Pemprov Bali optimistis capai target tanpa emisi sebelum 2045
Bali Bidik Emisi Nol Bersih Lebih Cepat dari Target 2045
Bisadonasi.com – Pemerintah Provinsi Bali menargetkan transisi menuju emisi karbon nol bersih dapat selesai jauh lebih awal dari 2045. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keyakinan bahwa sasaran tersebut bahkan berpeluang tercapai pada 2040, seiring percepatan perubahan sistem kelistrikan, penggunaan energi surya, serta perluasan kendaraan listrik di Pulau Dewata.
Optimisme itu disampaikan Koster saat Pekan Iklim Bali 2026 di Denpasar, Selasa. Bagi Bali, pengurangan emisi bukan hanya persoalan target jangka panjang, melainkan perubahan nyata pada sumber energi, pembangunan gedung, mobilitas masyarakat, hingga pengelolaan sampah.
“Tidak perlu tahun 2045, menurut saya mungkin 2040 sudah bisa tercapai,” ucap Gubernur Bali Wayan Koster.
Pasokan listrik diarahkan ke energi lebih bersih
Salah satu dasar utama percepatan tersebut adalah kesepakatan Pemprov Bali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PLN untuk menghentikan penambahan pasokan listrik dari PLTU Paiton di Jawa Timur. Sistem energi Bali selanjutnya dirancang semakin bergantung pada sumber yang lebih bersih.
Dalam tahapan transisi hingga 2031, Bali akan membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas dengan kapasitas total 1.550 megawatt. Pembangunan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Bersamaan dengan itu, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS akan diperluas secara besar-besaran.
Pemerintah pusat juga telah memberikan kuota PLTS sebesar 1.000 megawatt untuk Bali. Kombinasi pembangkit gas dan energi surya dipandang sebagai fondasi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber listrik berbahan bakar fosil.
“Kalau pembangkit listriknya terwujud 2031 dengan bahan bakar gas, PLTS-nya sekarang diberikan kuota oleh Pak Presiden 1.000 megawatt, maka semua energi di Bali ini berbahan bakar yang ramah lingkungan, PLTS dan gas,” ujar Koster.
Pembangkit berbasis batu bara dan diesel juga disiapkan untuk dihentikan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Bali menetapkan batas waktu maksimal lima tahun ke depan bagi pengakhiran penggunaan pembangkit fosil tersebut. Langkah ini menjadi bagian penting karena sektor kelistrikan memiliki peran besar dalam arah penurunan emisi daerah.
PLTS atap menjadi syarat bangunan baru
Peralihan energi tidak hanya diarahkan pada pembangkit skala besar. Bali turut mendorong keterlibatan pemilik bangunan melalui aturan penggunaan PLTS atap. Pemasangan panel surya direncanakan menjadi salah satu syarat wajib dalam proses memperoleh persetujuan bangunan gedung atau PBG.
Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Bali, para bupati, dan wali kota memperluas cakupan persyaratan tersebut. Perizinan bangunan baru tidak akan diterbitkan apabila pemohon belum menjalankan sejumlah prinsip keberlanjutan, yakni penggunaan PLTS, pemanfaatan kendaraan listrik, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Kebijakan itu menempatkan pembangunan fisik sebagai bagian dari agenda lingkungan. Gedung baru tidak semata dinilai dari fungsi dan kelayakan teknisnya, tetapi juga dari kesiapan pemiliknya untuk memakai energi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi beban sampah sejak awal.
Kendaraan listrik menjadi penggerak pengurangan emisi
Selain pembenahan kelistrikan, Bali mengandalkan perluasan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai salah satu cara mempercepat penurunan emisi dari bahan bakar minyak. Pemakaian kendaraan listrik dinilai dapat memberi dampak besar apabila diterapkan secara luas pada mobilitas harian.
“Dengan makin dikencangkan lagi penggunaan kendaraan listrik, maka 90 persen emisi dari batu bara dan minyak, itu akan lebih cepat berkurang,” kata Koster.
Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Suzanty Sitorus, menilai sasaran emisi nol bersih sebelum 2045 cukup realistis. Tingkat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia telah mencapai 17 persen dari total penjualan kendaraan baru. Angka tersebut telah melampaui Amerika Serikat, walaupun masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan ASEAN.
Ada dua kondisi yang dinilai dapat mempercepat peralihan kendaraan di Bali. Kenaikan harga bensin dan antrean panjang yang menimbulkan kemacetan dapat mendorong masyarakat mempertimbangkan pilihan mobilitas yang lebih hemat energi. Selain itu, karakter Bali sebagai pulau memberi kondisi yang lebih mendukung untuk membangun jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.
Pengembangan fasilitas pengisian daya perlu memperhatikan beragam teknologi dan kebutuhan pengguna. Ketersediaan SPKLU yang sesuai akan menentukan seberapa nyaman masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Transformasi ini juga tidak cukup hanya menyasar mobil pribadi. Ekosistem kendaraan listrik perlu diperkuat pada angkutan umum, bus listrik, sepeda motor, serta kegiatan logistik. Penggunaan yang merata di berbagai sektor akan membuat pengurangan emisi lebih terasa dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ikut optimistis juga jika fokusnya dan apa yang sekarang direncanakan terus dilanjutkan, maka target itu sangat mungkin tercapai,” kata Suzanty.
Koster menyatakan tetap akan menjalankan arah kebijakan tersebut meski menghadapi tekanan dari pihak yang kepentingannya terdampak. Baginya, penolakan merupakan risiko yang harus dihadapi dalam kepemimpinan ketika perubahan besar sedang didorong.
“Syaratnya tahan di-bully memang, kalau di-bully memang bagian dari sesuatu yang harus dinikmati oleh pemimpin, jadi tidak apa-apa,” ucapnya.
Jika seluruh rencana berjalan konsisten, Bali berpeluang menunjukkan bahwa transisi energi dapat dilakukan melalui perubahan yang saling terhubung: listrik yang lebih bersih, bangunan yang memproduksi energi surya, transportasi listrik, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan sampah dari tingkat sumber.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemprov Bali optimistis capai target tanpa?Pemprov Bali optimistis capai target tanpa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemprov Bali optimistis capai target tanpa matter?Pemprov Bali optimistis capai target tanpa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.