Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenhub: Tiga Kapal Negara perkuat hari ke-14 operasi SAR KMP Virgo

Published · Updated · By Zahra Putri - bisadonasi.com

Foto : Zahra Putri - bisadonasi.com

Tiga Kapal Negara Perkuat Pencarian KMP Virgo Transport 8 pada Hari Ke-14

Bisadonasi.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-14 dengan tambahan penguatan dari tiga Kapal Negara milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Unsur laut, udara, serta penyelam dari sejumlah instansi masih bekerja bersama untuk menemukan dan mengevakuasi penumpang yang belum ditemukan.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, menyampaikan bahwa Kemenhub mengoperasikan KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar dalam misi kemanusiaan tersebut. Ketiga kapal ditempatkan untuk memenuhi kebutuhan pencarian, keselamatan navigasi, mobilisasi, dan dukungan evakuasi di area operasi.

“Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR,” katanya.

Kolaborasi Kapal Negara dan Unsur SAR

Dalam pelaksanaannya, tiga kapal dari Kemenhub itu bekerja bersama KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta unsur laut lain yang telah berada di lokasi. Keterlibatan berbagai armada memungkinkan pembagian tugas disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan setiap tahap operasi.

Fokus utama Tim SAR Gabungan saat ini meliputi penyelaman ke badan kapal KMP Virgo Transport 8, pencarian korban, proses evakuasi, dan pembaruan data secara terpadu. Setiap kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan cuaca, tinggi gelombang, arus laut, serta evaluasi keselamatan di titik pencarian.

Kondisi perairan menjadi faktor penting dalam menentukan pola kerja tim. Penyelaman dan evakuasi membutuhkan persiapan cermat karena keselamatan personel, terutama penyelam, tetap ditempatkan sebagai prioritas. Penilaian sebelum, saat, dan setelah penugasan dilakukan agar operasi dapat berlanjut secara aman.

Reefer Container Disiapkan untuk Dukungan Evakuasi

KN Kunyit telah berada di wilayah operasi dan disiagakan sebagai pendukung di Ring 1. Kapal tersebut membawa reefer container yang dapat digunakan sebagai fasilitas penampungan sementara jenazah apabila tim menemukan korban dalam jumlah besar selama kegiatan penyelaman.

“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary.

Penguatan serupa juga dilakukan untuk KN Miang Besar. Pada Sabtu, 26 September, kapal itu sandar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, untuk memuat reefer container. Setelah pemasangan peralatan serta persiapan pendukung selesai, kapal tersebut dijadwalkan bergabung ke area pencarian.

Dengan kesiapan itu, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang dibekali reefer container, yakni KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda. Kehadiran keduanya memperbesar kesiapan penanganan korban apabila kebutuhan evakuasi meningkat.

“Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” ujar Hary.

KN Grantin Tetap Beroperasi di Lokasi

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, menegaskan KN Grantin P.211 masih menjalankan tugas di area operasi hingga hari ke-14. Kapal patroli tersebut menjadi bagian dari dukungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam operasi gabungan.

Setiap Kapal Negara menjalankan fungsi sesuai kebutuhan yang berkembang di lapangan. Perannya mencakup pengamanan dan dukungan navigasi, penyisiran kawasan pencarian, pengangkutan personel maupun perlengkapan, hingga fasilitasi evakuasi korban. Pembagian peran ini ditujukan agar seluruh unsur dapat bekerja dalam satu koordinasi yang sama.

“Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” kata Rusmanu.

Selain kekuatan laut, Tim SAR Gabungan juga menggunakan dukungan udara melalui helikopter Basarnas dan TNI Angkatan Laut. Unsur udara membantu memperluas pemantauan kawasan pencarian dan memperkuat koordinasi operasi di tengah kondisi perairan yang terus dievaluasi.

71 Penumpang Masih Dicari

Data Basarnas per Sabtu, 26 September pukul 19.00 Wita mencatat terdapat 243 penumpang di KMP Virgo Transport 8. Sebanyak 172 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, 71 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Angka tersebut menunjukkan bahwa operasi belum selesai dan seluruh unsur masih diperlukan untuk melanjutkan penyisiran serta penyelaman. Pemutakhiran data korban menjadi bagian penting dari kegiatan ini agar proses pencarian, identifikasi, dan evakuasi dapat berjalan terkoordinasi.

Operasi SAR Gabungan akan diteruskan hingga dinyatakan selesai. Sinergi antarinstansi, kesiapan armada, efektivitas pencarian, dan perlindungan terhadap seluruh personel menjadi perhatian utama dalam upaya menemukan para korban KMP Virgo Transport 8.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemenhub?

Kemenhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenhub matter?

Kemenhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.