Pertamina Siagakan 52 SPBU Beroperasi Penuh Selama 24 Jam di Bali
Bisadonasi.com – Upaya menjaga kelancaran pasokan bahan bakar minyak di Bali diperkuat melalui pemetaan 52 stasiun pengisian bahan bakar umum yang melayani konsumen selama 24 jam. Langkah ini dilakukan Pertamina Patra Niaga di tengah dinamika penyaluran BBM dalam beberapa hari terakhir yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah titik.
Ketersediaan SPBU dengan jam operasional penuh diharapkan membantu masyarakat memperoleh BBM di waktu yang lebih fleksibel, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas di berbagai wilayah Bali. Daftar lokasi SPBU tersebut tidak bersifat tetap dan akan disesuaikan dengan situasi operasional di lapangan.
“Daftar SPBU 24 jam akan terus diperbarui berkala sesuai kondisi di lapangan,” kata Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, di Denpasar, Rabu.
Penyesuaian Operasional dan Personel
Pemetaan SPBU yang buka sepanjang hari menjadi bagian dari respons terhadap perubahan kondisi distribusi BBM di Bali. Saat antrean meningkat, kesiapan jam layanan, ketersediaan produk, dan tenaga kerja menjadi unsur penting agar pelayanan kepada konsumen dapat tetap berjalan.
Pertamina Patra Niaga juga melakukan penambahan personel secara terukur di SPBU. Pengaturan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat layanan di area pengisian, tetapi juga menjaga kondisi pekerja agar tidak mengalami kelelahan. Dengan pembagian tenaga kerja yang proporsional, keandalan operasional SPBU diharapkan tetap terpelihara meski kebutuhan pelayanan meningkat.
Bagi pengguna kendaraan, keberadaan SPBU yang beroperasi 24 jam memberi pilihan tambahan saat membutuhkan bahan bakar pada malam hingga dini hari. Masyarakat tetap perlu memperhatikan kebutuhan pengisian secara wajar agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan antrean tidak semakin terkonsentrasi pada lokasi tertentu.
Pasokan Melalui Terminal Manggis dan Sanggaran
Untuk memperkuat stok di Bali, penyaluran BBM dilakukan bertahap menggunakan kapal tanker. Pada Rabu (7/10) dan Minggu (11/10), kapal tanker dikerahkan menuju Terminal Manggis dengan muatan 18.000 kiloliter Pertalite serta 2.500 kiloliter Pertamax.
Pengiriman berikutnya membawa total 26.200 kiloliter BBM. Kedatangan pasokan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin 12 Oktober, Rabu 14 Oktober, serta Jumat 16 Oktober. Penyaluran dilakukan melalui Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.
Terminal-terminal tersebut berperan sebagai titik penting dalam rantai pasok energi di Bali. Setelah BBM diterima di terminal, produk kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan penjualan di berbagai daerah. Kelancaran proses ini sangat dipengaruhi oleh jadwal kedatangan kapal, kesiapan fasilitas penerimaan, serta distribusi lanjutan menuju SPBU.
Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter setiap hari. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan bahan bakar untuk mendukung aktivitas masyarakat, perjalanan antarwilayah, kegiatan usaha, dan layanan transportasi di pulau tersebut. Karena itu, pengaturan distribusi dan pemantauan kondisi lapangan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Jaringan Penyaluran BBM di Bali
Data per Maret 2026 mencatat Bali memiliki 214 SPBU. Infrastruktur tersebut turut diperkuat oleh empat SPBU Nelayan, 146 pertashop, 16 stasiun pengisian bulk elpiji atau SPBE subsidi, serta empat SPBE non-subsidi.
Keberadaan berbagai titik penyaluran itu membantu menjangkau kebutuhan energi masyarakat melalui saluran yang berbeda. SPBU melayani pengisian bahan bakar kendaraan, sementara pertashop memperluas akses distribusi di area yang memerlukan titik layanan lebih dekat. Di sisi lain, jaringan SPBE menjadi bagian dari dukungan penyediaan elpiji.
Pengoperasian 52 SPBU selama 24 jam menjadi salah satu langkah praktis untuk menjaga akses masyarakat terhadap BBM ketika permintaan dan arus distribusi berubah. Pembaruan daftar lokasi secara berkala juga penting agar informasi layanan yang tersedia tetap sesuai dengan kondisi aktual.
Masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar dapat mempertimbangkan waktu perjalanan dan memilih lokasi layanan yang tersedia. Dengan distribusi yang terus diperkuat melalui kedatangan kapal tanker serta pengaturan operasional SPBU, pasokan BBM di Bali diharapkan dapat melayani kebutuhan konsumen secara lebih merata.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina petakan 52 lokasi SPBU buka 24?
Pertamina petakan 52 lokasi SPBU buka 24 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina petakan 52 lokasi SPBU buka 24 matter?
Pertamina petakan 52 lokasi SPBU buka 24 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

