Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina-Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi bersih

Published · Updated · By Sari Rahman - bisadonasi.com

Foto : Sari Rahman - bisadonasi.com

Kolaborasi Pertamina dan Jababeka Dorong Kawasan Industri Rendah Emisi

Bisadonasi.com – Upaya membangun kawasan industri yang lebih hijau di Cikarang, Kabupaten Bekasi, kembali diperkuat melalui kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Jababeka Tbk (KIJA). Kemitraan ini diarahkan untuk mempercepat penerapan energi bersih, pengolahan limbah menjadi energi, serta pengembangan hidrogen bagi kebutuhan industri dan transportasi.

Agenda tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju kawasan yang bersih, nyaman, dan berorientasi pada pencapaian net zero emission. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Jababeka diharapkan dapat memperoleh pilihan energi yang lebih rendah karbon, sekaligus dukungan untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya.

Energi hijau dan pemanfaatan limbah

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas visi Jababeka dan para penghuni kawasannya dalam membangun industri yang berkelanjutan. Komitmen itu dinilai telah terlihat melalui berbagai langkah dekarbonisasi yang mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di dalam kawasan.

“Kolaborasi ini telah dirintis sejak 2022 dalam event B-20 Summit dan World Economi Forum G-20 di Davos. Kami berkomitmen melanjutkan skema kerja sama sebagaimana yang telah dirintis dengan fokus pengembangan industri ramah lingkungan, terutama penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka,” katanya di Cikarang, Minggu.

Penguatan kolaborasi pada tahun ini mencakup sejumlah bidang. Pertamina dan Jababeka akan mengembangkan pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, panel surya, baterai penyimpanan listrik, hingga kredit karbon. Kredit karbon merupakan mekanisme yang memberikan nilai ekonomi bagi langkah pengurangan emisi.

Biometana menjadi salah satu unsur penting dalam rencana tersebut karena berasal dari limbah organik dan dapat digunakan sebagai pengganti gas bumi. Pendekatan ini mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: pengelolaan limbah dan penyediaan energi alternatif untuk kegiatan industri.

Kerja sama itu juga membuka peluang pengembangan hidrogen hijau. Pemanfaatannya akan dijajaki untuk mendukung transportasi rendah karbon dalam konsep kota dengan sistem angkutan umum yang saling terintegrasi. Selain hidrogen, pilihan energi bersih yang sedang diperluas mencakup pengembangan biometana serta potensi panas bumi.

Peran tenant dalam dekarbonisasi

Sejumlah tenant di kawasan Jababeka telah menjalankan inisiatif energi terbarukan dan pengurangan emisi. Unilever, misalnya, mengembangkan biometana sebagai pasokan gas yang lebih ramah lingkungan bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), bagian dari grup Pertamina.

Astemo juga disebut telah memasang panel surya atap sejak tiga tahun lalu. Kapasitas awalnya mencapai 1,2 megawatt dan kini telah berkembang menjadi lebih dari 2 megawatt. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa target kawasan industri rendah emisi memerlukan keterlibatan langsung dari perusahaan penghuni kawasan, bukan hanya pengelola infrastruktur.

“Ini menunjukkan komitmen para tenan menjadi net zero industrial cluster dengan dukungan Jababeka Infrastruktur. Karena itu, Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenan dalam melakukan dekarbonisasi,” ujarnya.

Pertamina NRE dan PGN disiapkan untuk mendukung kebutuhan transisi energi tenant. Dukungan itu mencakup solusi bagi persoalan lingkungan, termasuk pengolahan limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas hasil limbah untuk menghasilkan hidrogen yang dapat dipakai di area industri maupun sektor transportasi.

“Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenan ini dapat terwujud dan dapat mendorong pemerintah menyiapkan regulasi.sehingga tujuan itu bisa tercapai,” katanya.

PLTS atap terus bertambah

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pertamina diarahkan untuk membantu perusahaan di kawasan menekan emisi karbon. Sasaran akhirnya tidak hanya berupa pengurangan emisi, tetapi juga terciptanya lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan layak untuk bekerja, tinggal, serta beraktivitas.

Salah satu realisasi yang telah berjalan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap berkapasitas 230 kWp pada instalasi pengolahan air di kawasan industri. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pertamina NRE.

Sejak mulai beroperasi pada 2023, instalasi tersebut telah menghasilkan 858,21 MWh listrik. Produksi energi itu setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 734 ton CO2e. Penerapan panel surya atap kemudian diikuti oleh perusahaan lain di kawasan yang sama.

Hingga September 2026, sebanyak 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah memasang sistem surya dengan kapasitas gabungan 14,5 MWp. Angka ini menggambarkan perluasan penggunaan energi surya di lingkungan industri, terutama untuk memenuhi sebagian kebutuhan listrik melalui sumber energi yang lebih bersih.

Fondasi kawasan ekoindustri

Jababeka didirikan pada 1989 oleh 21 pengusaha nasional dan dikenal sebagai pionir pengembang kawasan industri swasta pertama di Indonesia. Sejak awal, kawasan di Cikarang itu dirancang dengan konsep industri modern yang memadukan perhatian terhadap lingkungan dan infrastruktur terintegrasi guna memperkuat daya tarik investasi.

Saat ini, kawasan tersebut mengelola sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara. Pengembangannya juga pernah dilakukan bersama ProLH GTZ melalui program kerja sama teknis antara Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman untuk membangun kawasan ekoindustri modern yang berkelanjutan.

“Menjadikan kawasan industri ini sebagai infrastruktur dasar terlengkap, terintegrasi dan semua didasarkan prinsip keberlanjutan seperti pembangkit listrik swasta pertama menggunakan gas, tidak memakai batu bara sejak 35 tahun lalu, membangun WTP dari air permukaan dan WWTP/IPAL terpadu pertama di tanah air,” ujarnya.

Pengembangan energi bersih, pengelolaan air, serta pengolahan limbah menjadi bagian yang saling berkaitan dalam strategi kawasan. Kolaborasi Pertamina dan Jababeka diharapkan memperkuat langkah tersebut, terutama ketika perusahaan industri semakin membutuhkan solusi energi yang mendukung target dekarbonisasi mereka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pertamina Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi?

Pertamina Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi matter?

Pertamina Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.