Dua tewas akibat ledakan, Pasar Cimanggis Tangsel mulai dibersihkan
Bisadonasi.com – Dua tewas akibat ledakan Pasar Cimanggis di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, membuat aparat kepolisian memulai pembersihan area terdampak. Langkah ini dilakukan setelah tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyelesaikan olah tempat kejadian perkara.
Pembersihan dilakukan untuk memulihkan kondisi pasar sekaligus membantu aktivitas perdagangan masyarakat yang sempat terganggu. Ledakan terjadi pada Rabu (14/10) dan menewaskan dua orang, sementara 11 korban lainnya mengalami luka serta menjalani perawatan.
Pembersihan Pasar Cimanggis Setelah Olah TKP
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan area yang terkena dampak langsung mulai dibersihkan dan diperbaiki sesuai arahan Kapolres Tangerang Selatan. Penanganan tersebut diharapkan memungkinkan pasar kembali digunakan untuk kegiatan jual beli warga.
“Tim dari Puslabfor Mabes Polri dan Ditreskrimum Polda Metro sudah selesai melakukan olah TKP. Sesuai arahan Kapolres Tangsel, area yang terdampak langsung dibersihkan dan diperbaiki agar kawasan ini dapat segera kembali digunakan untuk aktivitas perdagangan,” kata Bambang.
Pasar Cimanggis menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Aktivitas perdagangan di pasar ini berlangsung padat, dimulai dari sore hari hingga menjelang subuh. Karena itu, pemulihan lokasi menjadi perhatian agar pedagang dapat kembali menjalankan usaha mereka.
Menurut Bambang, pembersihan dan perbaikan kawasan terdampak diharapkan selesai secepatnya. Namun, pemulihan fisik pasar tidak menghentikan proses hukum dan penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden.
Penyelidikan Penyebab Ledakan Masih Berjalan
Kasus dua tewas akibat ledakan Pasar Cimanggis masih dalam penanganan Satreskrim Polres Tangerang Selatan. Polisi belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab pasti ledakan karena pemeriksaan barang bukti dan pendalaman di lokasi masih berlangsung.
Sebelumnya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas atau CCTV dari sejumlah titik di sekitar pasar. Kamera tersebut dikumpulkan saat olah TKP kedua pada Kamis (15/10).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengatakan rekaman CCTV akan diperiksa untuk melihat situasi sebelum kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ledakan dipicu unsur kesengajaan atau terjadi tanpa unsur tersebut.
“Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” ujar Imron.
Barang Bukti yang Ditemukan Petugas
Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring menyebut petugas menemukan sejumlah komponen di lokasi kejadian. Temuan itu meliputi tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo.
Petugas masih memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan kerusakan yang dapat memicu percikan api. Seluruh hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari penyelidikan kasus ledakan di Pasar Cimanggis.
Hingga Kamis (15/10), polisi mencatat total 13 korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 korban lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.
FAQ Dua Tewas Akibat Ledakan Pasar Cimanggis
Apakah Pasar Cimanggis sudah dibuka kembali?
Pembersihan dan perbaikan area terdampak telah dimulai agar aktivitas perdagangan dapat segera pulih. Kepolisian berharap pedagang dapat kembali berjualan setelah kawasan dinilai siap digunakan.
Apakah penyebab ledakan sudah diketahui?
Belum. Polisi masih memeriksa CCTV, barang bukti, instalasi listrik, dan dinamo untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Berapa jumlah korban ledakan di Pasar Cimanggis?
Polisi mencatat 13 korban hingga Kamis (15/10), terdiri atas dua orang meninggal dunia dan 11 orang yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit.