Bisnis

Bulog catat realisasi distribusi jagung SPHP capai 159,3 ribu ton

C66FBFC2-EF00-423A-895A-DDFFCAC55675

Penyaluran Jagung SPHP Bulog Tembus 159,3 Ribu Ton

Bisadonasi.com – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk jagung pakan telah menyalurkan 159,3 ribu ton kepada koperasi peternak sepanjang 2026. Angka tersebut setara 66,05 persen dari sasaran penyaluran tahunan yang ditetapkan pemerintah, sekaligus mencerminkan tingginya kebutuhan peternak terhadap bahan pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

Perum Bulog menempatkan program ini sebagai bagian dari langkah menjaga pasokan jagung pakan bagi peternak nasional. Ketersediaan bahan baku pakan menjadi perhatian penting karena biaya pakan merupakan salah satu unsur utama dalam operasional usaha peternakan, baik bagi pelaku skala menengah maupun UMKM.

“Dari target penyaluran SPHP jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi (peternak) telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton, setara 66,05 persen dari target,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Senin.

Sisa Target Penyaluran Masih Hampir 82 Ribu Ton

Dari total target 241,2 ribu ton pada 2026, masih tersedia sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton untuk disalurkan. Bulog mencatat realisasi distribusi harian mencapai 259.650 kilogram dan terus mendorong penyelesaian penyaluran sisa alokasi tersebut.

Capaian lebih dari dua pertiga target menunjukkan program SPHP jagung telah digunakan untuk menopang kebutuhan pakan peternak. Distribusi melalui koperasi memungkinkan penyaluran difokuskan kepada kelompok peternak yang menjadi sasaran kebijakan, sehingga manfaat program dapat lebih terarah.

Pelaksanaan SPHP jagung tahun ini berlandaskan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 mengenai penugasan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah 2026. Program tersebut juga mengacu pada Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 yang mengatur pelaksanaan penyaluran SPHP jagung di tingkat konsumen.

Dukungan Tambahan untuk Peternak hingga Desember

Pemerintah kembali memperkuat kebijakan bagi sektor peternakan melalui rencana distribusi SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton hingga Desember 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu hasil Rapat Koordinasi Terbatas mengenai pengelolaan dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah 2026 yang berlangsung pada 7 September 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Tambahan penyaluran diarahkan untuk membantu kebutuhan peternak skala menengah dan UMKM, terutama sebagai antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya produksi jagung selama musim kemarau.

Langkah ini penting bagi keberlanjutan usaha peternakan. Jagung merupakan salah satu bahan utama dalam pakan ternak, sehingga perubahan ketersediaan maupun harga komoditas ini dapat memengaruhi biaya produksi. Pasokan yang terjaga dengan harga yang dapat dijangkau diharapkan memberi ruang bagi peternak untuk mempertahankan kegiatan usahanya.

“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak,” ucap Rizal.

Koordinasi Distribusi Diperkuat

Bulog menyatakan kesiapan untuk menjalankan tambahan penugasan pemerintah dengan memastikan kecukupan stok serta mempererat koordinasi di lapangan. Kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, dan pemangku kepentingan lain diperlukan agar jagung pakan sampai kepada penerima program secara efektif.

Ketepatan sasaran menjadi unsur penting dalam program pangan bersubsidi atau stabilisasi. Penyaluran yang terorganisasi dapat membantu memastikan alokasi benar-benar menjawab kebutuhan peternak, terutama kelompok usaha yang memiliki keterbatasan daya beli ketika harga bahan pakan meningkat.

Penguatan distribusi jagung SPHP hingga akhir tahun juga berkaitan dengan stabilitas rantai pangan secara lebih luas. Ketahanan usaha peternakan berpengaruh terhadap kesinambungan produksi pangan asal ternak, sementara ketersediaan pakan yang memadai menjadi salah satu fondasi pada tahap hulu.

Dengan sisa target sekitar 81,9 ribu ton dan tambahan kebijakan penyaluran hingga Desember, Bulog melanjutkan perannya dalam menjaga cadangan pangan pemerintah tetap dapat dimanfaatkan bagi sektor peternakan. Fokusnya adalah menjaga pasokan jagung pakan tetap tersedia, membantu keterjangkauan biaya usaha, serta mendukung stabilitas pangan nasional dari produksi hingga distribusi.

Frequently Asked Questions

What is Bulog catat realisasi distribusi jagung SPHP?

Bulog catat realisasi distribusi jagung SPHP is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bulog catat realisasi distribusi jagung SPHP matter?

Bulog catat realisasi distribusi jagung SPHP matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.