Film “Djamin Setia Selamanya” Mengangkat Perjuangan Pahlawan dari Tanah Karo
Bisadonasi.com – Kisah Letjen Djamin Ginting kini hadir di layar lebar melalui film Djamin Setia Selamanya, yang mulai diputar di bioskop pada 1 Oktober. Film ini menyoroti perjalanan hidup pahlawan nasional asal Tanah Karo, Sumatera Utara, yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia.
Pengangkatan cerita Djamin Ginting ke medium film menambah jejak karya sinema yang merekam kisah keluarganya. Pada 2014, perfilman Indonesia telah lebih dahulu menghadirkan 3 Nafas Likas, sebuah film yang mengambil sudut pandang Likas Tarigan, istri Djamin Ginting. Film tersebut disutradarai Rako Prijanto, ditulis oleh Titien Wattimena, dan melibatkan Riahna Djamin Ginting atau Erjege, putri almarhum Djamin Ginting, sebagai produser eksekutif.
Dua Film, Dua Sudut Pandang
Pemeran Djamin Ginting dalam Djamin Setia Selamanya, Rafi Sudirman, melihat keberadaan dua film tersebut sebagai hal yang menarik. Cerita tentang pasangan suami istri itu dibangun dari titik pandang berbeda, sehingga penonton dapat mengenal perjalanan mereka melalui dua tokoh utama.
“Fakta uniknya film ini sudut pandang dari Pak Djamin Ginting, tapi ternyata sebelumnya sudah ada sudut pandang dari istrinya Pak Djamin, Bu Likas, judulnya adalah ‘3 Nafas Likas’. Jadi sudah ada dua film suami istri, seru banget,” kata Rafi Sudirman.
Djamin Setia Selamanya kembali mempertemukan Rako Prijanto dan Titien Wattimena dalam proses kreatifnya. Produksi film ini berada di bawah rumah produksi Erjege Pictures yang didirikan Riahna Djamin Ginting. Lynda Ulviana turut memperkuat tim sebagai penulis naskah bersama Titien Wattimena, sekaligus menangani pelatihan dialek bahasa Belanda bagi para pemain.
Kolaborasi tersebut menunjukkan perhatian produksi terhadap rincian karakter dan latar sejarah. Film biografi tidak hanya bergantung pada penggambaran peristiwa besar, tetapi juga pada cara tokoh berbicara, berinteraksi, serta menyampaikan identitas daerah yang melekat pada dirinya.
Menjaga Ketepatan Dialek Karo
Salah satu unsur penting dalam penampilan Djamin Ginting adalah penggunaan dialek Karo. Sebagai pahlawan nasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Karo, cara bicara tokoh ini perlu dibawakan secara tepat. Dialek Karo tidak dapat disamakan dengan berbagai logat lain yang juga berkembang di Sumatera Utara.
Rafi Sudirman menjalani proses belajar khusus untuk membedakan aksen tersebut. Ia mengaku telah akrab dengan bahasa Medan dalam kehidupan sehari-hari karena ibunya menggunakannya, tetapi dialek yang ia dengar di rumah berbeda dari dialek Karo yang diperlukan untuk film.
“Sebenarnya, tiap hari mamaku ngomong bahasa Medan, tapi dialeknya Medan Simalungun, bukan Medan Karo. Kalau di film ‘Djamin Setia Selamanya’, aku ada nama gurunya Pak Coan, dia seorang budayawan dari Tanah Karo. Jadi aku belajar logat Karo itu sama beliau,” kata Rafi.
Pelibatan budayawan Tanah Karo dalam pendalaman peran membantu menjaga karakter Djamin Ginting tetap dekat dengan akar budayanya. Bagi penonton, penggunaan dialek yang akurat dapat memberi pengalaman yang lebih meyakinkan sekaligus memperlihatkan keberagaman bahasa dan identitas lokal di Indonesia.
Inspirasi dari Sosok Djamin Ginting
Rafi juga memaknai perannya lebih dari sekadar menampilkan seorang tokoh perjuangan di medan perang. Dalam pandangannya, Djamin Ginting merupakan figur yang kuat dan tegas, tetapi juga menyimpan nilai inspiratif yang dapat dipahami oleh generasi muda.
Pandangan itu kembali ia sampaikan ketika mengunjungi ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Senin. Bangunan bersejarah tersebut memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa karena menjadi tempat pertama kali Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digaungkan ke berbagai penjuru dunia.
Di tengah kunjungan ke ruang yang mengingatkan pada sejarah kemerdekaan itu, Rafi mengungkapkan keinginannya untuk suatu hari berkarier sebagai diplomat. Ia merasa sisi Djamin Ginting di luar perjuangan bersenjata turut memberikan dorongan bagi cita-cita pribadinya.
“Jadi, terlepas dari Pak Djamin di Medan Perang, gitu, ternyata di balik sosok Pak Djamin yang sangat kuat, sangat keras, gitu, dia juga sangat inspiratif. Sebenarnya kalau boleh dibilang, cita-cita saya menjadi diplomat, jadi semoga saya bisa menjadi diplomat,” kata Rafi.
Kunjungan tersebut diikuti pula oleh Jourdy Pranata, yang tampil sebagai salah satu sahabat dekat sekaligus rekan perjuangan Djamin Ginting dalam film. Oddie Octaviadi serta sejumlah anggota tim di balik layar turut mendampingi kegiatan promosi Djamin Setia Selamanya.
Melalui film ini, perjalanan Djamin Ginting diperkenalkan kembali dalam bentuk yang lebih dekat dengan penonton masa kini. Kehadiran Djamin Setia Selamanya juga melengkapi narasi yang sebelumnya ditampilkan lewat 3 Nafas Likas: satu keluarga, dua perspektif, dan rangkaian sejarah yang terus dapat dipelajari melalui sinema.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Usai 3 Nafas Likas Djamin Setia?
Usai 3 Nafas Likas Djamin Setia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Usai 3 Nafas Likas Djamin Setia matter?
Usai 3 Nafas Likas Djamin Setia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

