Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemendikdasmen tuan rumah IMSO-23 dukung pengembangan talenta murid SD

Published · Updated · By Dewi Firmansyah - bisadonasi.com

Foto : Dewi Firmansyah - bisadonasi.com

IMSO-23 Digelar di Indonesia, Dorong Talenta Matematika dan Sains Sejak Sekolah Dasar

Bisadonasi.com – Indonesia kembali menjadi lokasi penyelenggaraan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 pada 2026. Ajang internasional ini mempertemukan 404 murid sekolah dasar dari 23 negara untuk menguji kemampuan matematika dan sains, sekaligus membangun pengalaman kompetisi lintas negara sejak usia dini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Klinik Pendidikan MIPA serta Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pembukaan IMSO-23 berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai olimpiade ini tidak semata-mata menempatkan peserta dalam persaingan akademik. IMSO juga menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak berprestasi dari beragam negara, yang dapat saling bertukar pengalaman dan mengenal perspektif baru di bidang ilmu pengetahuan.

“Selaras dengan tema " Where Young Minds Meet, Discover, Compete, and Inspire!", kami berharap IMSO tidak hanya menjadi arena bertanding, tetapi juga sarana membangun rasa kebersamaan, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan antar-generasi muda berprestasi dari berbagai belahan dunia,”

Tema tersebut menekankan bahwa proses belajar dapat berjalan berdampingan dengan eksplorasi, kompetisi sehat, dan inspirasi. Bagi peserta sekolah dasar, pengalaman mengikuti forum internasional juga memberi kesempatan untuk melihat bahwa matematika dan sains merupakan bidang yang dipelajari serta dikembangkan oleh anak-anak dari banyak latar budaya.

Ajang yang Kian Diminati

Mu’ti menyampaikan bahwa kesinambungan penyelenggaraan IMSO serta peningkatan jumlah partisipan dari tahun ke tahun menunjukkan daya tarik kompetisi ini terus menguat. Pertemuan para peserta dipandang dapat menjadi momen untuk membangun pertemanan, memperoleh dorongan baru dalam belajar, dan mengenali pencapaian rekan-rekan sebaya dari berbagai negara.

“Pertemuan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk saling mengenal dan menimba inspirasi. Saya berharap program ini terus berlanjut di berbagai negara serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya di bidang matematika dan sains,” ujarnya.

Pengembangan talenta sejak pendidikan dasar menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan ini. Kompetisi menyediakan tantangan yang terarah bagi murid yang memiliki minat kuat pada penalaran, pemecahan masalah, pengamatan, dan eksperimen. Namun, proses tersebut juga tidak berhenti pada hasil perlombaan, karena peserta dilatih menghadapi persoalan secara teliti dan percaya diri.

Kembali ke Negara Kelahiran IMSO

IMSO-23 memiliki arti khusus karena Indonesia adalah negara yang pertama kali menggagas dan menyelenggarakan kompetisi tersebut pada 2004. Ketua Umum IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra menyebut kembalinya olimpiade itu ke Indonesia membawa nilai historis sekaligus emosional.

“Kompetisi tahun ini memiliki makna historis dan emosional yang mendalam seiring dengan kembalinya IMSO pulang ke rumah yaitu Indonesia, negara tempat olimpiade internasional ini pertama kali dicetuskan dan dilahirkan,” ujar Ridwan.

Sejak pelaksanaan perdana di Jakarta, Indonesia beberapa kali dipercaya kembali menjadi tuan rumah IMSO. Kota-kota yang pernah menyelenggarakannya meliputi Mataram, Yogyakarta, Denpasar, dan Tangerang. Indonesia juga menjadi tuan rumah IMSO secara daring selama periode 2020 hingga 2023.

Setelah IMSO-22 berlangsung di Kedah, Malaysia, pada 2025, IMSO-23 kembali digelar di Indonesia pada 2026. Kepulangan ajang ini dinilai dapat memperkuat tujuan awal pembentukannya: menyediakan wadah bagi murid sekolah dasar untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, mengasah potensi, serta memperdalam ketertarikan terhadap matematika dan sains.

63 Peserta Indonesia Siap Bertanding

Kontingen Indonesia pada IMSO-23 berjumlah 63 peserta. Sebanyak 32 murid mengikuti bidang Matematika, sedangkan 31 murid lainnya berlaga pada bidang Sains. Para peserta dipilih melalui dua jalur, yaitu peraih medali Olimpiade Sains Nasional atau OSN dan seleksi mandiri oleh Klinik Pendidikan MIPA yang ditempuh dalam tiga tahap.

Pembinaan bagi peserta tidak hanya diarahkan pada logika serta kemampuan menyelesaikan soal matematika dan sains. Aspek karakter dan budi pekerti juga menjadi perhatian selama proses persiapan. Pendekatan ini penting karena kompetisi internasional menuntut kesiapan peserta untuk belajar secara disiplin, bekerja dalam suasana terstruktur, serta menjaga sikap selama berinteraksi dengan peserta lain.

Menjelang pelaksanaan olimpiade, peserta Indonesia menjalani pembekalan dan karantina yang difasilitasi Klinik Pendidikan MIPA. Kegiatan persiapan tersebut berlangsung pada 25–30 September 2026 di PPSDM Kemendikdasmen.

Kompetisi Akademik dan Pertukaran Budaya

Rangkaian utama IMSO-23 dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Oktober 2026. Peserta akan mengikuti tiga kategori kompetisi, yakni Teori I, Teori II, serta Eksplorasi dan Eksperimen. Kategori-kategori tersebut memberi ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan memahami konsep, menalar persoalan, dan menerapkan pengetahuan dalam aktivitas ilmiah.

Agenda IMSO-23 juga melampaui sesi ujian akademik. Para peserta akan terlibat dalam STEM Presentation serta sejumlah kegiatan budaya. Permainan tradisional Indonesia, Cultural Night, dan kunjungan kota ke Taman Mini Indonesia Indah atau TMII menjadi bagian dari pengalaman yang disiapkan selama penyelenggaraan.

Melalui perpaduan kompetisi, pembelajaran, dan kegiatan kebudayaan, IMSO-23 menghadirkan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kemampuan akademik tanpa melepaskan nilai kebersamaan. Bagi Indonesia, penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan kembali posisinya dalam sejarah lahirnya IMSO dan komitmennya dalam membuka ruang pengembangan talenta matematika serta sains bagi generasi muda.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemendikdasmen tuan rumah IMSO 23 dukung?

Kemendikdasmen tuan rumah IMSO 23 dukung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemendikdasmen tuan rumah IMSO 23 dukung matter?

Kemendikdasmen tuan rumah IMSO 23 dukung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.