Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Danantara: Peta jalan teknologi harus bisa menjadi investasi berdampak

Published · Updated · By Rina Hakim - bisadonasi.com

Foto : Rina Hakim - bisadonasi.com

Danantara Dorong Roadmap Teknologi Menjadi Investasi Bernilai Jangka Panjang

Bisadonasi.com – Indonesia memiliki banyak rencana pengembangan teknologi dan talenta digital, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut benar-benar melahirkan produk, layanan, serta investasi yang memberi manfaat luas. Danantara Indonesia melihat transformasi dari dokumen strategi menjadi ekosistem usaha yang tumbuh sebagai langkah penting bagi daya saing nasional.

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menekankan bahwa keberadaan roadmap saja belum cukup. Peta jalan perlu diterjemahkan menjadi peluang komersial yang mempunyai pengguna, mampu berkembang dalam skala besar, dan sekaligus menghasilkan dampak bagi masyarakat serta negara.

“Indonesia tidak kekurangan peta (jalan) teknologi, yang kita butuhkan bukan hanya peta jalan, tapi mengubah peta jalan itu menjadi investasi yang tumbuh, punya pengguna, punya skala, layak secara komersial, dan berdampak bagi bangsa dan negara,” kata Dwi Susanto di Jakarta, Rabu.

Pemerintah dan BUMN sebagai pengguna awal

Peran pemerintah dan badan usaha milik negara dinilai krusial dalam membangun pasar bagi inovasi teknologi lokal. Keduanya menjalankan banyak layanan yang digunakan masyarakat setiap hari, mulai dari pengurusan dokumen identitas hingga penyediaan listrik, jaringan telekomunikasi, dan layanan perbankan.

Kebutuhan yang besar dan berkelanjutan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan teknologi dalam negeri untuk menguji, menyempurnakan, dan memperluas produknya. Ketika solusi lokal memperoleh kesempatan digunakan dalam skala nyata, industri tidak hanya mengandalkan eksperimen atau proyek terbatas, melainkan dapat membangun rekam jejak yang relevan bagi kebutuhan pasar.

“Nah, jika kebutuhan pemerintah dan BUMN ini diarahkan, keduanya bisa menjadi pembeli pertama bagi teknologi buatan dalam negeri. Inilah yang ingin diorkestrasi oleh Danantara, bersama kementerian dan lembaga terkait, dan tentu saja swasta bisa kita ikutkan,” ujar Dwi.

Gagasan pembeli pertama menjadi penting karena banyak teknologi baru memerlukan pengguna awal sebelum bisa membuktikan kegunaan dan kelayakan bisnisnya. Dalam konteks layanan publik, penerapan teknologi juga perlu memperhatikan keamanan, keandalan, perlindungan data, dan kemampuan sistem untuk melayani jumlah pengguna yang besar.

Trusted AI dan keamanan era pascakuantum

Danantara juga menempatkan kecerdasan buatan yang tepercaya dan bertanggung jawab, atau trusted AI, sebagai salah satu bidang yang relevan untuk dikembangkan. Pemanfaatan AI telah hadir dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, kesehatan, dan keuangan. Karena berhubungan dengan keputusan, informasi, dan kebutuhan masyarakat, penerapannya perlu dibangun secara hati-hati agar dapat dipercaya pengguna.

“Untuk trusted AI, penggunaannya sudah ada di layanan publik, kesehatan, dan keuangan. Untuk post-quantum security, permintaannya pasti datang, karena standar globalnya sudah ditetapkan,” kata Dwi.

Selain AI, perhatian diberikan kepada post-quantum security. Bidang ini berkaitan dengan kesiapan perlindungan sistem digital menghadapi perkembangan komputasi kuantum. Standar global yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap keamanan semacam itu diperkirakan akan meningkat, terutama bagi infrastruktur dan layanan yang mengelola data penting.

Bagi Indonesia, pengembangan kapabilitas pada bidang-bidang tersebut tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi impor. Ketersediaan tenaga ahli, kemampuan desain, dan kesiapan ekosistem industri akan menentukan seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dibangun di dalam negeri.

Desain cip sebagai peluang talenta Indonesia

Sektor semikonduktor turut menjadi perhatian, khususnya melalui jalur desain cip. Dwi menilai jalur ini relatif terbuka bagi talenta digital Indonesia karena tidak langsung menuntut investasi pabrik bernilai miliaran dolar. Fokusnya berada pada pembangunan kemampuan manusia untuk merancang komponen yang dibutuhkan berbagai perangkat digital.

“Nah, di bidang semikonduktor bagaimana? Nah kita memilih masuk melalui pintu yang sudah terbuka, yaitu desain cip. Pintu ini tidak menuntut investasi bernilai miliaran dolar, tapi talenta yang harus kita bangun,” ujar Dwi.

Cip merupakan bagian mendasar dari banyak perangkat modern, dari dokumen identitas elektronik, peralatan kesehatan, hingga perangkat konektivitas. Karena itu, penguasaan desain cip dapat menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan kebutuhan domestik dengan pengembangan kompetensi teknologi bernilai tinggi.

Danantara bekerja sama dengan Arm dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemdiktisaintek, dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, telah meluncurkan gelombang pertama program pelatihan Arm pada pertengahan tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kemampuan semikonduktor di Indonesia.

Pelatihan intensif itu menandai inisiatif yang lebih luas untuk membekali hingga 15.000 talenta Indonesia di bidang desain cip melalui ekosistem Arm. Sasaran tersebut menunjukkan bahwa pembangunan industri tidak semata-mata berorientasi pada teknologi akhir, tetapi juga pada penyiapan sumber daya manusia yang dapat mengembangkan solusi dari tahap perancangan.

“Kami mengharapkan bahwa cip mereka, anak-anak muda ini, ini bisa menjawab kebutuhan kita sendiri. Identitas yang aman, perangkat kesehatan, konektivitas dan sebagainya,” kata Dwi.

Dengan mengarahkan kebutuhan institusi besar, memperkuat keahlian digital, dan membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta, roadmap teknologi dapat bergerak dari rencana menjadi investasi yang menghasilkan penggunaan nyata. Bagi Indonesia, ukuran keberhasilannya bukan hanya jumlah program atau dokumen strategi, melainkan lahirnya teknologi yang dapat digunakan, berkembang secara berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Danantara?

Danantara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Danantara matter?

Danantara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.