Internasional

Sejak 2023, hampir 200.000 orang di AS kehilangan pekerjaan akibat AI

WhatsApp-Image-2026-10-02-at-06.21.56

Sejak 2023 hampir 200 000 orang di AS kehilangan pekerjaan terkait AI

Bisadonasi.com – Sejak 2023 hampir 200 000 orang di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) disebut sebagai alasan pemutusan hubungan kerja. Perhitungan RIA Novosti yang mengacu pada data perusahaan konsultan ketenagakerjaan dan manajemen sumber daya manusia AS, Challenger, Gray & Christmas, mencatat hampir 192.000 pekerja terdampak hingga periode yang dilaporkan.

Data tersebut menunjukkan bahwa PHK yang dikaitkan dengan AI meningkat tajam pada tahun berjalan. Dari total hampir 192.000 pekerja yang kehilangan pekerjaan sejak 2023, sebanyak 120.100 orang tercatat pada Januari hingga September tahun ini. Jumlah itu setara dengan 21 persen dari seluruh PHK di Amerika Serikat selama periode tahun ini.

Angka tersebut juga berarti lebih dari 60 persen pemutusan hubungan kerja terkait AI sejak 2023 terjadi pada tahun ini. Perubahan itu menegaskan besarnya perhatian terhadap penggunaan teknologi AI dalam dunia kerja, terutama ketika perusahaan melakukan penyesuaian tenaga kerja dan operasional.

Perkembangan jumlah PHK yang dikaitkan dengan AI

Pada 2023, jumlah pekerja di AS yang kehilangan pekerjaan akibat AI tercatat sebanyak 4.200 orang. Angka itu kemudian meningkat menjadi 12.700 orang pada 2024. Pada 2025, jumlahnya melonjak menjadi 54.800 orang, sebelum kembali meningkat pada tahun berjalan dengan 120.100 orang selama Januari-September.

Jika dilihat berdasarkan bulan, angka PHK terkait AI tertinggi dalam dua tahun terakhir terjadi pada Mei 2026. Pada bulan tersebut, sebanyak 38.600 orang kehilangan pekerjaan. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025, ketika 31.000 orang terdampak, serta April 2026 dengan 21.500 orang kehilangan pekerjaan.

Sejak 2023 hampir 200 000 orang di AS tercatat kehilangan pekerjaan dalam data yang mengaitkan pemutusan hubungan kerja dengan AI.

Catatan tersebut perlu dibaca sebagai data alasan PHK yang dilaporkan, bukan semata-mata gambaran seluruh dampak AI terhadap pasar kerja. AI dapat digunakan dalam berbagai kegiatan perusahaan, sementara keputusan pengurangan tenaga kerja dapat terjadi bersamaan dengan perubahan kebutuhan bisnis, pengelolaan biaya, atau penyesuaian organisasi.

Namun, peningkatan jumlah pekerja terdampak pada tahun berjalan memperlihatkan bahwa AI makin sering muncul dalam pembahasan mengenai ketenagakerjaan. Bagi pekerja, perkembangan ini menambah pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan keterampilan yang berkembang di tempat kerja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah pekerja AS yang kehilangan pekerjaan terkait AI sejak 2023?

Menurut perhitungan berdasarkan data Challenger, Gray & Christmas, hampir 192.000 pekerja di AS kehilangan pekerjaan sejak 2023 dengan AI disebut sebagai alasan PHK.

Kapan jumlah PHK terkait AI paling tinggi tercatat?

Jumlah tertinggi dalam dua tahun terakhir tercatat pada Mei 2026, ketika 38.600 orang kehilangan pekerjaan. Posisi berikutnya adalah Oktober 2025 dengan 31.000 orang dan April 2026 dengan 21.500 orang.

Mengapa angka pada tahun berjalan menjadi perhatian?

Sepanjang Januari-September tahun ini, 120.100 orang kehilangan pekerjaan terkait AI. Jumlah tersebut mencakup lebih dari 60 persen dari seluruh PHK terkait AI yang tercatat sejak 2023 dan setara dengan 21 persen dari seluruh PHK di AS pada tahun ini.

Frequently Asked Questions

What is Sejak 2023 hampir 200 000 orang?

Sejak 2023 hampir 200 000 orang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sejak 2023 hampir 200 000 orang matter?

Sejak 2023 hampir 200 000 orang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.