Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Zverev lewati drama lima set, amankan tempat di babak ketiga US Open

Published · Updated · By Dewi Kurniawan - bisadonasi.com

Foto : Dewi Kurniawan - bisadonasi.com

Zverev Bertahan hingga Fajar New York, Tiket Babak Ketiga US Open 2026 Resmi Miliknya

Bisadonasi.com – Langit Manhattan masih gelap ketika Alexander Zverev akhirnya mengakhiri laga yang menguras seluruh tenaganya. Pukul 02.15 waktu setempat, Jumat dini hari, petenis Jerman berusia 29 tahun itu menutup pertandingan lima set melawan Quentin Halys dengan skor 6-4, 4-6, 7-6(3), 6-7(3), 6-3. Total waktu yang ia habiskan di lapangan: 4 jam 33 menit. Bagi penonton yang masih bertahan di tribun Flushing Meadows, malam itu terasa tanpa ujung.

Kemenangan ini menjadi kemenangan lima set kedua secara beruntun bagi Zverev di turnamen tahun ini. Pada babak pembuka, ia juga harus berjuang selama 4 jam 53 menit sebelum menyingkirkan Lorenzo Sonego. Pola yang sama terulang: pertandingan panjang, fisik terkuras, dan keputusan yang jatuh di set penentu.

Set Ketiga: Titik Balik yang Hampir Berbalik

Kondisi lembap yang menyelimuti New York sepanjang pertandingan membuat setiap poin terasa lebih berat. Di set ketiga, situasi sempat berbalik secara dramatis. Halys, petenis Prancis yang tampil penuh keberanian, memimpin 4-1 dan menggenggam peluang break untuk memperlebar jarak menjadi 5-1. Satu poin lagi dan set itu praktis sudah hilang bagi Zverev.

Namun, petenis Jerman itu tidak menyerah. Ia bangkit satu per satu, merebut servis lawan, dan memaksa set tersebut berlanjut hingga tie-break. Set ketiga yang berlangsung selama 75 menit akhirnya jatuh ke tangan Zverev dengan skor tie-break 7-3. Momen itu mengubah seluruh dinamika pertandingan dan memberikan energi yang ia butuhkan untuk set-set berikutnya.

Statistik di Balik Kemenangan

Di balik drama lima set tersebut, angka-angka menunjukkan betapa tajamnya servis Zverev pada momen-momen krusial. Ia mencatatkan 29 ace sepanjang pertandingan dan menciptakan 20 peluang break, dengan lima di antaranya berhasil dikonversi menjadi poin break. Servis kerasnya menjadi senjata utama ketika tekanan mencapai puncaknya, terutama di set kelima ketika fisik kedua pemain sudah berada di batas.

Masuki set kelima, perbedaan kebugaran mulai terlihat jelas. Halys, yang telah menghabiskan hampir lima jam di lapangan, tampak kehilangan daya ledak. Zverev, sebaliknya, masih mampu menjaga intensitas servis dan agresivitas di baseline. Ia menutup set penentu dengan skor 6-3 dan memastikan tiket ke babak ketiga.

Pernyataan Pasca-Pertandingan

Setelah pertandingan berakhir, Zverev tidak menyembunyikan kelelahan maupun ketidakpuasan terhadap kualitas permainannya sendiri. Ia berbicara jujur tentang malam yang baru saja ia lalui.

"Saya sudah berada di sini selama empat setengah jam lagi. Jam 02.15 pagi lagi."

Ia juga mengakui bahwa performa teknisnya jauh dari standar terbaik.

"Saya rasa penampilan saya cukup buruk, sejujurnya. Tetapi saya menang, dan itu yang paling penting."

Menyentuh soal ketahanan fisik yang menjadi pembeda di set kelima, Zverev menjelaskan filosofi latihannya.

"Itulah alasan saya pergi ke gym. Itulah alasan saya berlatih di lintasan dan berlatih setiap hari, agar mampu keluar sebagai pemenang dalam situasi sulit ketika tidak bermain sebaik biasanya."

Unggulan Teratas untuk Pertama Kali di Grand Slam

Turnamen tahun ini menandai babak baru dalam karier Zverev. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kariernya, ia memasuki sebuah turnamen Grand Slam sebagai unggulan nomor satu. Status tersebut membawa ekspektasi yang berbeda: bukan lagi sekadar lolos babak-babak awal, melainkan tekanan untuk mengangkat trofi.

Ambisi yang ia nyatakan secara terbuka adalah meraih gelar Grand Slam keduanya sekaligus gelar pertamanya di Flushing Meadows. Jejaknya di New York sebelumnya berujung pada final US Open 2020, ketika ia sempat unggul dua set atas Dominic Thiem sebelum akhirnya tumbang dalam lima set. Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, keunggulan dua set tidak pernah menjamin hasil akhir.

Langkah Berikutnya: Pertemuan dengan Tabilo

Di babak ketiga, Zverev akan berhadapan dengan Alejandro Tabilo, unggulan ke-25 asal Chile. Kedua petenis sudah pernah bertemu di turnamen yang sama. Pada edisi tahun lalu, Zverev menyingkirkan Tabilo di babak pertama. Dengan kemenangan atas Halys ini, catatan pertemuan langsung mereka kini menjadi 2-0 untuk petenis Jerman.

Bagi Tabilo, pertemuan ulang ini menawarkan kesempatan untuk membalas kekalahan sebelumnya. Bagi Zverev, ia harus memastikan bahwa ketahanan fisik yang membawanya melewati dua pertandingan lima set beruntun tidak menjadi beban di laga ketiga. New York masih menyimpan tiga putaran lagi sebelum trofi di Flushing Meadows benar-benar dalam jangkauan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Zverev lewati drama lima set amankan?

Zverev lewati drama lima set amankan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Zverev lewati drama lima set amankan matter?

Zverev lewati drama lima set amankan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.