Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim untuk dukung ketahanan energi

Published · Updated · By Ayu Saraswati - bisadonasi.com

Foto : Ayu Saraswati - bisadonasi.com

SAKA Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Baru di Kalimantan Timur

Bisadonasi.com – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memulai pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 atau SM-1 di Wilayah Kerja Pekawai, Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi upaya perusahaan untuk menguji potensi migas baru sekaligus mendukung ketersediaan energi nasional dalam jangka panjang.

Pengeboran dilakukan melalui PT SAKA Energi Sepinggan (SES), operator Wilayah Kerja Pekawai. Setelah seluruh pemeriksaan akhir diselesaikan, pekerjaan pengeboran SM-1 resmi dimulai pada 22 September 2026.

“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan akhir, SAKA melalui SES (PT SAKA Energi Sepinggan) memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu SM-1 di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai pada 22 September 2026,” ujar Direktur Utama PGN SAKA Energi Indonesia Intan Fauzi.

Pengujian Potensi Hidrokarbon

Sumur SM-1 dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keberadaan serta karakteristik hidrokarbon di area Pekawai. Data dari hasil pengeboran nantinya penting untuk mengonfirmasi peluang sumber daya minyak dan gas yang telah dipetakan melalui kajian sebelumnya.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi menyampaikan bahwa sumur tersebut memiliki arti strategis bagi kelanjutan aktivitas eksplorasi perusahaan. Wilayah Kerja Pekawai dipandang tetap menarik untuk ditelusuri karena menyimpan prospek hidrokarbon yang telah diidentifikasi dari studi geologi dan geofisika.

“WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika,” kata Fuji Koesumadewi.

Struktur SM-1 diperkirakan mempunyai volume hidrokarbon in-place P50 sekitar 109 BCF gas serta 22 MMBOE minyak atau kondensat. Angka tersebut menggambarkan estimasi potensi pada struktur yang menjadi target pengeboran, sementara kepastian sumber daya akan ditentukan oleh hasil evaluasi setelah operasi sumur berjalan.

Dalam industri hulu migas, pengeboran eksplorasi berperan sebagai tahap pembuktian. Studi bawah permukaan dapat memperlihatkan indikasi keberadaan reservoir, tetapi pengeboran diperlukan untuk memperoleh data langsung mengenai batuan, fluida, tekanan, dan karakteristik lain yang menentukan kelayakan pengembangan lebih lanjut.

Teknologi Casing While Drilling

Operasi SM-1 juga memanfaatkan teknologi Casing While Drilling atau CWD. Teknologi ini memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing berlangsung dalam satu rangkaian pekerjaan, sehingga dapat membantu menjaga efektivitas serta efisiensi pelaksanaan di lapangan.

Penerapan CWD sebelumnya telah digunakan pada pengeboran sumur SID-5 di Wilayah Kerja Pangkah dan mencatatkan hasil yang baik. Dalam pengeboran SM-1, pendekatan tersebut diharapkan turut mendukung aspek keselamatan ketika menghadapi kondisi bawah permukaan yang memiliki karakteristik tersendiri.

Sebelum rig mulai bekerja, SAKA menyiapkan sejumlah unsur teknis dan operasional. Persiapan itu mencakup kesiapan rig, pemasangan serta penyelarasan peralatan, pengujian sistem, kesiapan tenaga kerja, hingga pemenuhan aspek Health, Safety, Security & Environment atau HSSE.

Pengelolaan keselamatan dan keandalan operasi menjadi bagian penting dalam pengeboran eksplorasi, terutama karena aktivitas ini melibatkan pekerjaan berteknologi tinggi, peralatan bertekanan, serta kondisi geologi yang harus dipantau secara ketat. Kesiapan sejak awal dibutuhkan agar pelaksanaan operasi berjalan sesuai rencana dan setiap temuan dapat dievaluasi secara tepat.

Prospek yang Terhubung dengan Lapangan Manpatu

Potensi Pekawai juga dikaitkan dengan kesinambungan kondisi geologi di sekitar Lapangan Manpatu. Lapangan tersebut dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam dan telah memiliki Plan of Development atau POD.

Sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam area Wilayah Kerja Pekawai. Keterhubungan struktur geologi tersebut, bersama keberadaan hidrokarbon yang sudah teridentifikasi di Lapangan Manpatu, menjadi faktor yang memperkuat prospek eksplorasi di area operasi SAKA.

SES sendiri terus melakukan pencarian potensi di Wilayah Kerja Pekawai sejak ditunjuk pemerintah melalui SKK Migas sebagai operator pada 16 Mei 2018. Pengeboran SM-1 melanjutkan rangkaian upaya untuk memahami peluang migas di wilayah tersebut dan mengumpulkan data yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan berikutnya.

Bagi ketahanan energi, penambahan data eksplorasi memiliki nilai penting karena dapat membuka peluang penemuan cadangan baru. Namun, tahapan eksplorasi dan pengembangan tetap berbeda: hasil pengeboran harus lebih dahulu dianalisis untuk menentukan potensi komersial, desain pengembangan, serta langkah operasional yang diperlukan.

“Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional,” ujar Intan.

Dengan dimulainya pengeboran Saka Manpatu-1, SAKA menempatkan Wilayah Kerja Pekawai sebagai salah satu fokus eksplorasi untuk menguji potensi yang ada. Informasi dari sumur ini diharapkan memperdalam pemahaman atas sistem hidrokarbon di kawasan tersebut dan mendukung pencarian sumber daya migas baru di Kalimantan Timur.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim?

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim matter?

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.