Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina siapkan biometrik untuk subsidi BBM dan elpiji

Published · Updated · By Dian Ananda - bisadonasi.com

Foto : Dian Ananda - bisadonasi.com

Pertamina Kembangkan Biometrik untuk Penyaluran BBM dan Elpiji Bersubsidi

Bisadonasi.com – Pertamina Patra Niaga tengah menyiapkan penguatan sistem digital untuk membantu memastikan subsidi energi diterima kelompok yang memang berhak. Langkah ini mencakup pengembangan teknologi biometrik untuk pembelian elpiji subsidi serta perbaikan data kendaraan bagi penyaluran BBM subsidi.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa persiapan tersebut diarahkan untuk mendukung skema subsidi yang lebih tepat sasaran, baik untuk bahan bakar minyak maupun elpiji.

“Kami sudah menyiapkan sistem bentuk subsidi tepat dan ini untuk BBM dan elpiji,” kata Eko Ricky Susanto dalam temu media di Yogyakarta, Jumat.

Biometrik untuk transaksi elpiji 3 kilogram

Pada distribusi elpiji subsidi ukuran 3 kilogram, Pertamina telah menggunakan Merchant Apps Pertamina atau MAP. Dalam mekanisme yang berjalan, pembeli perlu memasukkan nomor induk kependudukan atau NIK ketika melakukan transaksi.

Sistem tersebut kini sedang dikembangkan agar dapat terhubung dengan teknologi biometrik melalui kerja sama bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Penggunaan biometrik diharapkan memberi lapisan verifikasi tambahan saat pembelian elpiji subsidi dilakukan.

“Sekarang kami sedang kembangkan ke arah biometrik dengan Dukcapil. Kami lagi bekerja sama untuk bisa nanti transaksi elpiji dengan menggunakan biometrik,” ujarnya.

Penerapan transaksi biometrik untuk elpiji 3 kilogram belum diberlakukan secara luas. Tahap yang sedang dilakukan masih berupa pengujian, sehingga mekanisme teknis dan cakupan implementasinya akan bergantung pada hasil evaluasi serta kebijakan lanjutan.

Bagi masyarakat, pengembangan ini menandakan bahwa identitas pembeli akan semakin penting dalam akses terhadap barang bersubsidi. Pencatatan transaksi melalui NIK dan kemungkinan verifikasi biometrik ditujukan untuk membantu membedakan pembeli yang berhak memperoleh subsidi dari penggunaan yang tidak sesuai sasaran.

Data kendaraan diperkuat untuk BBM subsidi

Untuk BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, Pertamina saat ini memanfaatkan kode batang melalui aplikasi MyPertamina. Sistem ini menjadi salah satu sarana pencatatan pembelian dan identifikasi kendaraan dalam proses penyaluran bahan bakar bersubsidi.

Selain penggunaan kode batang, Pertamina juga berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan instansi terkait untuk memperkuat basis data kendaraan. Pembenahan data diperlukan karena pengaturan pembelian BBM subsidi akan sangat bergantung pada ketepatan informasi mengenai kendaraan dan kelompok penerima manfaat.

Belum ada keputusan akhir mengenai pendekatan pengaturan yang akan digunakan pemerintah. Opsi yang masih menunggu arahan mencakup penerapan pembatasan melalui kategori desil masyarakat maupun jenis kendaraan.

“Kami belum tahu kebijakannya nanti apakah menggunakan kebijakan pengaturan desil maupun tipe kendaraan. Kami sedang menunggu arahan dari pemerintah,” kata Eko.

Penguatan basis data menjadi bagian penting dalam desain subsidi energi. Tanpa data penerima yang akurat, subsidi berisiko dinikmati oleh pihak yang tidak menjadi prioritas, sementara kelompok yang membutuhkan justru dapat menghadapi hambatan akses.

Anggaran subsidi energi dalam APBN 2026

Pemerintah telah mengalokasikan subsidi energi senilai Rp210,1 triliun pada APBN 2026. Nilai tersebut setara 65,87 persen dari total anggaran subsidi sebesar Rp318,9 triliun.

Apabila digabungkan dengan anggaran kompensasi, dana pemerintah yang disiapkan untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun. Besarnya alokasi ini memperlihatkan pentingnya sistem distribusi yang dapat menyalurkan manfaat subsidi secara lebih terukur.

Subsidi BBM dan elpiji memiliki dampak langsung pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, dari mobilitas hingga kebutuhan memasak rumah tangga. Karena itu, pembaruan teknologi dan data tidak hanya berkaitan dengan administrasi transaksi, tetapi juga dengan upaya menjaga agar anggaran publik dipakai bagi penerima yang menjadi sasaran kebijakan.

Validasi data desil masih berlangsung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pembatasan penyaluran Pertalite subsidi untuk masyarakat pada kelompok desil 9 dan 10 masih menunggu proses validasi data. Pemerintah masih memeriksa ketepatan klasifikasi desil sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

Validasi diperlukan agar pembagian kelompok masyarakat benar-benar mencerminkan kondisi penerima manfaat. Ketelitian pada tahap ini dipandang penting untuk mencegah kebijakan pembatasan salah sasaran dan untuk mendukung tujuan penyaluran Pertalite subsidi kepada kelompok yang diprioritaskan.

Dengan pengembangan biometrik untuk elpiji, penggunaan kode batang pada BBM, serta penguatan data kendaraan dan desil masyarakat, proses penataan subsidi energi masih bergerak dalam tahap persiapan. Keputusan mengenai aturan pembelian dan kelompok penerima tetap menunggu arahan resmi pemerintah setelah data yang dibutuhkan dinyatakan siap digunakan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pertamina siapkan biometrik untuk subsidi BBM?

Pertamina siapkan biometrik untuk subsidi BBM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina siapkan biometrik untuk subsidi BBM matter?

Pertamina siapkan biometrik untuk subsidi BBM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.