Camping Penyintas Kanker Hadirkan Ruang Kreatif di Borobudur
Bisadonasi.com – Kawasan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi tempat berkumpul sekaligus berekspresi bagi para penyintas kanker anak dalam Cancer Survivors Camp yang berlangsung pada 17–19 September 2026. Sekitar 50 peserta dari Jabodetabek, Makassar, Medan, Bali, dan Yogyakarta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pertemuan komunitas dengan pengalaman mengenal seni tradisional.
Program ini memberi kesempatan bagi peserta yang telah melewati masa pengobatan untuk saling bertemu, membangun pertemanan, membagikan pengalaman, dan menguatkan satu sama lain. Di tengah suasana kebersamaan itu, peserta juga diajak mencoba kegiatan membatik serta membuat gerabah pada Kamis, 17 September 2026.
Sabrina Menikmati Proses Membatik
Salah satu peserta adalah Sabrina Alfin Amelia, penyintas leukemia dari Yogyakarta. Ia telah sekitar 27 tahun tidak lagi menjalani pengobatan. Bagi Sabrina, kegiatan di Borobudur bukan semata agenda rekreasi, melainkan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama penyintas dan mencoba keterampilan yang belum tentu dijumpai dalam keseharian.
Dalam sesi membatik, Sabrina menghadapi tantangan tersendiri. Ia menyampaikan bahwa ketelitian menjadi hal yang tidak mudah baginya, terlebih karena ia kadang mengalami tremor. Meski hasil pekerjaannya belum sesuai dengan kerapian yang diharapkan, pengalaman mengikuti proses tersebut tetap ia nikmati bersama peserta lain.
“Kalau saya pribadi memang kurang teliti dan juga agak tremor, jadinya memang agak tidak rapi. Tapi sejauh ini kami menikmati setiap rangkaian acara yang ada,” katanya.
Kegiatan kreatif seperti membatik memberi ruang bagi peserta untuk terlibat langsung dalam proses membuat karya. Mereka tidak hanya menyaksikan budaya secara pasif, tetapi mencoba teknik dan tahapan yang diperlukan untuk menghasilkan batik maupun gerabah. Pengalaman ini menjadi bagian dari agenda camp yang menempatkan kebersamaan dan keterlibatan peserta sebagai unsur penting.
Mengenal Budaya Lewat Pengalaman Langsung
Borobudur dipilih sebagai latar kegiatan yang mempertemukan peserta dengan suasana budaya di Magelang. Dalam pelatihan tersebut, Sabrina dan peserta lain memperoleh fasilitas serta wadah untuk belajar bersama teman-teman dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau TWC.
Sabrina menyebut keterlibatannya dalam pelatihan membatik dan pembuatan gerabah sebagai pengalaman yang membanggakan. Baginya, kesempatan itu turut membuka jalan untuk mengenal tradisi melalui praktik secara langsung.
“Hari ini mengikuti pelatihan membatik dan juga pembuatan gerabah. Di sini diberikan wadah dan fasilitas bersama teman-teman dari TWC. Tentunya menjadi sebuah kebanggaan untuk bisa ikut melestarikan budaya itu sendiri,” ujarnya.
Pengalaman membuat batik dan gerabah menempatkan budaya sebagai aktivitas yang dapat disentuh, dicoba, dan dinikmati bersama. Bagi para peserta, hasil karya mungkin berbeda-beda, tetapi proses belajar menjadi bagian yang sama pentingnya. Tantangan seperti menjaga ketelitian saat membatik juga tidak mengurangi nilai pertemuan itu, karena kegiatan berlangsung dalam suasana saling mendukung.
Pertemuan untuk Saling Menguatkan
Cancer Survivors Camp menjadi ruang perjumpaan bagi penyintas dari berbagai wilayah. Peserta datang dengan latar pengalaman yang beragam, namun dipersatukan oleh perjalanan melewati pengobatan kanker pada masa anak-anak. Pertemuan semacam ini membuka kesempatan untuk membangun relasi baru setelah fase pengobatan berlalu.
Berbagi ruang dengan orang-orang yang memiliki pengalaman hidup serupa dapat menghadirkan rasa kebersamaan. Dalam kegiatan selama tiga hari tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan seni, tetapi juga menjalani rangkaian acara secara kolektif. Sabrina menggambarkan bahwa setiap agenda yang tersedia dapat dinikmati bersama, termasuk ketika hasil praktik belum sempurna.
Keberagaman asal peserta juga memberi warna tersendiri pada camp ini. Kehadiran penyintas dari Jabodetabek, Makassar, Medan, Bali, dan Yogyakarta memperluas pertemuan lintas daerah. Mereka dapat berkenalan, berbincang, serta membentuk jejaring pertemanan dalam lingkungan yang memahami pengalaman sebagai penyintas kanker.
Kolaborasi untuk Kepedulian Komunitas
Kegiatan Cancer Survivors Camp merupakan bagian dari program Inyuni Community Care. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi TWC dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia. Kerja sama ini menghadirkan kegiatan yang menyatukan perhatian terhadap penyintas kanker anak dengan pengalaman budaya di kawasan Borobudur.
Pelatihan membatik dan pembuatan gerabah menjadi contoh bahwa kegiatan komunitas dapat memberi ruang bagi peserta untuk mencoba hal baru. Dalam konteks camp ini, seni tradisional bukan hanya materi pelatihan, tetapi juga sarana untuk berproses bersama. Peserta dapat berkarya sesuai kemampuan masing-masing, belajar dari pengalaman, dan menikmati waktu bersama komunitasnya.
Bagi Sabrina, perjalanan di Borobudur memperlihatkan bahwa keterbatasan saat mengerjakan sebuah karya tidak harus menghentikan keinginan untuk ikut berpartisipasi. Tremor dan kesulitan menjaga kerapian memang menjadi tantangan ketika membatik, namun ia tetap mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan camp sebagai ruang untuk saling mendukung dan membangun kembali koneksi sosial.
Selama 17 hingga 19 September 2026, Borobudur pun tidak hanya menjadi lokasi kunjungan, melainkan ruang belajar dan pertemuan. Melalui kegiatan kreatif, para penyintas kanker anak memiliki kesempatan untuk merayakan perjalanan hidup mereka, memperluas persahabatan, dan terlibat dalam praktik pelestarian budaya secara langsung.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Borobudur jadi ruang berkarya bagi penyintas?
Borobudur jadi ruang berkarya bagi penyintas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Borobudur jadi ruang berkarya bagi penyintas matter?
Borobudur jadi ruang berkarya bagi penyintas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

