Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat penanganan api TPAS Galuga
Embung Darurat Diperbanyak untuk Menjangkau Api di TPAS Galuga
Bisadonasi.com – Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pengendalian kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, dengan membangun beberapa embung darurat di dalam kawasan. Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan pasokan air lebih dekat ke lokasi api yang tidak bisa dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
Penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak 7 September 2026 memasuki hari kedelapan pada Senin dini hari. Upaya pemadaman terus dilakukan secara bergantian selama 24 jam, sementara area yang tersisa menjadi fokus utama tim gabungan.
Air Dialirkan Bertahap dengan Pompa Alkon
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa embung sementara tersebut dibuat sederhana, menggunakan pelapis terpal dengan kedalaman sekitar satu sampai dua meter. Keberadaan penampungan air di tengah area TPAS membantu petugas mengurangi jarak distribusi air menuju titik kebakaran.
“Hari ini kami mendekatkan sumber air. Di tengah-tengah TPAS Galuga kami membuat beberapa embung sederhana dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter menggunakan terpal,” katanya.
Air dipompa dari sumber awal yang berjarak kurang lebih satu hingga dua kilometer. Setelah mencapai embung kedua, air kemudian diteruskan menuju embung ketiga menggunakan mesin pompa alkon. Pola distribusi berantai ini memungkinkan air tetap tersedia di bagian kawasan yang sulit diakses.
Metode tersebut terutama diterapkan di sisi timur TPAS Galuga. Di lokasi ini, kendaraan pemadam tidak dapat masuk sehingga proses pemadaman mengandalkan embung, pompa alkon, serta dukungan alat berat.
“Pemadaman di titik wilayah timur tidak menggunakan mobil damkar, tetapi dari beberapa embung yang kami bentuk menggunakan mesin alkon dan alat berat,” ujarnya.
Medan Luas Menjadi Tantangan Utama
TPAS Galuga memiliki luas lebih dari 40 hektare. Bentang area yang besar serta kondisi medan di sejumlah titik membuat akses menjadi persoalan penting dalam penanganan kebakaran. Ada bagian kawasan yang hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki atau memakai alat berat, karena mobil maupun sepeda motor tidak dapat melintas.
Kondisi itu menuntut koordinasi lintas unsur di lapangan. Personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta unsur lainnya terlibat dalam operasi pemadaman dan pendinginan.
Embung darurat menjadi bagian penting dari penyesuaian strategi terhadap medan tersebut. Dengan sumber air yang lebih dekat, petugas dapat memusatkan tenaga dan peralatan pada titik api tanpa bergantung sepenuhnya pada jangkauan kendaraan pemadam. Penggunaan pompa dan alat berat juga membantu operasi berlangsung di area yang akses jalannya terbatas.
Luas Area Terdampak Terus Menyusut
Pada tahap awal, kebakaran tercatat melanda sekitar 5,5 hektare. Luasan terdampak sempat bertambah menjadi 8,4 hektare pada 8 September 2026. Setelah pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan, cakupan area yang masih memerlukan penanganan berkurang signifikan.
Saat ini, pekerjaan pemadaman masih dipusatkan pada sekitar 1,4 hektare di bagian utara dan area sekitar 1.000 meter persegi di sisi timur. Penanganan pada wilayah selatan yang berada dalam pengelolaan Pemkab Bogor telah selesai.
Tahap pendinginan tetap krusial setelah api utama berhasil ditekan. Area timbunan sampah dapat memiliki titik panas yang perlu terus diawasi agar tidak berkembang kembali. Karena itu, pengaliran air, pemeriksaan lapangan, dan pemantauan titik rawan dilanjutkan bersamaan dengan pemadaman di lokasi tersisa.
Petugas Bekerja Tiga Shift Selama Sehari Penuh
Operasi di TPAS Galuga berjalan tanpa henti melalui sistem tiga shift. Masing-masing personel bertugas sekitar tujuh hingga delapan jam. Pengaturan waktu kerja ini diterapkan untuk menjaga kondisi fisik petugas selama menghadapi kebakaran yang berlangsung berhari-hari.
Selain menuntaskan titik api di dalam TPAS, Pemkab Bogor menyiagakan patroli di sekitar kawasan pertanian. Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila muncul api baru di area sekitar lokasi kebakaran.
Target penyelesaian pemadaman ditetapkan sebelum 17 September 2026. Sisa penanganan di bagian utara dan timur menjadi penentu tercapainya sasaran tersebut, dengan embung darurat dan sistem pompa berantai dipakai untuk memperkuat suplai air ke lokasi yang paling sulit dijangkau.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat?Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matter?Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.