Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Klasemen IBL All Indonesian 2026: Dewa belum terkalahkan

Published · Updated · By Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Foto : Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Dewa United jaga laju sempurna di IBL All Indonesian 2026

Bisadonasi.com – Dewa United Banten tampil paling konsisten di Grup B IBL All Indonesian 2026. Seusai rangkaian pertandingan hari keempat yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10), tim asuhan Yurifan Hosen itu masih belum tersentuh kekalahan dan mengoleksi enam poin.

Perolehan tersebut didapat setelah Dewa United memenangi tiga laga beruntun. Kemenangan terbaru diraih saat menghadapi Satya Wacana Salatiga dengan skor 63-44. Hasil itu sekaligus mempertegas posisi Dewa United sebagai pemuncak Grup B untuk sementara waktu.

Satya Wacana belum mampu membuka catatan kemenangan dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Dengan tiga poin, klub tersebut berada di peringkat kelima Grup B. Situasi ini membuat laga-laga selanjutnya semakin penting bagi Satya Wacana untuk memperbaiki kedudukan mereka.

Pelita Jaya menempel di Grup B

Pelita Jaya Jakarta berada tepat di bawah Dewa United. Tim besutan Johannis Winar, yang akrab disapa Coach Ahang, mengumpulkan lima poin dari tiga penampilan. Rekor mereka terdiri atas dua kemenangan dan satu kekalahan.

Kemenangan kedua Pelita Jaya hadir melalui hasil meyakinkan atas Hangtuah JG Liem Jakarta. Pertandingan tersebut berakhir 81-49, memberi Pelita Jaya dorongan penting dalam persaingan papan atas grup.

Hangtuah menempati urutan ketiga dengan empat poin setelah memainkan tiga laga. Kesatria Bengawan Solo berada di posisi keempat, mengantongi tiga poin dari dua pertandingan dengan catatan satu kemenangan dan satu kekalahan. Dengan jumlah laga yang belum sepenuhnya sama, susunan Grup B masih dapat berubah pada pertandingan berikutnya.

Dewa United memang memiliki keunggulan poin saat ini, tetapi perjalanan turnamen belum selesai. Pelita Jaya masih menjaga jarak, sementara Hangtuah dan Kesatria memiliki peluang untuk mengubah peta persaingan apabila mampu meraih hasil positif pada laga lanjutan.

Bogor Hornbills di puncak Grup A

Di Grup A, Bogor Hornbills memimpin klasemen sementara dengan lima poin dari tiga pertandingan. Tim yang dilatih Cesar Camara Peres mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan, cukup untuk menempatkan mereka di posisi teratas pada fase ini.

Hornbills mengambil alih puncak klasemen setelah menundukkan Pacific Caesar Surabaya 73-50. Kemenangan tersebut menambah keyakinan tim berstatus juara IBL 2026 itu dalam persaingan All Indonesian tahun ini.

Pacific belum memperoleh kemenangan dalam tiga pertandingan. Mereka mengoleksi tiga poin dan menempati peringkat keempat Grup A. Di bawahnya ada Rajawali Medan dengan dua poin dari dua laga.

Meski Bogor Hornbills untuk sementara memimpin, Grup A belum menunjukkan pemisahan kekuatan yang mutlak. Satria Muda Pertamina Bandung dan RANS Simba Bogor sama-sama masih mempertahankan rekor tanpa kekalahan. Kedua tim baru memainkan dua pertandingan dan masing-masing telah mengumpulkan empat poin.

Rekor sempurna membuat Grup A tetap ketat

Satria Muda Pertamina Bandung mencatat dua kemenangan dari dua laga, tanpa kekalahan, untuk memperoleh empat poin. RANS Simba Bogor memiliki catatan serupa: dua pertandingan, dua kemenangan, nol kekalahan, serta empat poin.

Kondisi tersebut membuat Hornbills hanya unggul satu poin dari dua pesaingnya. Namun, Satria Muda dan RANS mempunyai satu pertandingan lebih sedikit. Artinya, kemenangan pada laga tambahan dapat membawa salah satu dari mereka melampaui posisi Hornbills.

Persaingan ini juga memperlihatkan pentingnya tidak hanya melihat total poin, melainkan jumlah pertandingan yang telah dimainkan. Tim dengan poin lebih sedikit belum tentu tertinggal secara mutlak apabila mereka masih memiliki laga yang belum dijalani. Dalam konteks Grup A, peluang Satria Muda dan RANS tetap terbuka lebar karena keduanya belum mengalami kekalahan.

Gambaran klasemen sementara

IBL All Indonesian 2026 diikuti 10 klub dan digelar dari 24 Oktober hingga 1 November. Memasuki posisi klasemen hingga Selasa (27/10), Dewa United menjadi tim dengan koleksi poin tertinggi dari data yang tersedia, yakni enam poin melalui tiga kemenangan.

Di Grup B, Pelita Jaya menguntit dengan lima poin. Hangtuah mengoleksi empat poin, sedangkan Kesatria dan Satya Wacana masing-masing memiliki tiga poin. Kesatria memperoleh poin tersebut dari dua laga, sementara Satya Wacana telah bermain tiga kali.

Untuk Grup A, Satria Muda memiliki catatan dua laga, dua menang, nol kalah, dan empat poin. Pacific telah menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan serta mengumpulkan tiga poin. Bogor Hornbills meraih lima poin dari tiga laga melalui dua kemenangan dan satu kekalahan, sementara Rajawali Medan mempunyai dua poin dari dua pertandingan.

Hasil-hasil awal tersebut menjadikan setiap pertandingan berikutnya bernilai besar. Dewa United berupaya memperpanjang rangkaian kemenangan di Grup B, sedangkan Hornbills perlu menghadapi tekanan dari Satria Muda dan RANS di Grup A. Dengan turnamen yang masih berjalan hingga 1 November, klasemen sementara masih sangat mungkin mengalami perubahan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Klasemen IBL All Indonesian 2026?

Klasemen IBL All Indonesian 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Klasemen IBL All Indonesian 2026 matter?

Klasemen IBL All Indonesian 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.