Humaniora

Hari Santri 2026, Kemenag Sulut tekankan penguatan pada integritas ASN

IMG-20261022-WA0010

Hari Santri 2026 Jadi Pengingat Penguatan Integritas ASN Kemenag Sulut

Bisadonasi.com – MANADO – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dimaknai Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara sebagai kesempatan untuk meneguhkan kualitas pengabdian aparatur sipil negara kepada masyarakat. Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menekankan bahwa nilai perjuangan ulama dan santri perlu hadir dalam disiplin kerja, kejujuran, profesionalisme, serta pelayanan publik yang bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Ulyas di Manado pada Kamis, 22 Oktober. Ia mengajak ASN di lingkungan Kemenag Sulawesi Utara agar tidak memandang Hari Santri semata-mata sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Peringatan ini, kata dia, perlu menjadi dorongan untuk memperbaiki cara bekerja dan memperkuat komitmen kepada kepentingan masyarakat.

“Semangat santri harus kita hidupkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. ASN harus disiplin, berani membela kebenaran, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Tanah Air. Pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” kata Ulyas.

Nilai Santri dalam Pelayanan Publik

Dalam konteks tugas pemerintahan, semangat tersebut dapat tercermin melalui pelayanan yang adil, terbuka, dan tidak membeda-bedakan masyarakat. ASN Kemenag berhadapan dengan kebutuhan layanan keagamaan yang beragam, sehingga integritas dan sikap profesional menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Ulyas menilai warisan perjuangan para ulama dan santri tetap relevan bagi aparatur negara saat ini. Bila pada masa perjuangan kemerdekaan semangat itu diwujudkan dalam upaya mempertahankan bangsa, tantangan masa kini menuntut bentuk pengabdian yang berbeda. ASN diharapkan menjawabnya dengan peningkatan mutu layanan, penguatan karakter, pengembangan kompetensi, dan komitmen membangun kehidupan sosial yang rukun.

“Kita harus meneladani para ulama dan santri melalui sikap disiplin, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air,” kata Ulyas.

Ia juga mengingatkan bahwa kerja pelayanan publik tidak berhenti pada penyelesaian administrasi. Setiap tugas perlu dijalankan dengan rasa tanggung jawab, ketelitian, dan kesediaan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Prinsip itu selaras dengan dorongan agar ASN menjaga kejujuran dalam menjalankan amanahnya.

Warisan Sejarah dan Identitas Kebangsaan

Hari Santri memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan bangsa Indonesia. Perjuangan ulama dan santri pada masa lalu ikut menggerakkan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut mengobarkan perjuangan rakyat yang kemudian mencapai puncaknya pada peristiwa 10 November 1945.

Bagi Ulyas, nilai perjuangan itu tidak hanya menjadi milik satu kelompok. Semangat persatuan, keberanian membela tanah air, serta kesediaan bergotong royong merupakan bagian dari identitas kebangsaan yang perlu dihormati seluruh warga Indonesia.

“Hari Santri milik seluruh masyarakat Indonesia karena semangat perjuangan, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan melalui Resolusi Jihad merupakan bagian penting dari sejarah bangsa kita,” katanya.

Penghayatan terhadap sejarah tersebut dapat membantu memperkuat kesadaran bahwa keberagaman adalah bagian dari kehidupan Indonesia. Dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai agama, latar belakang, dan golongan, penghormatan terhadap sesama menjadi fondasi penting bagi kerukunan. ASN memiliki peran nyata untuk menunjukkan prinsip itu melalui perlakuan yang setara dalam setiap pelayanan.

Karena itu, Ulyas mengajak jajaran Kemenag menjadikan Hari Santri sebagai momentum evaluasi pribadi dan organisasi. Pengabdian kepada masyarakat perlu dibuktikan lewat hasil kerja yang bisa dirasakan, bukan hanya melalui pernyataan atau kegiatan peringatan.

Tema Santri Menguatkan Negeri

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema itu menyoroti pentingnya kontribusi generasi muda yang memiliki pengetahuan, akhlak mulia, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta kepedulian untuk menjaga persatuan bangsa.

Pesan tersebut juga memperlihatkan bahwa peran santri terus berkembang sejalan dengan perubahan zaman. Semangat pengabdian tidak hanya dapat diwujudkan dalam bidang keagamaan, melainkan juga melalui pendidikan, pelayanan sosial, penguatan karakter, dan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Di lingkungan pemerintahan, nilai-nilai itu dapat menjadi pendorong untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. ASN dituntut memberikan layanan yang semakin baik, sekaligus mempertahankan prinsip kejujuran dan keadilan ketika melayani masyarakat dari seluruh latar belakang.

Ulyas berharap semangat yang diwariskan para santri dapat terus hidup dalam bentuk kerja nyata. Ia menekankan bahwa sejarah perjuangan tidak cukup diperingati melalui upacara, melainkan harus diterjemahkan menjadi tindakan yang mendukung kemajuan Indonesia.

Peringatan Hari Santri 2026 pada akhirnya menjadi pengingat bersama bahwa cinta tanah air, penghargaan terhadap keberagaman, dan budaya gotong royong membutuhkan perwujudan sehari-hari. Bagi ASN Kemenag Sulawesi Utara, penguatan integritas dan tanggung jawab dalam pelayanan publik menjadi salah satu cara penting untuk menghidupkan nilai tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Hari Santri 2026 Kemenag Sulut tekankan?

Hari Santri 2026 Kemenag Sulut tekankan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hari Santri 2026 Kemenag Sulut tekankan matter?

Hari Santri 2026 Kemenag Sulut tekankan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.