PPN Pengambengan Disiapkan Jadi Pusat Perikanan Modern di Bali
Bisadonasi.com – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, memasuki tahap konstruksi melalui peletakan batu pertama yang berlangsung pada Selasa. Proyek ini diarahkan untuk membangun kawasan perikanan terpadu dengan fasilitas pelabuhan, pengolahan hasil tangkapan, penyimpanan, perdagangan, dan layanan pendukung bagi kegiatan nelayan.
PT Nindya Karya (Persero) dipercaya melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut. Keterlibatan perusahaan ini menjadi bagian dari Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I atau IDN-1055, sebuah program yang ditujukan untuk memperkuat sarana perikanan nasional sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi maritim di Bali dan wilayah sekitarnya.
Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah menyatakan pembangunan akan dijalankan dengan perhatian pada mutu pekerjaan, keselamatan di lapangan, jadwal penyelesaian, dan pemanfaatan teknologi konstruksi. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu menopang pengembangan kawasan perikanan yang lebih modern dan saling terhubung.
“Nindya Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, ketepatan waktu, serta penerapan teknologi konstruksi. Kehadiran Nindya Karya dalam pengembangan PPN Pengambengan menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung penguatan infrastruktur perikanan dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional,” ujar Firmansyah.
Investasi sedikitnya Rp1,2 triliun
Pemerintah menyiapkan investasi minimal Rp1,2 triliun bagi pengembangan PPN Pengambengan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Pengambengan dipilih untuk menjadi pusat aktivitas perikanan karena Pelabuhan Benoa dipandang tidak lagi sesuai untuk pengembangan pelabuhan perikanan dalam skala besar.
“Pengambengan kita pilih untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa sudah tidak ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan. Kita ingin membangun Pengambengan menjadi pelabuhan yang modern, tertata dengan baik, dan terintegrasi,” kata Trenggono.
Rancangan pembangunan tidak berhenti pada fungsi pelabuhan sebagai tempat kapal bersandar atau membongkar ikan. Kawasan ini direncanakan menjadi simpul kegiatan yang menyatukan pendaratan hasil tangkapan, penanganan ikan, pengolahan, penyimpanan, pemasaran, hingga aktivitas industri. Pendekatan terpadu tersebut juga dimaksudkan untuk memberi dukungan bagi pengembangan pariwisata Bali.
“Angka yang kita turunkan di sini tidak kurang dari Rp1,2 triliun. Menjadi satu pelabuhan yang sangat modern, tertata dengan baik,” kata Trenggono dalam acara groundbreaking Pengembangan PPN Pengambengan melalui proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market Phase 1 di Jembrana, Bali, Selasa.
Fasilitas dari dermaga hingga pasar ikan modern
Sejumlah infrastruktur utama akan dibangun dalam pengembangan PPN Pengambengan. Area pelabuhan mencakup dermaga, wharf, jetty, slipway, breakwater, dan revetment. Keberadaan unsur-unsur tersebut penting bagi kelancaran pergerakan kapal, aktivitas tambat, kebutuhan perawatan kapal, serta perlindungan kawasan pelabuhan.
Untuk rantai penanganan hasil perikanan, proyek ini meliputi tempat penanganan ikan, cold storage, pabrik es, gudang es, dan pasar ikan modern. Fasilitas penyimpanan dingin dan pasokan es memiliki peran penting dalam menjaga penanganan hasil tangkapan sebelum memasuki proses distribusi atau pemasaran.
Kawasan tersebut juga akan memiliki perbengkelan, gudang docking kapal, bengkel perbaikan jaring, serta SPBN. Berbagai fasilitas penunjang operasional pelabuhan turut disiapkan agar aktivitas perikanan dapat berlangsung dalam satu kawasan yang lebih tertata. Dengan layanan yang saling melengkapi, kebutuhan nelayan dan pelaku usaha tidak semata bertumpu pada kegiatan pendaratan ikan.
Dampak bagi nelayan dan ekonomi Bali
Gubernur Bali I Wayan Koster menilai proyek PPN Pengambengan berpotensi membawa manfaat ekonomi besar bagi masyarakat di Bali. Ia menyebut program tersebut sebagai yang pertama dan terbesar di Indonesia, serta berharap pembangunannya dapat mendorong kemajuan sektor perikanan daerah.
“Saya mewakili masyarakat Bali mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkan program ini, ini yang pertama dan terbesar di Indonesia. Program ini akan meningkatkan perekonomian dan perikanan di Bali,” ujar Koster.
Bagi masyarakat pesisir, pembangunan fasilitas perikanan yang lengkap dapat menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem usaha. Aktivitas nelayan berkaitan langsung dengan ketersediaan tempat pendaratan, penanganan tangkapan, kebutuhan es, perbaikan kapal dan jaring, serta akses ke pasar. Ketika fasilitas-fasilitas itu berada dalam kawasan yang terintegrasi, alur kerja dari laut hingga perdagangan dapat ditopang oleh infrastruktur yang lebih terorganisasi.
PPN Pengambengan juga diproyeksikan memperkuat daya saing perikanan nasional. Kawasan ini diharapkan menjadi penghubung antara hasil tangkapan yang dibawa dari laut dengan proses pengolahan dan pemasaran, sembari menciptakan manfaat langsung bagi nelayan serta warga di sekitar pelabuhan.
Pelaksanaan konstruksi kini menjadi tahap awal untuk mewujudkan target tersebut. Keberhasilan pembangunan akan ditentukan oleh kualitas fasilitas yang dihasilkan, keselamatan pelaksanaan pekerjaan, serta kemampuan kawasan pelabuhan menjalankan fungsi perikanan secara terpadu setelah beroperasi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nindya Karya perkuat infrastruktur perikanan nasional?
Nindya Karya perkuat infrastruktur perikanan nasional is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nindya Karya perkuat infrastruktur perikanan nasional matter?
Nindya Karya perkuat infrastruktur perikanan nasional matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

