orangutan belum diketahui dan keberadaan anaknya membuat situasi semakin sensitif. Anak orangutan pada usia tersebut masih sangat bergantung kepada induknya, sehingga proses penyelamatan perlu dilakukan dengan hati-hati agar keduanya tidak terpisah atau mengalami tekanan berlebih.

“Kami segera melapor ke pimpinan di Pangkalan Bun untuk menindaklanjuti upaya penyelamatan,” ujarnya.

Tim Gabungan Bergerak pada Malam Hari

Sekitar pukul 19.00 WIB, Wildlife Rescue Unit dari Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International atau OFI berangkat menuju Kota Sampit. Perjalanan dilanjutkan hingga Desa Kandan, tempat Gadis dan Garis berada. Sesampainya di lokasi pada dini hari, petugas langsung menjalankan operasi pengamanan terhadap keduanya.

Setelah induk dan anak orangutan berhasil diamankan, tim melakukan pemeriksaan awal. Tahap ini penting untuk melihat kondisi fisik kedua satwa, termasuk kemungkinan cedera akibat jerat atau ancaman lain di sekitar lokasi. Pemeriksaan menunjukkan adanya tali yang membelit pergelangan tangan kiri dan kanan Gadis.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan induk orangutan. Tali tersebut kemudian diputus untuk melepaskan jeratan yang menempel pada tubuh orangutan tersebut,” ungkapnya.

Bekas lilitan tersebut menimbulkan luka yang cukup serius pada kedua pergelangan tangan Gadis. Tali yang ditemukan diduga merupakan jerat yang lazim dipasang untuk menangkap babi. Dalam kondisi seperti ini, jerat dapat membahayakan satwa yang bukan menjadi sasaran, termasuk orangutan yang bergerak di area sekitar. Gadis kemudian memperoleh penanganan medis dari dokter untuk memastikan luka yang dialaminya dapat diperiksa dan dirawat dengan tepat.

Kolaborasi Penyelamatan Satwa Dilindungi

Operasi di Desa Kandan melibatkan BKSDA Kalimantan Tengah melalui Seksi KSDA Wilayah II, OFI, serta aktivis lingkungan di Sampit. Anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur turut membantu proses di lapangan. Kegiatan tersebut juga disaksikan Brigjen Pol Tory Kristianto dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri.

Selepas proses evakuasi dan pemeriksaan awal, tim membawa Gadis serta Garis menuju Pangkalan Bun. Perjalanan kembali dimulai sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari. Penanganan lanjutan terhadap Gadis menjadi bagian penting dari penyelamatan ini, terutama untuk memantau dampak luka pada bagian tubuh yang sebelumnya terjerat tali.

Kejadian ini menunjukkan arti penting respons cepat warga ketika berhadapan dengan satwa liar yang dilindungi. Pelaporan kepada petugas memungkinkan penanganan dilakukan oleh pihak yang memiliki perlengkapan, pengalaman, dan prosedur keselamatan. Warga juga perlu menghindari tindakan yang dapat memancing orangutan mendekat, mengganggu pergerakannya, atau memperburuk kondisi satwa yang terluka.

Muriansyah menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang segera memberi informasi saat melihat keberadaan orangutan. Keterlibatan warga, aktivis, aparat, dan lembaga konservasi membantu memastikan satwa dapat ditangani secara aman, sekaligus mengurangi risiko bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Frequently Asked Questions

What is BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan?

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan matter?

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.