Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pezeshkian tolak bertemu Trump sebelum kepercayaan Iran dan AS pulih

Published · Updated · By Dian Ananda - bisadonasi.com

Foto : Dian Ananda - bisadonasi.com

Pezeshkian Tolak Bertemu Trump Sebelum Kepercayaan Iran dan AS Pulih

Bisadonasi.com – Pezeshkian tolak bertemu Trump sebelum kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat pulih. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai pertemuan langsung dengan Presiden AS Donald Trump belum realistis ketika hubungan kedua negara masih dibayangi tekanan dan rasa saling curiga.

Bagi Teheran, persoalan utama bukan hanya tentang tempat atau bentuk dialog. Pezeshkian menekankan bahwa Iran perlu melihat perubahan nyata dalam tindakan Washington sebelum membuka peluang pembicaraan di tingkat kepala negara. Ketidakpercayaan yang telah berlangsung lama dinilai menjadi hambatan paling besar bagi diplomasi langsung.

Dalam wawancara dengan CBS pada Jumat (25/9), Pezeshkian ditanya apakah ia bersedia bertemu Trump atau mengundang presiden AS tersebut ke Iran. Ia menjawab bahwa langkah seperti itu sulit diwujudkan selama kebijakan yang dianggap menekan Iran masih terus berlangsung.

“Selama mereka tidak menghentikan tindakan yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit bagi kami untuk mempercayai mereka,” kata Pezeshkian.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pemulihan kepercayaan dipandang sebagai syarat awal, bukan hasil yang bisa diperoleh setelah pertemuan berlangsung. Dalam situasi hubungan yang masih tegang, sebuah agenda diplomatik tingkat tinggi dapat menghadapi risiko besar apabila tidak didukung komitmen politik yang jelas dari kedua pihak.

Kepercayaan sebagai dasar pembicaraan langsung

Sikap Pezeshkian menunjukkan bahwa Iran tidak menutup pintu sepenuhnya bagi jalur diplomasi, tetapi menetapkan standar yang tinggi untuk dialog langsung. Pezeshkian tolak bertemu Trump sebelum ada keyakinan bahwa pendekatan AS terhadap Iran benar-benar berubah dan tidak sekadar disampaikan melalui pernyataan politik.

Bagi Iran, kepercayaan berkaitan dengan pengalaman hubungan bilateral yang dipenuhi sengketa keamanan, tekanan ekonomi, dan ketegangan politik. Karena itu, setiap tawaran baru dari Washington kemungkinan akan dinilai berdasarkan tindakan di lapangan, bukan hanya janji yang disampaikan dalam perundingan.

Pertemuan antara pemimpin negara dapat menjadi simbol penting bagi upaya meredakan konflik. Namun, Teheran tampaknya menilai simbol tersebut tidak akan cukup apabila persoalan yang lebih mendasar belum diselesaikan. Pemulihan kepercayaan harus dibangun secara bertahap agar dialog tidak berhenti sebagai langkah seremonial.

Komunikasi melalui mediator tetap berjalan

Walaupun pertemuan langsung belum menjadi pilihan, jalur komunikasi tidak sepenuhnya tertutup. Pada Selasa (22/9), Trump menyatakan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bertemu para mediator di sela agenda Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Pertemuan itu membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

Kehadiran mediator memberi ruang bagi AS dan Iran untuk menyampaikan kepentingan masing-masing tanpa harus segera mempertemukan para presiden. Model komunikasi tidak langsung ini dapat membantu mengurangi risiko salah perhitungan ketika hubungan kedua negara masih berada dalam fase yang rapuh.

Dialog melalui pihak ketiga juga memungkinkan setiap pihak menguji keseriusan lawannya. Jika ada kemajuan pada isu-isu yang menjadi perhatian utama, mediator dapat membantu membuka jalan bagi pembicaraan yang lebih luas pada tahap berikutnya. Namun, keberhasilan jalur ini tetap bergantung pada pelaksanaan komitmen yang dapat dirasakan kedua pihak.

Pembahasan penghentian perang bertahap

Pada Kamis (24/9), AS dan Iran dilaporkan membahas mekanisme penghentian perang secara bertahap. Rencana tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran. Kedua isu itu penting karena menyangkut jalur laut strategis serta tekanan terhadap perekonomian Iran.

Selat Hormuz memiliki posisi penting bagi lalu lintas energi internasional. Pembukaan kembali kawasan tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan pelayaran dan perdagangan di wilayah yang selama ini menjadi perhatian dunia. Sementara itu, pencabutan blokade ekonomi dapat menjadi salah satu ukuran bagi Iran untuk menilai kesungguhan perubahan kebijakan AS.

Meski demikian, pembahasan penghentian konflik secara bertahap belum otomatis menghilangkan keraguan Teheran. Pezeshkian tolak bertemu Trump sebelum hasil pembicaraan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten dan mampu bertahan dalam jangka waktu lebih panjang.

Konflik masih belum terselesaikan

Konflik antara AS dan Iran bermula pada 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan itu kemudian memicu balasan dan memperluas ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, situasi kembali memburuk setelah kesepakatan tersebut dibuat. Hingga kini, konflik belum menemukan penyelesaian yang mampu menghentikan ketegangan secara berkelanjutan.

Riwayat itu menjelaskan mengapa Pezeshkian menempatkan kepercayaan sebagai prasyarat utama sebelum mempertimbangkan pertemuan dengan Trump. Bagi Iran, kesepakatan baru perlu dibuktikan melalui pelaksanaan yang nyata agar tidak berakhir sebagai komitmen politik jangka pendek.

FAQ: Sikap Iran terhadap Pertemuan dengan Trump

Mengapa Pezeshkian belum bersedia bertemu Trump?

Pezeshkian menilai Iran belum memiliki dasar kepercayaan yang cukup terhadap AS. Ia menuntut penghentian tindakan yang dianggap terus menekan Iran sebelum pertemuan langsung dapat dipertimbangkan.

Apakah AS dan Iran masih berkomunikasi?

Ya. Komunikasi masih berlangsung melalui mediator. Steve Witkoff dan Jared Kushner disebut bertemu para mediator di sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB untuk membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

Isu apa yang dibahas dalam penghentian perang bertahap?

Pembahasan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran. Kedua langkah tersebut dipandang penting untuk meredakan ketegangan dan membangun dasar bagi proses diplomasi selanjutnya.

Related Reading