Kapolri Apresiasi Pameran Nasirun “Bersimpuh di Kaki Para Guru”
Bisadonasi.com – Kapolri apresiasi pameran Nasirun Bersimpuh di Kaki Para Guru saat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan pameran tunggal tersebut di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia, termasuk dukungan bagi seniman yang merawat dialog antara tradisi, pengalaman hidup, dan realitas masa kini.
Pameran bertajuk “Bersimpuh di Kaki Para Guru” menghadirkan penghormatan Nasirun kepada guru-guru dan para perupa pendahulu yang memengaruhi perjalanan keseniannya. Bagi pelukis kontemporer ini, para pendahulu bukan sekadar bagian dari sejarah, melainkan sumber pengetahuan, teladan, serta inspirasi yang terus hadir dalam proses kreatif.
Penghormatan kepada Guru dan Seniman Pendahulu
Gagasan bersimpuh dalam judul pameran menandai sikap hormat terhadap mereka yang telah memberi arah bagi perjalanan berkarya Nasirun. Melalui karya-karya yang dipamerkan, ia menghubungkan pengalaman pribadi dengan nilai spiritual, kebudayaan Jawa, dan berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kapolri apresiasi pameran Nasirun Bersimpuh juga mencerminkan pentingnya ruang seni sebagai tempat publik memahami warisan budaya. Karya seni dapat membuka percakapan mengenai ingatan, nilai, dan perubahan zaman tanpa melepaskan hubungan dengan akar tradisi yang membentuknya.
Nasirun dikenal konsisten mengolah unsur budaya Jawa dalam bahasa visual kontemporer. Tradisi dalam karya-karyanya tidak sekadar hadir sebagai hiasan atau simbol yang diam, tetapi menjadi bahan perenungan yang terus dapat ditafsirkan ulang sesuai konteks kehidupan sekarang.
Karya dari Berbagai Fase Perjalanan Kreatif
Pameran ini memperlihatkan perjalanan artistik Nasirun melalui karya yang dibuat pada periode berbeda. Pengunjung dapat melihat Persembahan untuk Bathara Guru tahun 1999, Komidi Putar Pasar Malam dari 2010, Tahta untuk Petruk tahun 2015, serta Realis yang Semurni-murninya yang dibuat pada 2018.
Selain itu, ditampilkan pula Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun dari 2023. Kehadiran karya-karya lintas tahun tersebut memberi gambaran mengenai perkembangan gagasan dan ekspresi visual sang seniman dalam perjalanan yang panjang.
Setiap karya membawa kemungkinan pembacaan yang berbeda, tetapi tetap berada dalam benang merah penghormatan terhadap pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan. Nasirun menunjukkan bahwa seorang seniman dapat membangun pembaruan tanpa mengabaikan pengaruh para guru dan perupa yang mendahuluinya.
Pameran ini mengajak publik melihat hubungan antara penghormatan kepada guru, warisan budaya, spiritualitas, dan refleksi sosial dalam perjalanan seni Nasirun.
Tradisi yang Tetap Berdialog dengan Masa Kini
Kapolri apresiasi pameran Nasirun Bersimpuh di Kaki Para Guru karena pameran ini menghadirkan ruang pertemuan antara nilai lama dan pembacaan baru. Dalam praktik seni kontemporer, penghargaan terhadap pendahulu dapat menjadi landasan untuk menciptakan karya yang relevan dengan persoalan masa kini.
Galeri dan ruang pamer memiliki peran penting dalam ekosistem kebudayaan. Masyarakat tidak hanya dapat menikmati karya secara langsung, tetapi juga mengenali pemikiran seniman serta memahami bagaimana tradisi terus hidup melalui penafsiran dari generasi ke generasi.
Bagi pengunjung, pameran Nasirun menawarkan pengalaman visual sekaligus kesempatan untuk memikirkan arti guru dalam kehidupan. Penghormatan kepada guru tidak berhenti pada ungkapan simbolis, melainkan dapat dimaknai sebagai kesediaan untuk belajar dari pengetahuan, keteladanan, dan perjalanan orang-orang yang telah lebih dahulu berkarya.
Jadwal Kunjungan Pameran Nasirun
Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada 13 September hingga 11 Oktober 2026. Masyarakat dapat mengunjungi pameran pada Selasa sampai Kamis pukul 10.00–18.00 WIB.
Pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, pameran dibuka pukul 10.00–20.00 WIB. Galeri tidak melayani kunjungan pameran setiap Senin. Waktu kunjungan yang lebih panjang pada akhir pekan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya Nasirun secara lebih leluasa.
FAQ Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru”
Di mana pameran Nasirun diselenggarakan?
Pameran diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Kapan pameran dapat dikunjungi?
Pameran berlangsung dari 13 September sampai 11 Oktober 2026. Galeri buka Selasa–Kamis pukul 10.00–18.00 WIB dan Jumat–Minggu pukul 10.00–20.00 WIB, sedangkan Senin tutup.
Apa tema utama pameran Nasirun?
Tema utamanya adalah penghormatan kepada para guru dan seniman pendahulu yang turut membentuk perjalanan kreatif Nasirun, dengan perjumpaan unsur budaya Jawa, spiritualitas, dan kehidupan sosial dalam karya-karyanya.

